Templet_Mancode_ (3).jpg

Seniman Keturunan Tiongkok Tuntut Museum di Los Angeles

oleh: fachrul Life Style Wednesday, 9 December 2020 14:00 p.m.


Mancode - Seorang seniman menggugat sebuah museum AS dan kota Los Angeles setelah karyanya secara tidak sengaja dibuang.

David Lew, yang memiliki nama beken Shark Toof, mengambil tindakan terhadap Chinese American Museum di LA. Menurut Los Angeles Times, David Lew mengklaim museum tersebut membuang karyanya saat masih ditampilkan sebagai bagian dari pameran 2018. Pihak museum belum menanggapi permintaan komentar dari BBC.

Apa karya instalasinya?


Karya David Lew, berjudul Shayu De Yi Nian Lai See (Tahun Paket Merah Hiu), muncul di halaman museum. Pameran tersebut menampilkan 88 tas jinjing kanvas kosong yang digantung di garis cuci, tradisi bagi imigran Cina yang bekerja di bisnis binatu AS.

Ide dari karya itu adalah tas akan mengembangkan karakter individu dari waktu ke waktu seperti kerusakan akibat sinar matahari, kanvas berjumbai atau cat memudar. Karya seni tersebut muncul sebagai bagian dari pameran museum Don't Believe the Hype: LA Asian American in Hip-Hop.

Menurut museum, yang terletak di Chinatown asli LA, 14 dari 88 tas telah jatuh selama pertunjukan berlangsung. Dokumen resmi yang dilihat oleh surat kabar tersebut menegaskan bahwa kru pemeliharaan kota telah menurunkan tas yang tersisa dan membuangnya, beberapa hari sebelum pameran berakhir.

_115872496_gettyimages-109269283.jpg

Tak seorang pun dari museum berada di sana untuk mengawasi pemindahan mereka karena, kata museum, mereka belum diberi tahu bahwa potongan karya David Lew akan disingkirkan pada hari itu.

Melvin Avanzado, seorang pengacara yang mewakili Friends of the Chinese American Museum, mengatakan kepada LA Times bahwa kelompok itu "masih meninjau tuduhan tersebut".

"Namun, Friends of the Chinese American Museum tidak melakukan kesalahan apa pun sehubungan dengan tas jinjing yang menghiasi halaman di luar museum. Saya berharap dapat membuktikan bahwa klaim terhadap klien saya tidak ada gunanya," tambah Melvin Avanzado.

Seorang rekan kurator pameran, Justin Charles Hoover, mengatakan dia "menganggap itu adalah kesalahan yang sama sekali tidak bersalah".

Bangunan tempat museum disimpan dimiliki dan dipelihara oleh kota Los Angeles. Tas-tas itu dimaksudkan untuk dijual di museum masing-masing seharga $88 (Rp1,2 juta) setelah pameran selesai, dan beberapa telah dijanjikan kepada kolektor karya David Lew.

"Tidak bisa melihat hal-hal ini setelah delapan bulan, di lokasi, sangat menyayat hati. Ini seperti kalian sedang menonton Super Bowl dan mereka berkata, 'Kami tidak akan memanggil pemenang, kami hanya akan mengakhirinya di kuartal ketiga.' Tidak ada resolusi," kata David Lew dalam sebuah wawancara.

Baca Juga: Kekayaan Pendiri Uniqlo Tadashi Yanai Melonjak Ratusan Triliun

Baca Juga: Aplikasi Makanan Cina HungryPanda Raih Rp992 Miliar

Baca Juga: Riset: Orang yang Teratur Makan Cabai Bisa Berumur Panjang




Share To


fachrul

fachrul

Dec. 9, 2020, 2 p.m.


tags : David Lew Chinese American Museum Museum


Average: 0
Rating Count: 0
You Rated: Not rated

Please log in to rate.


Comments


Please Login to leave a comment.

ARTIKEL TERKAIT LAINNYA

YOU MAY ALSO LIKE

Technology 6 May 2021 13:00 p.m.

TikTok Luncurkan Buku Panduan #SamaSamaBelajar

Entertainment 18 April 2021 12:00 p.m.

Raffi Ahmad Jaga Kesehatan Janin Istri Secara Protektif