Borobudur.jpg

Strategi Kemenparekraf Genjot Potensi Wisata Borobudur

oleh: galih Travel Friday, 21 May 2021 13:00 p.m.


Mancode – Kawasan Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, terus digenjot potensi wisatanya oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Salah satu upayanya adalah melakukan pembangunan akses jalan dan infrastruktur menuju lahan otoritatif Badan Otorita Borobudur (BOB) yang mulai dikerjakan dalam beberapa bulan ke depan.

Menteri Kemenparekraf Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, pembangunan tersebut merupakan tindaklanjut pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di kawasan Borobudur. Ini diperlukan untuk peningkatan lebar dan kualitas jalan masuk ke zona otorita dari Kabupaten Purworejo melalui Desa Sedayu sepanjang 23 km.

"Selanjutnya terkait status lahan yang sedang diupayakan pengurusan dari sertifikat APL (Area Penggunaan Lain) ke HPL (Hak Pengelolaan). Ini yang sedang kita proses dgn KLHK, targetnya bulan Juli ini untuk yang Polygon II dan bulan Desember untuk yang Polygon I,” kata Sandiaga usai mengikuti “Rapat Koordinasi Kemenko Marves Triwulan Dewan Pengarah Badan Otorita Borobudur” di Magelang, Jawa Tengah, Kamis (20/5/2021).


Dia melanjutkan, untuk polygon I sendiri luas wilayahnya sebesar 21,22 hektare, sedangkan polygon II luas wilayahnya 31,12 hektare telah selesai pemenuhan syarat TMKH (Tukar Menukar Kawasan Hutan), sehingga poligon II diproyeksikan rampung lebih cepat dibandingkan dengan poligon I.

Selanjutnya, ada kerja sama jangka panjang dengan Perum Perhutani yang sudah ada dalam bingkai MoU Kemenparekraf dengan BUMN. Menparekraf mengatakan akan mendorong dewan pengarah untuk memastikan bahwa kerja sama tersebut bisa direalisasikan.

Terakhir, pembentukkan BLU (Badan Layanan Umum). BLU Badan Otorita Borobudur yg mengelola lahan otoritatif di purworejo dan wilayah koordinatif di tiga DPN, sudah masuk ke dalam tahap pembahasan dan evaluasi, diharapkan bisa segera selesai.

Sedangkan BLU untuk Cagar Budaya juga akan diproses oleh Balai Konservasi Cagar Budaya karena berkaitan dengan pengelolaan di zona satu dengan zona dua Candi Borobudur. BLU ini adalah konsep yang diusung BOB dan dengan dukungan dari Bappenas sedang dijajagi dengan skema Public Private Partnership, karena anggaran yang dimiliki Kemenparekraf terbatas, sementara tuntutan pembangunan lahan tersebut sangat tinggi. Maka dilakukan dengan pembangunan berbasis kemitraan pemerintah dan badan usaha (KPBU).

“BLU ini akan difinalisasikan dalam rapat koordinasi triwulan ke depan, jadi mungkin tiga bulan dari sekarang, tapi memang targetnya Juli ini sudah bisa difinalisasikan. Karena ini adalah bentuk kerja sama dari tiga pihak, ada Kemendikbud Ristek, Kementerian BUMN, PT. TWC dan kami sendiri,” jelas Sandiaga.

Pada intinya zona satu dan dua di Borobudur akan menjadi domain Kemendikbud Ristek, yang nantinya lahan tersebut akan berbasis pelestarian cagar budaya. Sedangkan zona yang diluar ini sedang diupayakan kerja sama dengan pola KPBU.

“Untuk atraksinya sendiri, tadi saya sempat melihat dari beberapa titik ada kemungkinan diciptakan suatu atraksi yang berkaitan dengan eco-tourism, mulai dari tracking sampai dengan agrowisata, dan juga berkaitan dengan advanture yang dipandu dengan aplikasi,” jelas Sandiaga.

Menurutnya, langkah ini akan dikerjakan secara all out, karena Borobudur adalah salah satu dari lima destinasi super prioritas, dan juga mampu membuka peluang kerja seluas-luasnya, serta Borobudur dengan homestay dan produk ekonomi kreatifnya terus beradaptasi dengan keterampilan atau keahlian baru.

“Para pelaku bukan hanya bisa berjualan online dan bisa membuat konten, tetapi juga bisa menceritakan dalam konsep storynomics agar terciptanya ekonomi yang berkeadilan, ekonomi yang berpihak kepada masyarakat sekitar Borobudur dan betul-betul membantu teman-teman yang membutuhkan, khususnya di tengah pandemi dan melambatnya ekonomi,” lanjutnya.

Sementara, Direktur Utama Badan Otorita Borobudur, Indah Juanita, mengatakan seperti yang sudah dijelaskan oleh Menparekraf mengenai akses jalan dan infrastruktur, Kementerian PUPR sudah memutuskan bahwa aksesibilitas akan segera di bangun dengan payung hukum Keppres (Keputusan Presiden).

“Ini merupakan satu perjuangan yang luar bisa dari kita semua untuk mewujudkan jalur jalan tersebut. Untuk BLU sendiri akan kita rapatkan lagi antara Kemenparekraf dengan Kemendikbud Ristek, karena nanti akan ada pembagian wilayah yang harus dipastikan, agar wilayah tersebut benar-benar definitif, dan tidak tumpang tindih,” ungkap Indah.

Baca Juga: Upaya Kemenparekraf Jaga Eksistensi Pariwisata Indonesia

Baca Juga: 7 Rekomendasi Destinasi Wisata di Filipina yang Wajib Dikunjungi

[#R}

Baca Juga: Kongko Asyik Sambil Bermain Mini Golf di Kolepa Bintaro




Share To


galih

galih

May 21, 2021, 1:03 p.m.


tags : Kemenparekraf Travel Wisata Borobudur Potensi Wisata Borobudur Candi Borobudur


Average: 0
Rating Count: 0
You Rated: Not rated

Please log in to rate.


Comments


Please Login to leave a comment.

ARTIKEL TERKAIT LAINNYA