Kacamata-Aviator,-Sejarah-Aksesoris-yang-Bikin-Pria-Semakin-Manly.jpg

Sejarah Kacamata Aviator, Aksesoris Pria yang Bikin Manly

oleh: emil Fashion Style Monday, 20 May 2019 12:00 p.m.


Kacamata aviator sudah menjadi bagian dari fashion pria semenjak aksesori ini pertama kali dikembangkan untuk militer di era menjelang Perang Dunia II. Saat ini, kacamata aviator pun menjadi sesuatu yang dianggap manly dan kerap kali digunakan untuk melindungi mata dari pancaran sinar matahari. Apalagi, mengingat saat menggunakannya, mancoders terlihat keren dan maskulin.

Berbicara mengenai kacamata aviator, mancoders tahu tidak bagaimana perjalanan kacamata ini hingga bisa menjadi sesuatu yang dekat dengan gaya fashion pria? Artikel ini akan mengulas mengenai kisah kacamata avitor yang dilansir dari berbagai sumber.

Sejarah Kacamata Aviator

Sejarah-Kacamata-Aviator.jpg

Sebelum memiliki nama kacamata aviator, benda ini dikenal dengan nama kacamata pilot (pilot’s glasses). Berdasarkan buku karya Anthony Rubino Jr. yang berjudul Why Didn’t I Think of That? 101 Inventions that Chang the World by Hardly Trying (2010), kacamata ini pertama kali dikembangkan oleh perusahaan Bausch & Lomb pada 1936 atas permintaan militer Amerika Serikat.

Kacamata ini memiliki karateristik lensa gelap yang merefleksikan cahaya. Lensanya biasanya memiliki ukuran dua sampai tiga kali lebih besar dari area bola mata. Dengan bingkai kacamatanya terbuat dari plastik (logam tipis untuk dipasarkan di publik) terdapat dua sampai tiga penyambung antara lensa dan bayonet di ujung bingkainya yang mencengkeram bagian belakang telinga.

Bausch & Lomb awalnya membuat kacamata ini untuk melindungi mata pilot ketika menerbangkan pesawatnya. Karena itulah namanya adalah aviator atau penerbangan. Di militer, kacamata ini digunakan untuk menggantikan kacamata penerbangan kuno dengan kacamata aviator yang lebih dibuat secara elegan.

Kacamata aviator mulai menuai perhatian dari warga Amerika Serikat dan menilainya sebagai aksesoris yang manly ketika kacamata ini digunakan oleh Jenderal Douglas MacArthur saat Perang Dunia II. Kala itu, pria yang menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat Amerika Serikat didokumentasikan menggunakan kacamata aviator saat mendarat di pantai Filipina.

Warga Negeri Paman Sam yang melihat foto tersebut terpampang di media cetak pun melihat image patriotik dan manly dari MacArthur. Tidak lama setelah itu, kacamata aviator pun menjadi buah bibir.

Lahirnya Kacamata Aviator untuk Fashion Pria

Lahirnya-Kacamata-Aviator-untuk-Fashion-Pria.jpg

Perusahaan Bausch & Lomb setelah berhasil menciptakan kacamata aviator untuk militer, mulai tertarik untuk memasarkannya ke publik. Sebagaimana dilansir dari bbc.com, kacamata tersebut mengalami sedikit perubahan di bagian bingkainya, dan dipaten oleh perusahaan tersebut dengan nama Ray-Ban Aviator.

Sekadar informasi, pengembangan kacamata aviator ini merupakan asal-muasal dari lahirnya brand Ray-Ban yang terkenal dengan produk kacamatanya di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Nama aviator sendiri baru digunakan untuk kacamata ini setelah Perang Dunia II, dan Bausch & Lomb memasarkan kacamata ini hanya dengan nama “Ray-Ban”. Mereka mengklaim kacamata ini sebagai ‘perlindungan dari silau secara ilmiah’ dan menyebutnya sebagai bagian dari perlengkapan dan aksesori olahraga.

Kacamata ini popularitasnya semakin meningkat pada tahun 1950 sampai 1980-an. Apalagi setelah banyak selebritas dunia menggunakan kacamata aviator di publik. Salah satunya adalah Elvis Presley. Tidak lupa juga ketika kacamata ini digunakan oleh para aktor di film Top Gun yang makin membuat mereka semakin manly. Karena itulah, hingga saat ini kacamata aviator pun menjadi bagian dari aksesoris fashion pria yang tak terlupaka


Share To


emil

emil

May 20, 2019, 12:08 p.m.


tags : Kacamata aviator


Average: 0
Rating Count: 0
You Rated: Not rated

Please log in to rate.


Comments


Please Login to leave a comment.

ARTIKEL TERKAIT LAINNYA

you may also like

History 14 August 2020 12:00 p.m.

Sejarah Lahirnya Hari Pramuka di Indonesia

Entertainment 14 August 2020 16:00 p.m.

Lebih Eksploratif, Alir Rilis Single Daun