Startup Dagangan Layani Pemenuhan Kebutuhan Pokok Masyarakat Desa.jpg

Startup Dagangan Layani Pemenuhan Kebutuhan Pokok Masyarakat Desa

oleh: rachli Shopping Friday, 11 February 2022 9:00 a.m.


Mancode - Bagi masyarakat pedesaan, untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari biasanya pergi ke kota terdekat, dan terkadang membutuhkan waktu lama serta biaya yang tidak sedikit. Untuk meminimalisir pengeluaran, tidak jarang dari mereka yang menyetok ketersediaan barang kebutuhan sehari-hari.

Melihat kondisi tersebut, Dagangan, startup social commerce berbasis teknologi karya anak bangsa yang fokus melayani masyarakat di wilayah rural, memperkenalkan layanan pemenuhan kebutuhan primer untuk dapat berbelanja dari rumah dan belanjaan dikirim langsung dalam 1X24 jam tanpa ongkos kirim.

CEO dan Co-founder Dagangan Ryan Manfe meneybutkan, akses terhadap pemenuhan kebutuhan pokok secara lebih cepat dan mudah dari Dagangan diharapkan bisa mengakselerasi pemerataan ekonomi. Dengan begitu, masyarakat pedesaan bisa memiliki kesempatan yang sama dengan perkotaan.


“Masyarakat pedesaan kini memiliki kesempatan sama dengan perkotaan dalam hal pemenuhan kebutuhan sehari-hari secara lengkap dan terjangkau, tanpa mengeluarkan biaaya tambahan untuk pengiriman,” katanya menukil keteragnan resmi yang diterima belum lama ini.

Efisiensi waktu dan biaya yang ditawarkan Dagangan menjadi opsi yang menguntungkan, terutama bagi masyarakat yang tinggal di desa maupun daerah kecil lainnya yang harus menempuh waktu dua hingga tiga jam perjalanan hanya untuk berbelanja di kota terdekat.

Dalam laporannya, Unicef mengungkapkan, selama pandemi lebih dari 20 persen masyarakat di pedesaan mengalami pembengkakan biaya untuk kebutuhan pokok sebagai akibat keterbatasan mobilitas. Masyarakat membutuhkan waktu lebih lama dan biaya besar hanya untuk membeli keperluan sehari-hari.

Salah satu pengguna Dagangan, Suherma, dari Desa Prapag Lor, Kecamatan Loasri, Brebes, membenarkan hal tersebut. Biasanya, dirinya membutuhkan waktu dua hingga tiga jam untuk menuju pasar dan membeli stok berbagai kebutuhan pokok.

“Semenjak menggunakan aplikasi Dagangan, saya dapat menghemat waktu dan biaya. Saya bisa belanja dari rumah dan barang pesanan langsung diantar ke rumah,” ucapnya.

Model Operasinal Hubs-and-Spoke

Melayani masyarakat yang tinggal di daerah atau wilayah Tier tiga dan empat, mulai menjadi perhatian di berbagai lini bisnis di Indonesia, terutama bisnis ritel. Hal ini mengacu pada fakta bahwa tiga dari lima orang Indonesia, pemegang ekonomi terbesar Asia Tenggara, tinggal di luar wilayah perkotaan.

Alasan tersebut menjadikan Dagangan memilih untuk memfokuskan operasionalnya pada area Tier tiga dan empat, memiliki posisi yang kuat dalam rantai nilai pasok. Berangkat dari adanya kesenjangan itu, Dagangan mengimplementasikan model operasinal hubs-and-spoke.

Startup ini menjalin sinergi dengan tokoh masyarakat, pengusaha lokal, dan UMKM di daerah pedesaan yang memegang peranan penting dalam berinteraksi dengan warga sekitar. Pendekatan ini dinilai tepat dan efisien terutama untuk penetrasi ke daerah rural yang sebelumnya sulit dijangkau.

“Model operasional ini membantu para produsen besar baik skala nasional maupun internasional untuk menjangkau daerah yang sebelumnya sulit dijangkau karena keterbatasan logistik,” kata COO dan Co-founder Dagangan Maha Willy Chandra.

Saat ini, lanjut Willy menjelaskan, Dagangan memiliki lebih dari 40 hubs yang tersebar di beberapa titik di area rural, sehingga pengiriman kebutuhan pokok ke konsumen menjadi lebih depat dengan biaya logistik yang lebih efesien.

Model bisnis Dagangan menjadikan warga desa mampu memperoleh keuntungan dari partisipasinya sebagai distributor, reseller, maupun agen berbagai barang kebutuhan primer, dan bahkan sebagai pemilik warung atau pembeli eceran.

Dukung Pemberdayaan Masyarakat dalam Berwirausaha

Selain itu, Dagangan juga mendukung pemberdayaan masyarakat dalam berwirausaha dengan memfasilitasi para produsen produk lokal unggulan dari berbagai daerah untuk mengakses pasar yang lebih luas.

“Kini ada ratusan produk lokal yang telah menjangkau pasar nasional melalui berbagai saluran distribusi, baik tradisional, modern, maupun digital,” kata Willy.

Hingga saat ini, Dagangan telah melayani lebih dari 100 ribu transaksi dan menjangkau lebih dari delapan ribu desa di wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Yogyakarta. Ke depan, Dagangan akan terus memperluas cakupan operasionalnya, sehingga lebih banyak lagi penduduk rural yang dapat menikmati layanannya.

Baca Juga: Makuku Family Tawarkan Suasana Berbelanja Ramah Ibu dan Anak

Baca Juga: Blibli 2.2 Buka Rangkaian Festival Belanja Online Sepanjang 2022

Baca Juga: GlowInc Potion Hadirkan Rangkaian Skincare Atasi Jerawat Anti Rumit




Share To


rachli

rachli

Feb. 11, 2022, 9 a.m.


tags : Startup Social Commerce Dagangan Aplikasi Kebutuhan Pokok


Average: 0
Rating Count: 0
You Rated: Not rated

Please log in to rate.



Comments


Please Login to leave a comment.

ARTIKEL TERKAIT LAINNYA