Yenny Wahid.jpg

Selamat Ulang Tahun Yenny Wahid

oleh: fachrul Entertainment Tuesday, 29 October 2019 6:00 a.m.


Hari ini adalah hari kelahiran seorang perempuan pemberani dan hebat bernama Zannuba Ariffah Chafsoh atau yang dikenal publik dengan nama Yenny Wahid.

Yenny Wahid yang lahir di Jombang, Jawa Timur pada 29 Oktober 1974 adalah seorang aktivis Islam dan politisi Indonesia. Yenny tak pernah mengenal lelah. Sejak ditinggalkan sang ayah (Gus Dur), beban berat ada di pundaknya. Yenny hadir mengawal dan menyebarkan pemikiran-pemikiran indah ayahnya tentang demokrasi, pluralisme, dan toleransi.

Yenny Wahid adalah anak kedua dari pasangan K.H. Abdurrahman Wahid dan Sinta Nuriyah. Ia mempunyai seorang kakak, Alisa Wahid dan dua orang adik, Anita Wahid dan Inayah Wahid. Seperti halnya ayahnya, Yenny terlahir dalam lingkungan keluarga Nahdlatul Ulama. Pola pikirnya pun tidak jauh dengan ayahnya yang lebih mengedepankan Islam yang moderat, menghargai pluralisme dan pembawa damai.

Meski dari keluarga pesantren, Yenny Wahid justru berbeda dengan kebanyakan anak-anak kiyai lainnya. Yenny justru masuk sekolah umum. Lulus dari SMA Negeri 28 Jakarta pada tahun 1992, Yenny sempat menempuh studi Psikologi di Universitas Indonesia. Atas saran ayahnya, Yenny memutuskan keluar dari Universitas Indonesia dan menekuni studi Jurusan Visual di Universitas Trisakti. Yenny melanjutkan studi administrasi publik di Universitas Harvard, Boston.

Selepas mendapat gelar sarjana desain dan komunikasi visual dari Universitas Trisakti, Yenny memutuskan untuk menjadi jurnalis. Sebelum terjun secara khusus mendampingi ayahnya, Yenny bertugas sebagai reporter di Timor-Timur dan Aceh. Ia menjadi koresponden koran terbitan Australia, The Sydney Morning Herald dan The Age (Melbourne) antara tahun 1997 dan 1999. Saat itu, meski banyak reporter keluar dari Timor Timur, Yenny tetap bertahan dan melakukan tugasnya. Yenny sempat kembali ke Jakarta setelah mendapat perlakuan kasar dari milisi, namun seminggu kemudian ia kembali ke sana. Liputannya mengenai Timor Timur pasca referendum mendapatkan anugrah Walkley Award.

Yenny Wahid berhenti jadi wartawan karena ayahnya terpilih menjadi presiden RI ke-4 pada tahun 1999. Sejak itu, ke manapun Gus Dur pergi, Yenny selalu berusaha mendampingi ayahnya, apalagi kondisi fisik ayahnya terbatas. Hal tersebut Yenny jalani mulai tahun 1999-2001.

Pada 2004, Yenny Wahid menjabat sebagai direktur Wahid Institute yang saat itu baru berdiri. Hingga kini ia menduduki jabatan tersebut.

Baca Juga: Mengintip Profil Tokoh Tiga Zaman Emil Salim


Share To


fachrul

fachrul

Oct. 29, 2019, 6 a.m.


tags : Nahdlatul Ulama NU Islam Nusantara Yenny Wahid Gus Dur Zannuba Ariffah Chafsoh Wahid Institute


Average: 0
Rating Count: 0
You Rated: Not rated

Please log in to rate.


Comments


Please Login to leave a comment.


ARTIKEL TERKAIT LAINNYA

you may also like

Life Style 15 November 2019 17:00 p.m.

Jepang Larang Pekerja Wanita Memakai Kacamata

History 15 November 2019 16:00 p.m.

Kesederhanaan dan Kecantikan Hati Sandra Dewi

Technology 15 November 2019 16:00 p.m.

Google Diam-diam Bocorkan Data Medis Jutaan Pasien

Life Style 15 November 2019 15:00 p.m.

Riset: Orang Bodoh selalu Emosi