Danilla Riyadi Mengemas Rasa Kerinduan Bersama Teman dalam Album ‘Pop Seblay’.jpg

Ungkapan Rasa Rindu Danilla Riyadi dalam Album 'Pop Seblay'

oleh: rachli Entertainment Tuesday, 1 March 2022 8:00 a.m.


Mancode - Danilla Riyadi belum lama ini meluncurkan album baru Pop Seblay. Album ketiganya ini merupakan koleksi lagu yang memadukan sisi elegan dari album sebelumnya dengan aransemen lebih riang, lirik lebih lugas, serta sifat cuek dan apa adanya bisa ditemukan dalam kehidupan sehari-hari sang penyanyi.

Bagi musisi pop asal Jakarta, album Pop Seblay merupakan kerinduan kepada tim kesuksesan Danilla. Mereka adalah para teman dan rekan kerja yang menjadi jarang ketemu akibat pandemi. Album Pop Seblay diproduseri oleh Otta Tarrega dan Danilla serta Dafa Pratomo sebagai co-producer.

Pop Seblay tercipta karena alasan kangen sama anak-anak. Terus karena aku kangen, ingin banget di lagu-lagu ini yang kerjakan anak-anak saja,” kata Danilla.


Danilla sendiri mangartikan “seblay” sebagai suatu kondisi yang lelah, lalu mendapat makanan yang enak, merasa kekeyangan, ditambah dengan terkana angin segar. Tentunya, kondisi tersebut cukup menyenangkan bagi sebagain besar orang.

Selama satu bulan penuh pada September 2021, semua anggota tim kesuksesan Danilla menmpati studio Ruang Waktu demi menggarap 12 lagu di Pop Seblay yang sebagian besar diciptakan Danilla dan Otta. Mereka diberi kesempatan untuk berkontribusi dalam album ini.

Para musisi yang biasa mengiringi Danilla manggung antaranya Lafa (gitar), Otta (kibor), Rendi James (gitar), Gallang Perdhana (bas), dan Edward Manurung (drum), hingga Lupus Mutiara, kucing penunggu Ruang Waktu yang ikut berseuara pada lagu Di Balik Selimut.

Dalam Pop Seblay juga menghadirkan sejumlah tamu spesial, antaranya Sigit Pramudita dari grup Tigapagi yang menyumbang lirik Bukan Otomata sebagai sesama penyayang binatang. Lalu, suara rayuan oleh pemandu siniar Bobby Mandela yang dapat didengar di lagu kudikan, Di Mana?, dan Fel d 1.

Penyanyi Teddy Adhitya menjadikan Fel d 1 lagu paling sensual yang pernah ada tentang alergi, dan seniman visual Fluxcup, yang menginspirasi judul album ini lewat seri video Monyet Seblay. Video tersebut mendapat kehormatan untuk membuka album Pop Seblay dengan monolog absurd khas Danilla.

Dengan kebersamaan itu, tidak heran jika album ini menjadi penuh humor dan lelucon internal, baik dari segi musiknya yang tiba-tiba menyelipkan dangdut atau disko maupun dari segi liriknya yang membicarakan tradisi menginjak sepatu baru teman (Di Mana?), keterpanaan saat bertemu lawan jenis (kudikan), serta kegagalan saat berusaha mendekatinya (kiw).

Selain itu, ada pula lagu-lagu yang mengutarakan berbagai keresahan Danilla, seperti MPV yang menolak ekspetasi pendengar terhadap karyanya, Berat Badan yang berusaha berdamai dengan komentar mengenai fisik tubuh, dan Dungu-Dungu yang membicarakan prefensi terhadap hal-hal bodoh dibanding yang berbobot.

Bagi yang menggemari sisi romantis Danilla, bisa menyimak Senja di Seberang Nusa yang megah dan melankolis, serta Dalam Nirvana, tembang disko yang merupakan versi baru dari sebuah lagu oleh grup lamanya Lafa, Suave.

“Ini album paling seru, menurut aku. Ibaratnua menyatakan, ini Danilla, dan karakter aku bersama teman-teman aku seperti ini,” ucapnya.

Tetap dengan rasa humor, harapan Danilla untuk album terbarunya ini adalah laku. Sebuah jawaban yang sangat Danila, sebagaimana Pop Seblay adalah album yang sangat Danilla juga. Album PopSeblay dirilis oleh Laguland Records di platform-platform digital pada 22 Februari 2022 lalu.

Baca Juga: Indonesia Kaya Cari Seniman Muda Berbakat Lewat Audisi Online

Baca Juga: Patah Hati Versi Elnanda Utomo dalam Mini Album “Bicara Sendiri”

Baca Juga: Single ‘Disarm’, Proyek Solo Dougy Mandagi Bersama Bloodmoon




Share To


rachli

rachli

March 1, 2022, 8 a.m.


tags : Pop Seblay Rasa Rindu Album Danilla Riyadi


Average: 0
Rating Count: 0
You Rated: Not rated

Please log in to rate.



Comments


Please Login to leave a comment.

ARTIKEL TERKAIT LAINNYA