Selama Ramadan, Jaga Kadar Kolesterol dengan Atur Asupan Nutrisi.jpg

Selama Ramadan, Jaga Kadar Kolesterol dengan Atur Asupan Nutrisi

oleh: rachli Life Style Thursday, 31 March 2022 7:00 a.m.


Mancode - Meskipun berpuasa baik untuk kesehatan tubuh, namun tetap perlu memperhatikan pola dan asupan makan. Biasanya, saat berbuka puasa tidak sedikit yang khilaf dalam mengkonsumsi makanan yang mengandung lemak jenuh dan gula berlebih. Hal ini tentu akan menyebabkan peningkatan kolesterol.

Kadar kolesterol yang tinggi bisa menimbulkan banyak penyakit, seperti jantung koroner, stroke, hingga peyumbatan pembuluh darah. Untuk mencegahnya, perlu mengadopsi pola hidup sehat dan mendukung pengelolaan kolesterol dengan pola makan yang baik, dan banyak bergerak.

Diterangkan oleh dokter spesialis gizi klinis RS Siloam Kebon Jeruk, dr Sheena R. Angelia, M.Gizi, SpGK, terkadang memang suka lengah menjaga asupan nutrisi berkualitas dan mudah khilaf ketika tersaji banyak makanan enak saat berbuka di bulan puasa.


“Padahal saat berpuasa, banyak orang cenderung mengurangi aktivitas fisik karena khawatir membatalkan ibadah puasa. Hal ini menimbulkan risiko sedentary lifestyle, gaya hidup yang minim aktivitas fisik,” katanya dalam keterangan resmi yang diterima, Rabu (30/3/2022).

Jika dikombinasikan dengan pola diet kurang sehat, lanjutnya, gaya hidup semacam itu berisiko. Tanpa disadari, saat berbuka puasa dengan makanan mengandung kolesterol tinggi, seperti daging berlemak, junk food, atau makanan tinggi lemak jenuh lainnya membuat kadar kolesterol jahat meningkat.

Penyakit hiperkolesterolmia atau kadar kolesterol yang tinggi memang mengancam kesehatan masyarakat di seluruh dunia, khususnya negara-negara Asia. Diduga, kolesterol menjadi penyebab 3,9 juta kasus kematian di seluruh dunia yang setengahnya terjadi hanya di wilayah Asia.

Di Indonesia, data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kementerian Kesehatan 2018, menunjukkan bahwa 6,3 persen penduduk berusia 15-34 tahun dilaporkan memiliki kolesterol tinggi. Jumlah itu diduga meningkat selama pandemi, karena memicu kebiasaan ‘rebahan’ dan kebiasaan lain mencirikan sedentary lifestyle.

Sejatinya, kolesterol adalah senyawa yang diperlukan tubuh untuk memproduksi hormon, vitamin D, dan komponen lain yang digunakan untuk mencerna makanan. Namun, jika jumlah kolesterol terlalu banyak atau tidak ada keseimbangan anatara LBL dan HDL, akan membawa dampak buruk bagi kesehatan.

Di tahap awal memang tidak ada gejala khusus saat kadar kolesterol meningkat, namun jika sudah lebih dari 200 mg/dL, biasanya muncul gejala tidak nyama seperti sering sakit kepala, tengkuk, hingga bahu terasa pegal dan kaku, nyeri pada persendian.

“Munculnya benjolan pada pada tendon persendian (Xanthoma), dan gumpalan-gumpalan seperti jerawat di bawah kelopak mata (Xanthelasma),” paparnya.

Untuk menjaga kadar kolesterol bisa dilakukan dengan banyak cara. Mulai dari mengadopsi pola makan gizi seimbang yang terdiri dari karbohidrat kompleks, protein, lemak baik dan tinggi serat, meningkatkan aktivitas fisik, hindari rokok, dan pengelolaan stres juga harus diperhatikan.

Baca Juga: Ini Manfaat Tidur Telanjang untuk Kesehatan

Baca Juga: Sektor Pariwisata Harus Perkuat Protokol Kesehatan Di Era VUCA

Baca Juga: 5 Langkah Sederhana IKEA Cegah Food Waste dan Food Loss




Share To


rachli

rachli

March 31, 2022, 7 a.m.


tags : Ramadan Kolesterol Asupan Nutrisi


Average: 0
Rating Count: 0
You Rated: Not rated

Please log in to rate.



Comments


Please Login to leave a comment.

ARTIKEL TERKAIT LAINNYA