Bahaya-Sedotan-Besi.jpg

Waspada! Sedotan Besi Lebih Membahayakan Lingkungan

oleh: inggil Life Style Thursday, 12 December 2019 16:00 p.m.


Mancode - Ketika itu saya sedang berkunjung di salah satu cafe Jakarta Selatan. Layaknya para pengunjung lainnya, saya pun memesan segelas es kopi susu karena cuaca sedang panas-panasnya. Hingga pesanan kopi saya diantar ke meja saya melihat ada suatu yang berbeda, yakni sedotan yang dipakai. Jika bisanya menggunakan plastik, di cafe ini menyediakan sedotan besi sebagai alat bantu minum.

Mungkin cafe ini ingin mengikuti gerakan #NoPlasticStrawMovement atau gerakan tanpa sedotan plastik, yang katanya ingin membuat ramah lingkungan. Plastik sendiri merupakan salah satu bahan yang lama untuk terurai.

Tapi, saya juga cukup heran jika memang benar ingin melakukan kampanye gerakan anti plastik kenapa tidak sekalian gelasnya yang diganti tidak berbahan plastik. Salah satu kemungkinannya yaitu karena biayanya yang lebih mahal.

Sebetulnya, saya sendiri memang tidak begitu suka meminum menggunakan alat bantu sedotan. Saya lebih memilih meminum langsung bersentuhan gelas dengan mulut. Toh juga, setiap gelas setelah selesai digunakan bakal dicuci atau gelas plastik akan ‘dibuang’.

Sedotan-Plastik.jpg

Lanjutnya, apakah benar sedotan berbahan besi, stainless atau lainnya yang tidak menggunakan plastik memang lebih baik? Logikanya tentu dengan bahan selain plastik akan ada proses yang lebih panjang.

Sedotan besi sendiri terbuat dari campuran besi, karbon, dan kromium yang dalam pembuatannya melibatkan penebangan pohon dan penggalian tanah. Dilansir dari Genpi, proses kimia juga perlu dilakukan agar besi dan kromium bisa dimurnikan dari mineral lain.

Sedotan-Besi.jpg

Adanya proses pembuatan kimia tentu juga ada limbahnya bukan? Lantas di manakah limbah tersebut. Ternyata bekas sisa-sisa pembuatan sedotan besi ini membentuk sebuah danau limbah yang berbahaya. Terlebih bagi warga sekitar yang tinggal di dekat pabrik akan sangat berbahaya jika terkena langsung air limbah tersebut.

Sebagai bukti, Sungai Citarum di Jawa Barat menjadi salah satu sungai paling tercemar di Indonesia. Jika Mancoders mengunjungi langsung sungai tersebut akan tampak jelas bentuknya bukan lagi seperti sungai karena airnya yang menghitam. Penyebabnya sendiri karena limbah buangan pabrik dan salah satunya memproduksi sedotan besi.

Di sisi lain, riset dari Humboldt State University, menyatakan bahwa untuk membuat satu sedotan plastik dibutuhkan energi 23.7000 joule. Sedangkan, untuk membuat satu sedotan besi butuh energi sebesar 2.420.000 joule! Selisih yang sangat besar sekali untuk satu sedotan saja.

Sedotan-Besi-Bahaya.jpg

Tidak hanya itu saja, dalam proses pembuatan sedotan besi juga dapat mencemarkan polusi udara. Sebagai perbandingan pembuatan satu sedotan plastik menghasilkan 1,47 gram karbondioksida sementara 1 sedotan besi menghasilkan hampir 200 kali lipat CO2 atau sekitar 217 gram!

Dari segala perbincangan, katanya sedotan besi lebih baik daripada sedotan plastik. Ternyata malah lebih berbahaya dari segala kerugian yang ada. Menggunakan plastik terus menerus memang berbahaya bagi lingkungan. Makanya banyak bank sampah plastik yang bisa mendaur ulang sampah kembali, hal itu juga sebagai salah satu solusi untuk mengurangi sampah plastik.

Tapi jika ingin benar-benar menyelamatkan lingkungan gerakan yang paling benar ialah #GerakanMinumTanpaSedotan!

Baca Juga: Sneakers Salah Satu Penyumbang Sampah Plastik Terbesar


Share To


inggil

inggil

Dec. 12, 2019, 4 p.m.


tags : Sedotan Besi Bahaya Sedotan Besi Sedotan Plastik Kampanye anti sedotan plastik Ramah Lingkungan


Average: 0
Rating Count: 0
You Rated: Not rated

Please log in to rate.


Comments


Please Login to leave a comment.

ARTIKEL TERKAIT LAINNYA

you may also like

Entertainment 29 September 2020 10:00 a.m.

Melihat Sisi Lain Syafira Febrina dalam “Hati Yang Terluka”

Entertainment 29 September 2020 8:00 a.m.

Aura Kasih Luncurkan Single “Renjana”

Entertainment 29 September 2020 7:00 a.m.

16 Tahun Berkarya, Kotak Rilis Album “Identitas”

Entertainment 28 September 2020 14:00 p.m.

Mike Tyson Akan Berbagi Kisah Hidupnya di Mola Living Live