image default

Komunitas Fotografi Ini Gemar Jepret Kuburan

oleh: emil Mancave Tuesday, 21 May 2019 13:00 p.m.


Tidak sedikit komunitas fotografi yang ada di Indonesia. Mereka umumnya berkumpul untuk saling bertukar pengalaman serta teknik dalam mengambil foto. Namun di antara semua komunitas fotorgrafi tersebut, ada satu yang terbilang unik. Pasalnya, para anggotanya memiliki ketertarikan yang sama pada sebuah objek, yakni kuburan. Nama komunitas itu adalah Indonesia Graveyard.

Indonesia Graveyard merupakan komunitas fotografi yang bermarkas di Jakarta. Para anggota komunitas ini mendedikasikan dirinya dalam hobi fotografi tapi dengan tujuan untuk menelusuri masa lalu para warga di Tanah Air. Karena itulah, objek utama fotografi mereka adalah kuburan.

Gambar: (Sumber: Instagram/Indonesia_Graveyard)

Dengan menggunakan akun media sosial Indonesia Graveyard, lambat laut para fotografer mulai tertarik untuk melihat karya para anggota komunitas yang sudah berdiri semenjak 2016 ini.

Setiap anggota dari Indonesia Graveyard memiliki perspektif yang berbeda-beda mengenai menjadikan kuburan sebagai objek jepretannya. Ada yang karena memang ingin melihat masa lalu, dan ada juga yang sekadar suka dengan suasana di pemakaman yang terkesan tenang.

Gambar: (Sumber: Instagram/Indonesia_Graveyard)

Menelusuri masa lalu itu biasanya dilakukan oleh para anggota komunitas Indonesia Graveyard dengan membaca tulisan di batu nisan. Karena menurut mereka, setiap batu nisan memiliki ceritanya masing-masing. Cerita itulah yang menarik untuk dijadikan objek fotografi.

“Kami mencari informasi dari batu nisan mereka-siapa mereka, dari mana asalnya. Kita dapat merenungkan apa yang mereka lakukan, dan apa yang mereka sumbangkan untuk masyarakat kita,” ucap salah satu pengurus komunitas Indonesia Graveyard, Deni Priya Prasetia kepada ABC Australia, sebagaimana dikutip dari tempo.co (8/2/2019).

Berkat hobinya tersebut, Deni bisa melihat kuburan yang dipandangnya termegah yang ada di Jakarta. Usut punya usut, makam yang ia maksud adalah milik Oek Giok Khouw yang namanya terkenal di era Kolonialisasi Belanda. Pria yang lahir di Batavia pada tahun 1874 ini merupakan bagian dari keluarga Khouw yang pada era tersebut dipandang sebagai “Cabang Atas” (orang-orang Tionghoa yang memiliki pengaruh di politik dan sosial).

Di akun instagramnya @indonesia_graveyard, mancoders bisa melihat berbagai foto hasil jepretan para anggota komunitas ini. Tidak sedikit dari foto tersebut yang mencantumkan kisah di balik kuburan yang mereka posting di akun media sosial komunitas tersebut.


Share To


emil

emil

May 21, 2019, 1:26 p.m.


tags : Komunitas Komunitas Indonesia Komunitas Fotografi


Average: 0
Rating Count: 0
You Rated: Not rated

Please log in to rate.


Comments


Please Login to leave a comment.

ARTIKEL TERKAIT LAINNYA

you may also like

Technology 4 August 2020 7:00 a.m.

Cara Kargo Tech Bantu Tingkatkan Bisnis Mitranya

Technology 3 August 2020 16:00 p.m.

Asus ROG Phone 3 Hadirkan Pengalaman Gaming Maksimal

Technology 3 August 2020 15:00 p.m.

Qualcomm Rilis Teknologi Quick Charge 5

Entertainment 3 August 2020 14:00 p.m.

Selamat Ulang Tahun Vokalis Metallica, James Hetfield