Persiapan Kemenparekraf Hadapi Proyeksi Lonjakan Industri Pariwisata 2021.jpg

Persiapan Kemenparekraf Hadapi Lonjakan Industri Pariwisata 2021

oleh: rachli Travel Saturday, 18 April 2020 9:00 a.m.


Mancode - Menjadi sektor yang cukup terdampak akibat gelombang virus Corona atau Covid-19, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tetap berupaya mempersiapkan industri pariwisata agar tetap optimistis dan bersiap menghadapi proyeksi lonjakan kinerja pada 2021.

Menteri Priwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama Kusubandio mengatakan bahwa pihaknya telah merelokasi anggaran dan menerapkan program khusus selama masa tanggap darurat agar sektor pariwisata dan ekonomi kreatif termitigasi selama pandemi Covid-19.

“Presiden mengarahkan bahwa kita akan melakukan program perlindungan sosial bagi para pelaku wisata dan Kemenparekraf merealokasi anggaran Rp500 miliar, ini potensinya akan dikembangkan terus,” katanya melalui keterangan resmi yang diterima Mancode (16/4/2020).

Selain itu, Kemenparekraf juga akan berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan secara intensif. Hal ini dilakukan sebagai salah satu upaya untuk dapat memberikan berbagai bantuan terhadap sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Kemenparekraf juga telah melakukan berbagai program khusus selama masa darurat Covid-19, seperti menyediakan akomodasi dan transportasi untuk tenaga kesehatan dengan SOP kesehatan dari Kementerian Kesehatan dan WHO yang tetap harus dipenuhi.

Selain itu, hingga saat ini terdapat setidaknya 1.725 tenaga kesehatan yang telah terfasilitasi atas kerja sama dengan sejumlah pihak. Ada juga, gerakan masker kain yang memberdayakan para pelaku UKM dengan target mencapai satu juta masker kain.

Baca Juga: Kenang Glenn Fredly, Menparekraf Ingin Wujudkan Festival Musik Ambon

“Kami juga menyiapkan program lauk siap saji. Seperti lauk dendeng kering, abon dan sebagainya. Di sisi lain, program ini akan melibatkan dan membantu pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif secara langsung,” jelasnya.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebelumnya meyakini bahwa kelesuan sektor pariwisata akibat pandemi virus Corona hanya berlangsung hingga akhir tahun. Untuk itu, sikap optimis harus terus dibangun agar bisa memanfaatkan momentum bangkit setelah kelesuan barakhir.

Menurutnya, tahun 2021 akan terjadi booming di sektor pariwisata. Semua orang ingin keluar untuk menikmati kembali keindahan yang ada di wilayah pariwisata. Dengan begitu, rasa optimis harus terus diangkat.

“Jangan sampai nanti kita terjebak pada pesimisme karena masalah Covid-19 ini, sehingga booming yang akan muncul tidak bisa kita manfaatkan secara baik,” tuturnya.

Kemenparekraf berupaya menyiapkan destinasi yang sesuai dengan kondisi new normal paska COVID-19 sesuai prinsip hygiene dan sanitisasi yang prima, menawarkan pengalaman lokal yang unik, hingga manajemen pengunjung yang baik agar tidak terjadi penumpukan (over crowded).

Di samping itu, destinasi pariwisata Indonesia juga didorong untuk terus berbenah dan semakin agresif dalam menerapkan prinsip pembangunan pariwisata yang berkelanjutan (resilience, sustainable, dan responsible).

Baca Juga: Kemenparekraf Dorong Peningkatan Kemampuan Pekerja Kreatif

Baca Juga: Sektor Pariwisata Indonesia Turun 50 Persen Akibat Covid-19


Share To


rachli

rachli

April 18, 2020, 9 a.m.


tags : Industri Pariwisata Covid-19 Kemenparekraf WHO Presiden Joko Widodo virus Corona Jokowi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishutama Kusubandio


Average: 0
Rating Count: 0
You Rated: Not rated

Please log in to rate.


Comments


Please Login to leave a comment.

ARTIKEL TERKAIT LAINNYA

you may also like