Wave-of-Tomorrow.jpg

Wave of Tomorrow: Ketika Seni Berkolaborasi dengan Teknologi

oleh: inggil Entertainment Tuesday, 3 December 2019 17:00 p.m.


Mancode - Tidak bisa kita pungkiri lagi saat ini teknologi digital semakin berkembang dari hari ke hari. Perkembangan teknologi itu pula lah yang menjadi dasar jika industri seni harus membawa perubahan. Dalam dunia seni itu juga para insan kreatif terpilih dapat membawa karya futuristik. Kolaborasi antara seni dan teknologi maka akan menghadirkan transformasi karya seni yang indah.

Melalui gelaran Wave of Tomorrow festival seni berbasis teknologi para insan kreatif tersebut akan mencoba mengeksplor sebuah karya yang indah. Acara festival tersebut akan dihelat pada 20-29 Desember 2019, berlokasi di The Tribata, Dharmawangsa.

Perwakilan Level 7 selaku penyelenggara menyampaikan, bahwa Wave of Tomorrow yang kembali hadir untuk kedua kalinya akan semakin mengesankan dengan melibatkan lebih banyak kreator.

“Wave of Tomorrow akan kembali melibatkan berbagai kreator progresif dengan karya-karya yang mampu menghadirkan sebuah pengalaman dan interaksi berbeda bagi para audiens. Pengalaman unik tersebut diciptakan agar para audiens dapat merasakan sebuah transformasi hasil dari perjalanan progresif para kreator yang telah dikurasi oleh figur profesional dan ahli di industri seni,” jelas Adrian Subono, President Commissioner Level 7.

Mona Liem, selaku art curator dan music curator pun terlibat dalam Wave of Tomorrow sebagai Art Curator. Dengan pengalamannya di berbagai festival seni internasional, Mona dipercaya untuk mengurasi line up eksibisi seni di Wave of Tomorrow dan mempertajam konsep karya yang dihadirkan.

“Kami akan membawa sekitar 13 kreator dengan background dan disiplin ilmu yang berbeda. Sehingga, dalam gelaran Wave of Tomorrow nanti akan ditemukan karya-karya instalasi seni interaktif dengan elemen multi-disiplin mulai dari 3D visual, mapping, lighting, augmented reality, bahkan robotic,” tutur Mona saat konferensi pers di Kemang, Jakarta Selatan (3/12/19).

“Berbagai elemen tersebut akan menunjang konsep kreatif untuk menyampaikan berbagai pesan dari para kreator. Hal tersebut dapat memberikan sebuah pengalaman unik dan berbeda bagi para audiens. Pengalaman yang hanya bisa didapatkan dengan menikmati karya-karya yang ahead of its time di Wave of Tomorrow,” tambah Mona.

Wave-of-Tomorrow-Festival-Seni.jpg

Lanjutnya, Mona menjelaskan bahwa karya-karya yang dihadirkan di Wave of Tomorrow diharapkan dapat menjadi tren dari perkembangan seni di masa depan. Di mana dunia dan industri seni terus berkembang namun satu yang tetap adalah sikap progresif untuk selalu menciptakan karya.

Beberapa kreator di Wave of Tomorrow yang akan terlibat di antaranya yaitu Sembilan Matahari, Rubi Roesli, Maika, Kinara Darma x Modulight, U Visual, Motionbeast, Notanlab, Farhanaz, serta beberapa artis internasional seperti Nonotak, dan Tundra.

“Dengan besarnya skala, dan nama-nama besar kreator yang akan memamerkan karyanya pada 20-29 Desember 2019, Wave of Tomorrow menjadi ajang Art & Tech Festival terbesar di Indonesia,” tegas Mona.

Guna mendukung kebutuhan kreator dalam menampilkan karyanya, tahun ini Wave of Tomorrow kembali didukung oleh Epson Indonesia sebagai "Official Projection Partner" untuk Visual Projection para artist lokal maupun internasional

Sembilan-Matahari.jpg

Dalam edisi Wave of Tomorrow kali ini, Epson mendukung sekaligus berkolaborasi dengan para artis agar karya yang mereka tampilkan dapat mencapai hasil yang maksimal, dengan teknologi 3LCD proyektor mampu menghasilkan warna yang lebih cerah dan tajam sehingga mata pengunjung dimanjakan dengan warna-warna yang memukau.

Selain area eksibisi seni yang penuh dengan karya memukau, pada area musik para pengunjung juga dapat menikmati pertunjukan fantastis baik dari musisi populer maupun emerging artists dengan karya yang unik. Beberapa di antaranya yaitu Kunto Aji, Danilla, Petra Sihombing, Eva Celia, Sunmatra, Dekadenz, Random Brothers, dll.

Studiorama yang diwakili oleh Xandega, music curator Wave of Tomorrow, menyampaikan bahwa para musisi akan tampil di Wave of Tomorrow dengan set up spesial berbalut teknologi digital untuk dapat memberikan pengalaman unik bagi audiens. Sehingga, sajian musik yang dihadirkan dapat turut melengkapi gelaran Wave of Tomorrow yang lebih dari sekedar festival seni dan musik.

“Dengan berbagai sajian memukau dari para insan kreatif berbakat, Wave of Tomorrow berbeda dari festival seni dan musik lainnya. Sehingga bagi mereka yang ingin mencari inspirasi dan pengalaman baru, wajib untuk mengunjungi Wave of Tomorrow. Tiketnya sudah bisa diakses dengan harga Rp 100.000,- per hari, atau all days access seharga Rp 500.000,-. Untuk informasi lebih lengkap, bisa mengunjungi waveoftomorrow.id,” tutup Adrian.


Share To


inggil

inggil

Dec. 3, 2019, 5 p.m.


tags : Festival Musik Indonesia Festival Seni Musik Indonesia Wave of Tomorrow


Average: 0
Rating Count: 0
You Rated: Not rated

Please log in to rate.


Comments


Please Login to leave a comment.

ARTIKEL TERKAIT LAINNYA

you may also like

Technology 28 September 2020 11:00 a.m.

McAFee Perkenalkan Teknologi Baru Keamanan Digital

Life Style 28 September 2020 9:00 a.m.

Brio Virtual Drift Challenge Seri Perdana Dimulai