BPJS ketengakerjaan.jpg

BPJAMSOSTEK Catat Peningkatan Klaim Selama Pandemi Covid-19

oleh: galih Life Style Wednesday, 23 December 2020 7:00 a.m.


Mancode - Pandemi Covid-19 yang melanda hingga saat ini telah memberikan dampak yang cukup signifikan bagi perekonomian Indonesia. Kondisi ini mengakibatkan banyaknya pemberi kerja yang terpaksa melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada sebagian pekerjanya atau bahkan menutup usahanya.

Menurut data BPS dan Kementerian Keternagakerjaan, sejak Maret lalu tercatat 3,5 juta pekerja yang mengalami PHK, sehingga total pengangguran yang ada di Indonesia kian bertambah menjadi 10,3 juta orang.

Direktur Perencanaan Strategis dan Teknologi Informasi BP Jamsostek Sumarjono mengatakan, kondisi tersebut secara tidak langsung juga berpengaruh terhadap jumlah klaim di BPJAMSOSTEK yang turut meningkat.


“Hingga Oktober 2020, jumlah peserta yang telah melakukan klaim tercatat sebanyak 2,49 juta kasus atau meningkat sebesar 20 persen dibanding tahun sebelumnya, dengan total nominal Rp30,52 triliun atau meningkat 18 persen,” kata Sumarjono dalam Peran Jaminan Sosial Ketenagakerjaan di Era Pandemi, Selasa (22/12/2020).

Perkenalkan Lapak Asik

Lapak Asik BPJS Ketenagakerjaan.jpg

Menghadapi kondisi tersebut, BPJAMSOSTEK sejak Maret lalu telah memperkenalkan protokol Layanan Tanpa Kontak Fisik (Lapak Asik) melalui kanal hibrid, yaitu online, offline dan kolektif. “Untuk kanal online, peserta dapat mengajukan klaim dengan cara mengakses antrian.bpjsketenagakerjaan.go.id,” jelas Sumarjono.

Namun, kata Sumarsono, bagi peserta yang mengalami kendala saat menggunakan Lapak Asik online, BPJAMSOSTEK juga membuka kanal onsite yang tersedia di kantor cabang BPJAMSOSTEK di seluruh Indonesia, dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan. “Peningkatan kapasitas melalui LAPAK ASIK ini berhasil mendapatkan respons positif dari para peserta dan stakeholder,” tambahnya.

Selain itu, pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan juga telah melakukan berbagai upaya guna menekan jumlah PHK dan mempercepat pemulihan ekonomi nasional, diantaranya dengan memberikan Bantuan Subsidi Upah (BSU) bagi pekerja serta relaksasi iuran BPJAMSOSTEK bagi para pemberi kerja. “Untuk mendukungnya, kami berperan aktif diantaranya dengan menjadi mitra penyedia data calon penerima BSU yang merupakan peserta BPJAMSOSTEK,” jelasnya.

Relaksasi Iuran

Relaksasi Iuran BPJS.jpg

Sedangkan untuk program relaksasi iuran, BPJAMSOSTEK memberikan keringanan iuran di antaranya Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) & Jaminan Kematian (JKM) sebesar 99 persen, penundaan sebagian iuran Jaminan Pensiun sebesar 99 persen, relaksasi batas akhir waktu pembayaran iuran dari tanggal 15 menjadi tanggal 30 di bulan berikutnya, serta relaksasi pengenaan denda keterlambatan pembayaran iuran dari 2% menjadi 0,5% untuk semua program.

“Masa relaksasi berlaku 6 bulan dimulai bulan Agustus 2020 sampai dengan Januari 2021. Dengan berbagai insentif tersebut, diharapkan ekonomi Indonesia dapat segera bangkit sehingga lapangan pekerjaan kembali terbuka dan penyerapan tenaga kerja terus meningkat,” harap Sumarsono.

Baca Juga: Emina Cheese Ajak Keluarga Indonesia Biasakan Sarapan Sehat

Baca Juga: Mastercard Gandeng DANA Mudahkan Transaksi Online Saat Pandemi

Baca Juga: Hal yang Wajib Dilakukan pada 2021




Share To


galih

galih

Dec. 23, 2020, 7 a.m.


tags : Klaim BPJS Ketenagakerjaan BPJS BPJS Ketenagakerjaan Life Style


Average: 0
Rating Count: 0
You Rated: Not rated

Please log in to rate.



Comments


Please Login to leave a comment.

ARTIKEL TERKAIT LAINNYA

YOU MAY ALSO LIKE

Entertainment 27 September 2021 7:00 a.m.

The Panturas Luncurkan Film Pendek “All I Want”

Technology 20 September 2021 11:00 a.m.

Belum Resmi Rilis, PUBG: New State Tembus 40 Juta Pendaftar