Literasi Digital.jpg

Pentingnya Literasi Digital dalam Meningkatkan Wawasan Kebangsaan

oleh: galih Life Style Thursday, 14 April 2022 15:00 p.m.


Mancode – Perkembangan dunia digital yang semakin cepat diibaratkan seperti dua mata koin. Dampak positifnya dapat memfasilitasi akses informasi yang cepat dan mudah diakses masyarakat. Di sisi lain, ruang digital juga bisa berdampak negatif akibat informasi yang tidak sesuai fakta atau hoaks. Ini tentunya membawa permasalahan sendiri, terutama bagi bangsa Indonesia.

"Maraknya penggunaan media sosial sebagai arus utama pencarian informasi turut menjadikan permasalahan sendiri, fenomena ini kerap disebut dengan banjir informasi, yaitu suatu situasi ketika para konsumen informasi gagal dalam memproses informasi lebih lanjut antara masuknya jumlah informasi yang banyak, baik dari sisi volume maupun jumlah," jelas Anggota Komisi 1 DPR RI, Farah Puteri Nahlia, B.A, M. Sc beberapa waktu lalu.

Farah memaparkan, berdasarkan data Kementerian Kominfo menunjukkan terdapat 8.499 isu hoaks. Tiga besar isu hoaks yang menerpa masyarakat terkait bidang politik, pemerintah, dan kesehatan. Di sisi lain, lanjut Farah, kondisi literasi digital di Indonesia menurut data dari katadata bekerjasama dengan Kementerian Kominfo, secara nasional indeks literasi digital di 34 provinsi belum sampai level baik. Dari skor 5 turun menjadi 3,47.


"Dampak literasi digital yang belum baik di tengah perdaran hoaks, pertama Indonesia sebuah bangsa yang plural memiliki kemajemukan sebagai suatu ciri khas karakter bangsa. Kedua, permasalahan kemajemukan turut mengandung potensi konflik yang dapat merugikan dan mengganggu persatuan bangsa. Ketiga, semakin pesatnya perkembangan teknologi informasi tantangan di ruang digital semakin besar terutama dengan merebaknya hoaks," paparnya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Lingkar Studi Kajian Ketahanan Nasional, Bimo Nugroho melanjutkan, rendahnya literasi digital ini dapat mengancam kemajemukan bangsa. Dampak dari hal ini masyarakat dapat menelan mentah-mentah informasi hoaks yang tidak jelas sumbernya. Atas hal itu, menurutnya aktualisasi terhadap wawasan kebangsaan sangat diperlukan agar menumbuhkan rasa cinta terhadap negara dan masyarakat yang dilandasi pada kecintaan pada kesatuan bangsa.

"Jadikanlah keberagaman yang dimiliki bangsa sebagai anugerah dengan dilandasi rasa kesatuan dan persatuan. Kita juga harus meningkatkan literasi digital dengan positif dan dimulai dari hal kecil terlebih dahulu," ungkapnya.

Menyikapi hal tersebut, Dirjen Aptika Kemenkominfo, Samuel Abrijani Pangerapan, B.Sc mengatakan pihaknya terus berupaya melakukan pengembangan SDM digital bersama dengan gerakan nasional, literasi digital, cyber kreasi, mitra, serta jejaringnya hadir untuk memberikan pelatihan yang dapat meningkatkan kemampuan digital pada seluruh lapisan masyarakat Indonesia.

"Berbagai pelatihan literasi digital yang kami berikan berbasis empat pilar utma, yaitu kecakapan digital, budaya digital, etika digital dan pemahaman digital. Hingga 2021 tahun program literasi digital ini telah berhasil menjangkau lebih dari 12 juta masyarakat Indonesia," tutupnya.

Baca Juga: Literasi Digital Jadi Perisai Lindungi Data Pribadi di Era Digital

Baca Juga: Generasi Milenial Wajib Kuasai Literasi Digital




Share To


galih

galih

April 14, 2022, 3 p.m.


tags : Wawasan Kebangsaan Literasi Digital Life Style


Average: 0
Rating Count: 0
You Rated: Not rated

Please log in to rate.



Comments


Please Login to leave a comment.

ARTIKEL TERKAIT LAINNYA