Wujudkan Pariwisata Berkelanjutan, Menparekraf Luncurkan Carbon Footprint.jpg

Wujudkan Pariwisata Berkelanjutan, Menparekraf Luncurkan Carbon Footprint

oleh: rachli Travel Tuesday, 12 July 2022 10:00 a.m.


Mancode - Sebagai upaya menekan emisi karbon untuk mewujudkan pariwisata berkelanjutan yang berkualitas dan berkelanjutan, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno meluncurkan program Towards Climate Positive Tourism through Decarbonization and Eco-tourism di Bali.

Menparekraf Sandiaga menjelaskan, perubahan iklim telah menjadi isu dan perhatian penting bagi berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia. Sesuai ketetapan Paris Agreement (2015), semua negara memiliki kewajiban untuk berkontribusi dalam penurunan emisi.

Kontribusi penurunan emisi tersebut termasuk dalam melaksanakan, mengkomunikasikan upaya ambisius, mitigasi, dan juga adaptasi yang ditetapkan secara nasional atau dikenal sebagai National Determined Contribution (NDC).


“Dari data Nature Climate Change pada 2018, pariwisata dunia saat ini menyumbang delapan persen emisi global, di mana 49 persennya berasal dari jasa transportasi,” katanya dilokasi peluncuran program di Menjangan, Taman Nasional Bali Barat, beberapa waktu lalu.

Di samping itu, peluncuran program Towards Climate Positive Tourism through Decarbonization and Eco-tourism ini bertujuan untuk meningkatakan kesadaran dan kepedulian terhadap lingkungan dari para pemangku kepentingan pariwisata.

Isu perubahan iklim sangat penting karena dapat meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi, di mana saat ini mencapai 80 persen dari total bencana yang terjadi di Indonesia. Perubahan iklim juga memicu risiko kelangkaan air, kerusakan ekosistem lahan dan laut, kelangkaan pangan, hingga penurunan kualitas Kesehatan.

Sebagai konsekuensi dari hal tersebut juga akan berdampak negatif pada industri pariwisata dan daya saing desnitasi. Menparekraf Sandiaga menyampaikan, Indonesia menjadi negara pertama di ASEAN yang memiliki komitmen Net Zero di sektor pariwisata.

“Saya sangat termotivasi, sangat memiliki harapan yang berbinar-binar karena kami menjadi pelopor Net Zero di ASEAN dan kami mendapatkan mitra yang kuat di industri pariwisata,” ucapnya.

Menparekraf juga menyampaikan, kegiatan ini merupakan kolabor-Aksi berbagai pihak, yaitu Plataran Indonesia, Wise Steps, Jejak.in, dan Indecon. Lintas kementerian/lembaga juga berperan penting, utamanya Kementerian Keuangan, Menkomarves, KLHK, KKP, Bappenas, Kemendagri, dan OJK.

Selain itu, keterlibatan Pemerintah Daerah dan lima destinasi pilot project yang akan menerapkan program carbon footprint, yakni Plataran Menjangan di Taman Nasional Bali Barat, Mangrove Tembudan Berseri di Berau, Pantai 3 Warna di Clungup Mangrove Conservation-Malang, Bukit Peramun di Belitung; dan Taman Wisata Mangrove Klawalu, di Sorong.

Lebih lanjut, Menparekraf menjelaskan paska pandemi market pariwisata berkelanjutan diperkirakan terus meningkat di mana 83 persen percaya bahwa perjalanan berkelanjutan penting secara global. Kemudian 69 persen di antaranya berkomitmen untuk mengurangi jejak karbon dari setiap perjalanan.

Oleh karena itu, carbon offset calculator diperlukan untuk menghitung berapa besar emisi karbon yang dihasilkan dari aktivitas perjalanan wisata.

“Perhitungan jejak karbon tersebut nantinya dikonversi menjadi nilai uang selanjutnya disalurkan untuk mendukung program positif seperti penanaman pohon, renewable energy, hingga pengembangan ekowisata,” kata Menparekraf.

Pada kesempatan ini, Menparekraf juga mengajak pelaku industri pariwisata untuk ikut serta dalam Glasgow Declaration on Climate Action in Tourism.

“Komitmen aksi dalam deklarasi tersebut diharapkan dapat mengantarkan Indonesia menuju Net Zero Emission (NZE) dan membangun masa depan kepariwisataan Indonesia yang lebih baik melalui pariwisata berkelanjutan,” tutupnya.

Baca Juga: Melalui Bobocabin, Bobobox Wujudkan Pariwisata Berkelanjutan

Baca Juga: Menparekraf Resmikan Moritz Smart Hotel, Tanda Sektor Pariwisata Indonesia Pulih

Baca Juga: Melihat Desa Wisata Pecinan Glodok yang Bernilai Storynomics Tourism




Share To


rachli

rachli

July 12, 2022, 10 a.m.


tags : Pariwisata Berkelanjutan Taman Nasional Bali Barat Towards Climate Positive Tourism through Decarbonization and Eco-tourism Menjangan Carbon Footprint Menparekraf Sandiaga Uno


Average: 0
Rating Count: 0
You Rated: Not rated

Please log in to rate.



Comments


Please Login to leave a comment.

ARTIKEL TERKAIT LAINNYA

YOU MAY ALSO LIKE

Life Style 1 December 2022 13:00 p.m.

Ini Pemenang Hyundai Startup Challenge 2022

Life Style 21 November 2022 13:00 p.m.

Pabrik DFSK Siap Produksi Kendaraan Listrik