Ilustrasi keamanan data.jpg

Proteksi Keamanan Data untuk Pertumbuhan Bisnis

oleh: rachli Technology Tuesday, 14 January 2020 12:00 p.m.


Mancode - Organisasi atau perusahaan yang telah mengalami pertumbuhan pendapatan signifikan kurang lebih 20 persen dalam tiga tahun terakhir umumnya memiliki inisiatif proteksi keamanan data, sistem terkoneksi, atau inisiatif otomatis pintar.

Organisasi atau perusahaan saat ini juga terus menambah data dan wawasan. Mereka menuntut informasi dengan cepat, tetapi saat bersamaan menghadapi kerumitan pertumbuhan konsumsi data, pemrosesan data, manajemen data, dan keamanan data.

Para pemimpin bisnis dan teknologi informasi (TI), ditantang untuk bagaimana perusahaannya dapat memanfaatkan kekuatan data dengan cara mudah dan real time. Sehingga, dapat menghadirkan wawasan yang mendalam tanpa mengorbankan keamanannya.

Baca Juga: Transformasi Digital JNE Capai Visi di Era Ekonomi Baru

“Semua bisa dimulai dengan memiliki fondasi yang tepat, serta infrastruktur cloud yang solid dan modern yang dirancang khusus untuk perusahaan,” kata Managing Director Oracle Indonesia Davian Omas lewat pesan singkat yang diterima Mancode (10/1/2020).

Sistem komputasi awan (cloud) hadir untuk memberikan sebuah fondasi dan peluang bagi sebuah perusahaan untuk merintis berbagai inovasi agar menjadi yang terdepan pada sebuah industri yang dijalaninya.

Oracle Indonesia sendiri telah melihat organisasi atau perusahaan di berbagai industri menggunakan artificial intelligence (AI) untuk perkiraan otomatis tanpa campur tangan manusia dan manufaktur pintar dengan menggunakan data Internet of Things (IoT) untuk optimasi peralatan.

Baca Juga: Trend Micro Prediksi Keamanan Siber Tahun 2020

Di Indonesia sendiri, perusahaan logistik terkemuka, PT TIKI Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) telah menerapkan solusi Oracle Autonomous Data Warehouse untuk mengotomatiskan gudang datanya dan menciptakan sistem kerja gudang dalam waktu kurang dari satu jam.

Hasilnya, layanan dan kepuasan pelanggan menjadi lebih baik. Untuk mengikuti perkembangan digitalisasi dalam industri e-commerce, Bukalapak juga telah memiliki Oracle Cloud Applications untuk membantu pengelolaan data keuangan dengan tenaga kerja yang lebih baik.

Keamanan Data

Pada 2019, Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum) mengutip, serangan dan kejahatan dunia maya (serangan siber), termasuk pencurian data telah menjadi risiko dan gejala global teratas bagi organisasi atau perusahaan dalam semua skala bisnis.

Baca Juga: Trend Micro Tema Utama Keamanan Siber Masa Depan

Davian menambahkan, sebuah organisasi atau perusahaan dituntut agar lebih efektif dalam mengatasi risiko dari serangan siber yang dihadapi. Oleh karena itu, Oracle telah membangun keamanan dalam teknologinya dan melindungi data sensitif pelanggan selama beberapa dekade.

“Teknologi Oracle sekarang telah memiliki fokus pada keamanan di Oracle Cloud Infrastructure, Autonomous Database, aplikasi SaaS, serta infrastruktur dan aplikasi lokal kami. Oracle memiliki fokus jangka panjang pada keamanan, dan fokus ini sangat penting ketika pelanggan pindah ke cloud yang memiliki penekanan kuat pada keamanan,” tambah Davian.


Share To


rachli

rachli

Jan. 14, 2020, 12:02 p.m.


tags : cloud pertumbuhan bisnis komputasi awan artificial intelligence Oracle Indonesia proteksi keamanan data


Average: 0
Rating Count: 0
You Rated: Not rated

Please log in to rate.


Comments


Please Login to leave a comment.

ARTIKEL TERKAIT LAINNYA

you may also like

Entertainment 9 August 2020 9:00 a.m.

F.C.K.O Rilis Single Perdana "Never Let You Go"

Entertainment 9 August 2020 7:00 a.m.

Nusantara Virtual Band Competition Siap Digelar

Entertainment 8 August 2020 8:00 a.m.

Denganmu, Single Terbaru Putih Abu Abu

Entertainment 7 August 2020 13:00 p.m.

Aktor India Sameer Sharma Ditemukan Tewas di Apartemennya