Dunia Digital.jpg

Tantangan Dunia Digital, Masyarakat Dituntut Lebih Kreatif dan Produktif

oleh: galih Technology Thursday, 31 March 2022 12:00 p.m.


Mancode - Perkembangan dunia digital membawa arus tersendiri bagi kehidupan manusia Hal itu dimulai dengan adanya Revolusi Industri 4.0. Sejurus dengan itu, setiap orang dituntut cepat beradaptasi. Tak sekadar adaptasi, mereka juga harus kreatif dan produktif di tengah perkembangan digitalisasi yang makin tak terbendung.

Tantangan tersebut dikupas tuntas dalam webinar “Ngobrol Bareng Legislator : Kreatif dan Produktif di Dunia Digital” pada Rabu (30/3/2022). Hadir sebagai pembicara Anggota Komisi 1 DPR RI Syaifullah Tamliha, S.Pi., M.S., Dirjen Aptika Kementerian Kominfo, Samuel A Pangerapan, B. Sc, dan seorang akademisi Tanah Air Dr. Sahlul Fuad, M.Si.

Dalam kesempatan itu, Anggota Komisi 1 DPR RI, Syaifullah Tamliha, S.Pi., M.S memaparkan bahwa di satu sisi, ruang digital membuka lebar kesempatan bagi setiap orang untuk produktif. Sejak kemajuan teknologi akibat Revolusi Industri 4.0, aktivitas manusia sampai pada titik di mana manusia acap kali tergambar dengan interkonektivitas yang cepat satu dengan yang lainnya tanpa sekat dan batasan dan tergambar dengan Slogan IoT (Internet of Things).


“Internet menawarkan banyak sekali fitur menarik yang dapat digunakan untuk membantu kegiatan dana ktivitas dalam kehidupan sehari-hari, seperti mencari informasi yang dibutuhkan, hiburan, berbelanja kebutuhan, hingga berbisnis. Internet membuka ruang yang sangat lebar dalam membantu kegiatan bisnis seperti perdagangan digital atau biasa disebut digital marketing,” terang Syaifullah Tamliha.

Menurutnya, WEF (World Economic Forum) menamakan gelombang perubahan saat ini, dengan gelombang perubahan yang melibatkan sejumlah gabungan teknologi perangkat dansoftware yang menyatukan hal fisik dan digital, yang memiliki dampak luas, jauh lebih besar dibadingkan revolusi industri sebelumnya. Pesatnya perkembangan teknologi, dunia digital dan internet tentu juga berimbas pada dunia pemasaran.Tren pemasaran di dunia beralih dari yang semula konvensional (offline) menjadi digital (online).

“Pemanfaatan ruang digital untuk meningkatkan produktifitas, sudah seharusnya dilakukan oleh masyarakat Indonesia. Bagaimana tidak, ruang-ruang digital saat ini menyediakan berbagai macam fitur untuk kegiatan bisnis dan perdagangan sehingga dapat dijangkau konsumen lebih luas, mulai dari level lokal hingga internasional,” tuturnya.

Sementara, Dirjen Aptika Kemenkominfo, Samuel A Pangerapan, B. Sc menjelaskan, pesatnya perkembangan teknologi yang semakin berpacu dengan adanya pandemi Covid-19 telah mendorong setiap manusia untuk berinteraksi dan melakukan berbagai kegiatan aktivitas di ruang digital.

“Kita sedang berada di era transportasi digital. Pada awal 2022 ini jumlah pengguna internet Indoensia telah mencapai 204,7 juta jiwa atau meningkat 2,1 juta dari tahun sebelumnya. Saya yakin angka ini akan terus meningkat dari tahun ke tahun, namun pasifnya penggunaan internet akan menimbulkan beberapa risiko, seperti penipuan online, hoaks, siber bullying dan konten-konten negatif lainnya, oleh karena itu penggunaan internet perlu dibantu dnegan kapasitas literasi digital yang mumpuni agar masyarakat dapat memanfaatkan dengan produktif, bijak dan tepat guna,” paparnya.

Sebagai akademisi, Dr. Sahlul Fuad, M.Si memaparkan, berpikir kreatif memiliki banyak manfaat dalam kehidupan kehidupan kita, namun berpikir kreatif akan lebih baik apabila diimbangi dengan tindakan inovatif. “Suatu inovasi dikatakan penemuan apabila merupakan kreasi atas suatu (produk atau jasa), yang tidak pernah dilakukan sebelumnya,” katanya.

Menurutnya, masyarakat hari ini tidak lagi menggantungkan diri terhadap informasi satu arah dari media konvensional seperti televisi, radio, dan mediacetak. Namun lebih luas lagi, yakni dengan kecenderungan berselancar di dunia maya. Di sisi lain, perkembangan digital terus mengeluarkan produk-produk yang sangat mutakhir.

Salah satunya, yakni lahirnya sistem bernama Crypto dan Non-Fungible Token (NFT). Keduanya dapat dimanfatkan menjadi peluang sukses baru. Cryptocurrency adalah sebuah teknologi yang berbasis blockchain yang sering digunakan sebagai mata uang digital.

“Uang digital berbeda dengan uang konvensional, uang jenis ini tidak memiliki bentuk fisik melainkan hanya sebuah block data yang di ikat oleh hash sebagai validasinya. Datanya tersebar ke setiap penggunacryptocurrency yang berada dalam lingkungan itu. Sedangkan NFT merupakan sebuah teknologi untuk sertifikasi aset digital dalam bentuk token yang dapat diperjual belikan secara terbuka ke seluruh dunia,” jelas Sahlul.

Dia melanjutkan, perkembangan teknologi komunikasi dan informasi, menuntut peran serta masyarakat untuk adaptif dan responsif agar dapat bertahan di kehidupan kita saat ini. Kecanggihan teknologi Internet of Things(IoT), Artificial Intelligence (AI) dan robotik pada sektor industri telah membawa perubahan signifikan kepada kehidupan masyarakat.

“Mari kita sonsong peradaban digital ini, kita jangan hanya sebagai konsumen tetapi kita juga harus berperan sebagai produsen karen mengingat persaingan global yang semaki hari semakin ketat. pada peradaban digital ini kita bukan hanya bersaing dengan orang-orang di lingkungan sekitar, cakupan kawasan persaingan kita menjadi sangat luas dikarenakan kemajuan digital yang ada,” pungkasnya.

Baca Juga: Menakar Peran Media Sosial dalam Memberantas Kekerasan Online

Baca Juga: F5 Perkuat Perlindungan Dunia Digital Melalui F5 Distributed Cloud Sevices




Share To


galih

galih

March 31, 2022, noon


tags : Dunia Digital DPR RI Tantangan Dunia Digital Technology


Average: 0
Rating Count: 0
You Rated: Not rated

Please log in to rate.



Comments


Please Login to leave a comment.

ARTIKEL TERKAIT LAINNYA