World-Hijab-Day-1-February.jpg

World Hijab Day: Hilangkan Diskriminasi Perempuan Berhijab

oleh: inggil Life Style Friday, 31 January 2020 16:00 p.m.


Mancode - Peringatan World Hijab Day yang jatuh pada 1 Februari mempunyai makna yang besar terhadap nilai toleransi, khususnya bagi perempuan muslim di dunia. Saat pertama kali dirayakan pada 2013 silam, hari peringatan ini mendorong semua para Hijabers di dunia untuk mendukung wanita mengenakan kerudung dan mengajak sesama wanita dari semua kalangan merasakan pengalaman berhijab.

Pada 2017, World Hijab Day resmi menjadi organisasi nirlaba. Organisasi ini memiliki misi memerangi diskriminasi terhadap perempuan Muslim melalui kesadaran dan pendidikan. Menurut pernyataan organisasi itu pada 20 Januari lalu di situs resminya, worldhijabday.com, moto untuk World Hijab Day 2019 adalah Breaking Stereotypes. Shattering Boundaries, dengan tanda pagar (tagar) #FreeInHijab.

#FreeInHijab adalah tagar yang sangat dibutuhkan untuk situasi global kita saat ini, ketika perempuan yang mengenakan hijab diberi label oleh media sebagai pihak yang tertindas dan secara simbolis terpenjara.

Sosok yang menggagas peringatan itu ialah Nazma Khan. Dirinya ingin menunjukkan kepada dunia jika perempuan yang mengenakan hijab bukanlah seorang teroris. Nazma Khan yang merupakan warga New York kala itu mempunyai tujuan menumbuhkan toleransi dan pemahaman agama dengan gerakan ini.

Nazma-Khan.jpg

Nazma berharap dapat menghilangkan rasa diskriminasi terhadap stigma orang yang memandang negatif perempuan berhijab. Hal ini juga mendasari dari pengalaman Nazma yang kala itu datang ke New York dari Bangladesh saat usianya sebelas tahun. Saat di sekolah, dia adalah satu-satunya perempuan yang mengenakan jilbab dan mendapat banyak ejekan dari teman-temannya.

“Tumbuh di Bronx, NYC, saya mengalami banyak diskriminasi karena jilbab saya," katanya. 'Di sekolah menengah, aku adalah' Batman 'atau' ninja '. Ketika saya masuk Universitas setelah 9/11, saya dipanggil Osama bin laden atau teroris. Itu mengerikan. Saya pikir satu-satunya cara untuk mengakhiri diskriminasi adalah jika kami meminta saudara perempuan kami untuk mengalami jilbab sendiri.” tulis Nazma di website worldhijabday.

World-Hijab-Day.jpg

Memang kasus diskriminasi di negara yang umat muslim menjadi minoritas masih sering terjadi khususnya pada perempuan berhijab. Bahkan, kasus dari sesama wanita yang memaksa untuk melepas jilbabnya pun banyak ditemukan. Alasannya sendiri karena mereka merasa terganggu melihat perempuan berjlbab karena dirasa tersiksa.

Padahal, berdasarkan sebuah poll yang dilakukan di Facebook dan Instagram Story oleh World Hijab Day, 94% hijabers tidak merasa terpaksa menggunakan kerudung dan 93% mengaku merasa percaya diri memakainya.

Sementara di Indonesia, yang mayoritasnya beragama muslim berhijab sudah menjadi salah satu fashion. Banyaknya role model dengan perpaduan pakaian serta hijab yang dikenakan membuat mereka terlihat fashionable.

Ketenaran dalam gaya berhijab yang bermacam-macam ini juga tak lepas dari banyaknya brand busana muslim di Indonesia. Hal ini juga mempengaruhi keinginan dan kemudahan perempuan Indonesia untuk mengenakan hijab.

Baca Juga: Alasan Mengapa Wanita Mudah Cemburu


Share To


inggil

inggil

Jan. 31, 2020, 4 p.m.


tags : Hari Berhijab World Hijab Day Diskriminasi Berhijab Berhijab Hijab Jilbab


Average: 0
Rating Count: 0
You Rated: Not rated

Please log in to rate.


Comments


Please Login to leave a comment.

ARTIKEL TERKAIT LAINNYA

you may also like

Entertainment 20 February 2020 15:00 p.m.

Single Spesial Donnie Sibarani ‘Aku Untukmu’

Entertainment 20 February 2020 11:00 a.m.

Konser Hip Hop 29 Mars Suguhkan Rapper 1990-an

Entertainment 20 February 2020 8:00 a.m.

Populer Tapi Akhirnya Tewas Bunuh Diri

Entertainment 20 February 2020 7:00 a.m.

Selamat Ulang Tahun Kurt Cobain