Studi Ericsson 5G Buka Jalan Menuju Teknologi Metaverse.jpg

Studi Ericsson: 5G Buka Jalan Menuju Teknologi Metaverse

oleh: rachli Technology Wednesday, 26 October 2022 21:00 p.m.


Mancode - Ericsson ConsumerLab mengeluarkan laporan terbaru berjudul 5G: The Next Wave. Laporan membahas dampak teknologi 5G terhadap konsumen yang merupakan pengguna awal, sejak 5G diluncurkan serta mengukur niat pelanggan yang tidak menggunakan 5G dalam teknologi dan ekspetasi mereka.

Skala pengukuran dalam penelitian ini memberi pihaknya wawasan yang aktual tentang pandangan dan sikap konsumen terhadap 5G. Laporan menunjukkan bahwa calon pengguna 5G gelombang berikutnya memiliki ekspektasi yang berbeda dari pengguna awal terhadap teknologi.

“Secara keseluruhan, konsumen melihat keterlibatan dengan 5G sebagai bagian penting dari gaya hidup mereka di masa depan,” ucap Head of Ericsson ConsumerLab, Jasmeet Singh Sethi.


Di Indonesia, laporan ini memperkirakan setidaknya 53 persen konsumen berniat untuk mulai berlangganan 5G pada 2023. Sementara itu, terdapat hampir setengah dari penggunanya sudah memiliki perangkat yang mendukung 5G diperkirakan 32 juta di antaranya akan berlangganan 5G pada 2023.

Adapun ekspektasi dari 53 persen konsumen tersebut terhadap teknologi 5G, yaitu mereka menganggap aplikasi dan layanan inovatif menjadi alasan utama mereka untuk berlangganan 5G. Selain itu, calon pengguna 5G berpendapat bahwa jangkauan jaringan lebih penting daripada kecepatan.

Perpaduan dari pelacakan data yang mencakup peluncuran 5G sejak 2019 yang dilakukan oleh Ericsson dan survei konsumen baru ini telah memungkinkan ConsumerLab Ericsson untuk mengidentifikasi enam tren utama yang berpengaruh pada gelombang adopsi 5G berikutnya.

Laporan tersebut mencakup perubahan perilaku yang dipicu oleh bundling layanan digital di dalam paket 5G yang disediakan oleh Penyedia Layanan Komunikasi (CSP) - yang paling utama yakni meningkatnya penggunaan enhanced video dan aplikasi AR.

Di Indonesia, dibandingkan dengan pengguna 4G, sebanyak dua kali lipat pengguna awal 5G menggunakan lebih dari tiga layanan digital setiap hari, beberapa di antaranya adalah streaming video dan audio dalam format High-Definition (HD), bermain game multipemain online, dan menonton siaran multi-view atau mengunduh konten video dalam HD/4K.

Hal itu tercermin dari 97 persen pengguna awal 5G yang menganggap pengalaman inovatif 5G sebagai bagian yang penting dalam paket broadband seluler mereka.

Jasmeet menambahkan, sangat menarik untuk dicatat bahwa 5G muncul sebagai fasilitator penting bagi pengguna awal teknologi 5G untuk menggunakan layanan yang berkaitan dengan metaverse, seperti bersosialisasi, bermain, dan membeli barang digital di platform game virtual 3D interaktif.

“Jumlah waktu yang dihabiskan oleh pengguna 5G untuk menggunakan aplikasi AR juga meningkat dua kali lipat selama dua tahun terakhir, dibandingkan dengan pengguna 4G,” katanya.

Selain itu, laporannya juga membahas mengenai kecepatan adopsi 5G yang paling umum, apakah permintaan konsumen terpenuhi, dan perubahan perilaku pengguna smartphone terkait 5G - dan dampaknya terhadap lalu lintas jaringan.

Lebih dari 49.000 konsumen di 37 negara termasuk Indonesia diwawancarai dalam penelitian ini yang merupakan bagian dari survei global terbesar dalam industri mengenai konsumen yang berkaitan dengan 5G dan survei konsumen terbesar yang dilakukan oleh Ericsson mengenai topik apa pun. Cakupan survei mewakili pendapat dari 1.7 miliar konsumen di seluruh dunia, termasuk 430 juta pelanggan 5G.

Baca Juga: Ericsson Tingkan Standar Keberlanjutan dengan Radio 5G Triple-Band

Baca Juga: Ericsson Indonesia Resmikan Kantor Baru Berkonsep Employee-Centric

Baca Juga: Laporan Ericsson Mobility: Teknologi IoT Meningkat 80 persen di 2021




Share To


rachli

rachli

Oct. 26, 2022, 9:30 p.m.


tags : 5G Ericsson Teknologi Metaverse


Average: 0
Rating Count: 0
You Rated: Not rated

Please log in to rate.



Comments


Please Login to leave a comment.

ARTIKEL TERKAIT LAINNYA