Singapore Airlines Kembali Mambuka Layanan Penerbangan Ke Bali.jpg

Singapore Airlines Uji Cobakan Penggunaan Bahan Bakar Pesawat Berkelanjutan

oleh: rachli Travel Wednesday, 23 February 2022 9:00 a.m.


Mancode - Sebagai bagian dari uji coba penggunaan bahan bakar pesawat berkelanjutan atau Sustainable Aviation Fuel (SAF), Civil Aviation Authority of Singapore (CAAS), Singapore Airlines (SIA), dan perusahaan investasi global Temasek, sepakat memilih ExxonMobil sebagai penyedia bahan bakar pesawat.

Pada uji coba, SIA mendapat dukungan dari CAAS dan Temasek akan membeli campuran SAF dari ExxonMobil. Produk ini terdiri dari 1,25 juta liter SAF yang akan disediakan oleh Neste dan terbuat dari minyak goreng bekas dan limbah lemak hewani, serta dicampur dengan bahan bakar jet yang dimurnikan.

Director-General CAAS Han Kok Juan mengatakan, keberlanjutan akan menjadi prioritas utama CAAS pada tahun-tahun mendatang di saat sedang menghidupkan kembali perjalanan udara dan membangun kembali pusat perjalanan Singapura.


“Uji coba SAF hasil kolaborasi CAAS, SIA, dan Temasek merupakan landasan penting dalam upaya kami mengembangkan pusat perjalanan udara yang berkelanjutan” katanya melansir keterangan resmi yang diterima.

Secara operasional, ini akan memvalidasi opsi integrasi SAF di Singapura dan memberikan wawasan mengenai komponen dasar secara keseluruhan, struktur penetapan harga potensial untuk pemulihan biaya, dan mendukung pertimbangan kebijakan masa depan untuk penggunaan SAF.

Bahan bakar campuran ini akan dikirim ke Bandara Changi melalui sistem pengisian bahan bakar yang ada di bandara pada akhir Juli 2022. Mulai kuartal ketiga 2022, semua penerbangan SIA dan Scoot akan menggunakan bahan bakar berkelanjutan ini.

Penunjukkan ExxonMobil mengikuti Request for Proposal (RFP) pada 10 November 2021 untuk mengundang produsen dan penyedia bahan bakar terpilih guna mengembangkan dan melaksanakan rencana pengiriman ke Bandara Changi Singapura.

Hal tersebut juga merupakan tindak lanjut dari studi sebelumnya yang dilakukan Pemerintah Singapura dan pelaku industri tentang kelayakan operasional dan komersial dalam pengunaan SAF di Bandara Changi. Selama uji coba lebih dari satu tahun, diharapkan dapat mengurangi sekitar 2.500 ton emisi karbon dioksida.

“ExxonMObil bangga dapat bekerja sama dalam uji coba SAF pertama di Singapura. Kemampuan infrastruktur dan logistik kami yang stabil memungkinkan untuk menyediakan bahan bakar jet yang dicampur bahan bakar pesawat berkelanjutan Neste di Bandara Changi,” ujar

Chairman and Managing Director ExxonMobil Asia Pacific Pte Ltd Geraldine Chin juga menyampaikan rasa bangga bisa bekerja sama dalam uji coba SAF pertama di Singapura. Kemampuan infrastruktur dan logistik yang stabil memungkinkan untuk menyediakan bahan bakar jet yang dicampur dengan bahan bakar pesawat berkelanjutan Neste di Bandara Changi.

“Kami memanfaatkan sumber daya, teknologi, dan kemampuan kami untuk menghasilkan lebih dari banyak bahan bakar yang dapat diperbaharui guna membantu pelanggan mengurangi emisi mereka,” sambungnya.

SAF Solusi Dekarbonisasi Penerbangan

Senior Vice President, Corporate Planning, Singapore Airlines Lee Wen Fen juga mengatakan, bahan bakar pesawat berkelanjutan adalah kunci utama untuk dekarbonasi, dan jalan penting menuju keberhasilan serta komitmen grup perusahaan SIA dalam mencapai emisi nol karbon pada 2050.

“Uji coba ini memperkuat komitmen kami terhadap dekarbonasi dan keberlanjutan di seluruh kegiatan operasional kami. Kolaborasi bersama mitra kami, dapat mempercepat dan meningkatkan penggunaan bahan bakar pesawat berkelanjutan di Singapura,” katanya.

Hal senada juga disampaikan Managing Director Sustainable Solutions Temasek Frederick Teo. Dirinya mengatakan, uji coba SAF menandai langkah penting dalam komitmen pihaknya mengoperasikan solusi untuk dekarbonisasi dalam sektor yang sulit dikurangi seperti penerbangan.

“Kami berharap bisa mempelajari petunjuk operasional yang berguna dalam uji coba ini, dan bekerja sama dengan mitra kami untuk memajukan batas penerbangan berkelanjutan melalui strategi dekarbonisasi yang berdampak luas di industri ini,” ucapnya.

Baca Juga: Singapore Airlines Kembali Membuka Layanan Penerbangan Ke Bali

Baca Juga: Singapore Airlines Kembali Memulai Penerbangan Pertama Ke Bali

Baca Juga: Kemenparekraf Uji Coba Travel Bubble Singapura-Indonesia




Share To


rachli

rachli

Feb. 23, 2022, 9 a.m.


tags : Civil Aviation Authority of Singapore ExxonMobil Bahan Bakar Pesawat Temasek Singapore Airlines


Average: 0
Rating Count: 0
You Rated: Not rated

Please log in to rate.



Comments


Please Login to leave a comment.

ARTIKEL TERKAIT LAINNYA