Sejarah-Olimpiade-Indonesia.jpg

Perjalanan Tradisi Medali Indonesia di Arena Olimpiade

oleh: inggil History Tuesday, 27 July 2021 12:00 p.m.


Mancode - Berlangsungnya Olimpiade Tokyo 2020 sudah dimulai setelah seremoni pembukaan pada Jumat malam, 23 Juli 2021. Indonesia sendiri menjadi salah satu negara yang ikut berpartisipasi di ajang olahraga empat tahunan ini. Penampilan kali ini merupakan partisipasi ke-16 Tim Merah Putih di Olimpiade. Dalam perjalanannya para atlet Indonesia menyimpan banyak kenangan membanggakan untuk Tanah Air.

Seremoni-Olimpiade-Tokyo.jpg

Setelah merdeka pada 1945, Presiden Soekarno langsung menegaskan olahraga harus menjadi ajang eksistensi bangsa Indonesia. Olahraga dijadikan Bung Karno sebagai 'ruang kebangsaan' di mata dunia yang sedang dikuliti perang. Dua tahun setelah itu, Soekarno pun meresmikan Komite Olimpiade Republik Indonesia (KORI) dengan Sri Sultan Hamengkubowon sebagai ketua untuk berdiplomasi.

Keikutsertaan Indonesia untuk pertama kali di ajang Olimpiade ialah pada 1948 di London, Inggris. Guna mendukung persiapan menuju ajang ini, maka diadakan pekan Olahraga Nasional (PON) edisi pertama di Solo pada Januari 1948. Sayangnya karena saat itu Indonesia diserang sekutu, PON pun diundur di bulan September 1948. Indonesia pun gagal mengirim kontingen ke Olimpiade.


Begitu Sekutu angkat kaki, tekad tampil di Olimpiade kembali digelorakan. Salah satunya dengan mengubah KORI menjadi Komite Olimpiade Indonesia pada 1950, juga melebur Persatuan Olahraga Republik Indonesia (PORI) dengan KOI pada 1951. Kemudian KOI pun diakui sebagai anggota International Olympic Committee (IOC) pada 11 Maret 1952.

Karena sudah resmi diakui dunia, Indonesia langsung mengirim kontingen untuk Olimpiade 1952 di Helsinki, Finlandia. Keran medali Tanah Air di ajang olimpiade sendiri baru terbuka di tahun 1988 di Seoul, Korea Selatan. Indonesia meraih medali perak lewat nomor memanah beregu putri. Trio Srikandi lah yang berhasil menorehka sejarah baru untuk Indonesia.

Trio-Srikandi-Panahan.jpg

Trio srikandi yang menciptakan sejarah tersebut adalah Lilies Handayani, Nurfitriyana Saiman, dan Kusuma Wardhani. Indonesia mengalahkan Amerika dalam perebutan medali perak dengan menggunakan sembilan anak panah, poin 72.

Empat tahun berselang, mimpi meraih medali emas akhirnya bisa terwujud setelah bulu tangkis dipertandingkan resmi di Olimpiade. Susy Susanti dan Alan Budikusuma sukses meraih emas yang membuat mereka dikenal sebagai pengantin Olimpiade. Tak hanya itu, capaian 2 emas 2 perak 1 perunggu di Olimpiade Barcelona 1992 merupakan torehan terbaik yang bisa dibukukan kontingen Indonesia hingga saat ini.

Setelah itu, Indonesia tak pernah absen meraih medali. Total sudah 32 medali yang dikumpulkan Indonesia di Olimpiade, rinciannya, 7 emas, 13 perak, dan 12 perunggu.

Bulu tangkis jadi cabang olahraga andalan Indonesia dengan catatan 7 emas, 6 perak, dan 6 perunggu. Angkat besi mengoleksi 6 perak dan 6 perunggu, sedangkan panahan meraih satu medali perak.

Medali-Bulutangkis-Indonesia.jpg

Kini, di Olimpiade 2020 yang berlangsung pada 23 Juli hingga 11 Agustus 2021, kontingen Indonesia siap tempur untuk meneruskan catatan sejarah di Olimpiade. Indonesia pasang target untuk punya posisi finis lebih bagus dibandingkan posisi ke-46 yang didapat di Olimpiade Rio de Janeiro. Bulutangkis, angkat besi, dan panahan termasuk cabang olahraga yang diharapkan jadi tambang medali di Olimpiade kali ini.

Baca Juga: Atlet Anggar Olimpiade AS Alen Hadzic Dituduh Lakukan Kekerasan Seksual

Baca Juga: Kokona Hiraki, Skateboarder Termuda Olimpiade Tokyo

Baca Juga: Olimpiade Tokyo 2020 Ditunda Hingga Tahun Depan karena Corona




Share To


inggil

inggil

July 27, 2021, noon


tags : Bulu Tangkis Olimpiade 2020 Sejarah Olimpiade Indonesia Trio Srikandi Olimpiade Tokyo 2020 Tradisi Medali Olimpiade Indonesia Olimpiade Tokyo 2021


Average: 0
Rating Count: 0
You Rated: Not rated

Please log in to rate.



Comments


Please Login to leave a comment.

ARTIKEL TERKAIT LAINNYA

YOU MAY ALSO LIKE

Technology 23 September 2021 12:00 p.m.

Realme Duduki Peringkat Top 6 Vendor Smartphone Global

Entertainment 21 September 2021 16:00 p.m.

Marcell Siahaan Hadirkan Nuansa 90-an dalam “Akhir Cinta”

Entertainment 17 September 2021 8:00 a.m.

“Tak Mau Sendiri”, Mars Para Jomblo Buatan Kaleb J

Travel 28 August 2021 7:00 a.m.

Taliban Ancam Tutup Sekolah Musik di Afghanistan