Ilustrasi-pria berbelanja online.jpg

Tips Belanja Online agar Tetap Aman dan Nyaman

oleh: galih Shopping Tuesday, 12 April 2022 10:00 a.m.


Mancode – Memasuki Ramadan dan menyambut Lebaran 2022, tren belanja online diyakini akan meningkat. Berdasarkan survei online yang dilakukan perusahaan Survey Sensum terhadap 1.500 responden menunjukkan, masyarakat Indonesia akan menaikkan anggaran untuk kebutuhan berbelanja jelang Ramadan dan Lebaran. Kenaikan ini berkisar 10 persen dari Ramadan dan Lebaran tahun sebelumnya.

Anggota Komisi 1 DPR RI, Bobby Adhityo Rizaldi mengatakan memang banyak kemudahan yang didapatkan masyarakat dalam berbelanja online. Di sisi lain, masyarakat juga wajib mewaspadai hal-hal yang tidak diinginkan ketika berbelanja online. Pasalnya, tak menutup kemungkinan, saat berbelanja online bisa mengalami penipuan.

"Kita sebagai konsumen perlu mewaspadai ketika kita sering berbelanja online. Saat kita sangat aktif membeli barang dengan online, maka itu akan mengganggu manajemen keuangan kita. Kemudian tidak jarang barang yang kita beli itu tidak sesuai ekspektasi, kemudian kita jadi membeli barang yang tidak sesuai dengan kebutuhan dan hati-hati dengan penipuan dan pastinya rawan penipuan," ujar Bobby dalam Webinar bertajuk "Ngobrol Bareng Legislator: Aman dan Nyaman Belanja Online", Senin (11/4/2022).


Menurutnya, Indonesia memiliki peraturan perundang-undangan terkait transaksi online, yaitu Undang-undang Nomor 8 tahun 1999 dan PP 80 tahun 2019. "Rekan-rekan perlu juga menyampaikan kepada seluruh binaaan atau masyarakat bahwa perlu adanya pengetahuan mengetahui toko online-nya dengan secara cermat," katanya.

Ia mengingatkan, kepada para konsumen agar tidak mudah tergiur dalam berbelanja di ruang digital. Harga yang sangat murah, kadang kala dapat membohongi. "Jangan juga terlalu terpacu pada testimoni, kemudian simpan bukti transfer, perhatikan katalog produk, jangan lupa cek rekening penjual dan terakhir cek identitas penjual," jelasnya.

Ia memaparkan, ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat bertransaksi. Terlebih ketika pesanan telah diterima. "Jika kita berbelanja jangan asal membuang bungkus paket karena disitu ada data pribadi kita speerti nama, alamat dan nomor handphone, atau kita bisa coret data kita terlebih daahulu sebelum dibuang, bisa juga digunting atau juga dibakar,” ujarnya.

Dia melanjutkan, dalam berbelanja juga terdapat etikanya, seperti gunakan bahasa yang sopan ketika bertanya, jangan membandingkan harga, ucapkanlah permohonan maaf jika tidak jadi beli, tawarlah dengan harga yang wajar, jangan menuntut keistimewaan, dan jujur dalam hal testimoni. “Jangan lupa untuk mengucapkan terima kasih saat sudah selesai membeli," paparnya.

Sementara, Dirjen Aptika Kemenkominfo, Samuel Abrijani Pangerapan, B.Sc mengatakan, untuk mencegah hal yang ditidak diinginkan, terututama penipuan belanja online, pihaknya telah menjalankan pengembangan SDM digital yang meliputi literasi digital, cyber kreasi, serta mitra dan jejaringnya hadir untuk memberikan pelatihan yang dapat meningkatkan kemampuan digital pada seluruh lapisan masyarakat Indoensia.

"Berbagai pelatihan literasi digital yang kami berikan berbasis empat pilar utma, yaitu kecakapan digital, budaya digital, etika digital dan pemahaman digital. Hingga tahun 2021 tahun program literasi digital ini telah berhasil menjangkau lebih dari 12 juta masyarakat Indonesia," terangnya.

Baca Juga: Waspada Hacker Saat Belanja Online!

Baca Juga: Blibli 2.2 Buka Rangkaian Festival Belanja Online Sepanjang 2022




Share To


galih

galih

April 12, 2022, 10 a.m.


tags : Tips Belanja Online DPR RI Shopping Belanja Online


Average: 0
Rating Count: 0
You Rated: Not rated

Please log in to rate.



Comments


Please Login to leave a comment.

ARTIKEL TERKAIT LAINNYA