Produk Ekowisata Bakal Tinggi Peminat Paska Pandemi.jpg

Produk Ekowisata Bakal Tinggi Peminat Paska Pandemi Covid-19

oleh: rachli Travel Saturday, 23 May 2020 8:00 a.m.


Mancode - Paska pandemi Covid-19, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif memprediksi produk ekowisata di Indonesia akan diminati. Terlebih, dengan hadirnya kondisi new normal atau tren baru berwisata, yang lebih memperhatikan berbagai protokol terkait kesehatan, keamanan, dan kenyamanan.

Risky Handayani selaku Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggaraan Kegiatan Kemenparekraf mengatakan, pandemi Covid-19 mengubah jenis atau tipe dan pengelolaan destinasi termasuk di dalamnya kegiatan ekowisata.

Pihaknya memprediksi kegiatan wisata berbasis alam (outdoor) akan paling cepat rebound karena ecoturism, bukan mass tourism, tetapi wisata minat khusus. Kemenparekraf mendukung akan kembalinya atau berkembangnya ekowisata di Indonesia.

“Untuk itu perlu evaluasi dan penataan ulang pola perjalanan ekowisata yang disesuaikan dengan kondisi new normal. Ke depannya, kami akan konsentrasi di wisata Ecotourism dan Wellness Tourism,” katanya dalam keterangan resmi yang diterima (21/5/2020).

Sementara itu, Direktur Indonesia Ecotourism Network (INDECON), Ary S. Suhandi menjelaskan, Ecotourism, Adventure Tourism, dan Wellness Tourism diperkirakan memang akan menjadi produk-produk yang paling diminati paska pandemi Covid-19.

Adventure juga berpeluang besar, khususnya kegiatan dalam grup kecil dan aktivitasnya dinamis, seperti trecking, snorkeling, dan diving. Wellness Tourism juga diprediksi cepat rebound. Banyak orang membutuhkan kebugaran paska kerja rutin yang tinggi dengan marketnya adalah orang dari kota,” ujarnya.

Ary juga menjelaskan, ekowisata merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kepedulian wisatawan pada pentingnya menjaga kualitas lingkungan kawasan tempat mereka berwisata. Hanya, dalam konteks ekowisata perlu penyempurnaan, di mana keuntungan devisa bukanlah kiblat satu-satunya, namun juga memikirkan kelestarian dan pelibatan masyarakat lokal.

Selain itu, pandemi Covid-19 telah mengajarkan banyak hal. Selain mitigasi risiko, juga salah satunya tentang pentingnya manajemen pengunjung, mengatur kuota, hingga membagi kelompok besar ke dalam kelompok kecil pada saat kegiatan wisata.

Direktur Via Via Tour & Travel, Sry Mujianti menambahkan, paska pandemi Covid-19, akan terjadi pola perjalanan wisata baru. Kombinasi alam dan budaya biasanya menjadi pilihan utama wisatawan. Hal ini akan semakin lengkap apabila didukung dengan interpretasi yang kuat di setiap destinasi.

Sebagai contoh, untuk klaster Jogja-Solo-Semarang (Joglosemar) biasanya menghubungkan kota-desa kemudian ada klaster Jawa Timur, mulai dari Malang hingga Banyuwangi. “Wisatawan akan lebih memilih untuk melakukan perjalanan dengan jarak yang relatif dekat atau menempuh waktu lebih singkat,” ujarnya.

Baca Juga: Bali Masih Jadi Daya Tarik Wisatawan Usai Pandemi

Baca Juga: Kemenparekraf Ajak Kenali 5 Situs Warisan Dunia di Indonesia

Baca Juga: Menparekraf Ajak Milenial Optimis Paska Pandemi Covid-19


Share To


rachli

rachli

May 23, 2020, 8 a.m.


tags : tren baru berwisata kegiatan wisata New Normal Kemenparekraf Pandemi Covid-19 Ekowisata


Average: 0
Rating Count: 0
You Rated: Not rated

Please log in to rate.


Comments


Please Login to leave a comment.

ARTIKEL TERKAIT LAINNYA

you may also like

Life Style 28 November 2020 7:00 a.m.

Bayar BBM di Shell Kini Bisa Pakai GoPay

Life Style 27 November 2020 10:00 a.m.

Bertentangan Agama, Halima Aden Berhenti jadi Model

Entertainment 27 November 2020 9:00 a.m.

Lewat “So What?”, Mima Ajak Pendengar Cintai Diri Sendiri

Life Style 27 November 2020 8:00 a.m.

Goodyear Eagle F1 Sport Bidik Sedan Menengah