Pemerintah Indonesia Gaungkan Penggunaan Kendaraan Listrik di KTT G20.jpg

Pemerintah Indonesia Gaungkan Penggunaan Kendaraan Listrik di KTT G20

oleh: rachli Life Style Tuesday, 1 November 2022 11:00 a.m.


Mancode - Pemerintah berkomitmen besar untuk mendorong pengembangan dan penggunaan kendaraan listrik yang merupakan bagian dari upaya mengurangi emisi karbon hingga 29 persen pada 2023 dan net zero pada 2060. Kendaraan listrik menjadi salah satu upaya penggunaan energi terbarukan di tengah masyarakat.

Pada September lalu, Presiden Joko Widodo menandatangi Inpres Nomor 7 Tahun 2022 tentang instruksi penggunaan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai untuk kendaraan operasional pemerintah pusat dan daerah.

Komitmen tersebut juga diteruskan dengan membawa isu energi terbarukan dan berkelanjutan sebagai satu dari tiga isu utama di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 2022, selain transformasi digital dan arsitektur kesehatan global.


Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Arilangga Hartato dalam pembukaan GIIAS 2022 di Tangerang pada 11 Agustus lalu mengatakan, pelaksanaan KTT G20 juga akan menggunakan kendaraan listrik sejalan dengan visi misi pertemuan.

Sejumlah pabrikan besar seperti Hyundai, Wuling, dan Toyota juga berkomitmen untuk menyediakan mobil listrik flagship mereka guna mengangkut delegasi. Ada juga bus listrik Merah Putih (BLMP) yang merupakan buatan Indonesia.

Dalam sejumlah kesempatan, Presiden Jokowi mengutarakan programnya untuk menciptakan ekosistem mobil listrik di Indonesia.

"Kami menginginkan mobil listrik itu dibuat di Indonesia, bukan hanya baterainya," katanya.

Pernyataan itu sejauh ini telah dipenuhi Hyundai setelah merilis Ioniq 5 yang dirakit di Indonesia. Untuk gelaran KTT G20, Hyundai menyiapkan 226 unit.

Total kendaraan listrik di Indonesia mencapai 21.987 unit

Berdasarkan data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), total kendaraan listrik di Indonesia per September 2022 mencapai 21.987 unit, dengan penjualan terbanyak adalah sepeda motor dengan angka mencapai 19.024 unit.

Pengamat otomotif, Fitra Eri mengatakan, penggunaan kendaraan listrik di Indonesia memang belum sebanyak di negara-negara maju. Namun dirinya optimis hal itu bakal membaik setelah melihat animo masyarakat terhadap kendaraan listrik kian membesar.

Penggunaan kendaraan listrik pada ajang G20, lanjutnya, dapat menjadi momentum bagi Indonesia untuk berperan lebih besar di industri kendaraan listrik di masa mendatang. Tidak hanya negara perakit, tapi menjadi negara produsen kendaraan listrik.

"G20 ini adalah saat yang tepat untuk berbicara karena selama ini kita sudah berjalan ke arah yang baik dalam industri kendaraan listrik," ujar Fitra yang memiliki dua mobil listrik.

Berdasarkan pengalaman, sambung Fitra, kendaraan listrik memiliki sejumlah keunggulan dibanding kendaraan konvensional. Selain lebih ramah lingkungan, kendaraan listrik lebih praktis karena bisa di-charge di rumah dan lebih.

"Tidak ada suara, getaran, dan tenaga pun instan. Tiga tujuan pabrikan mobil itu kini sudah ada di mobil listrik," pungkasnya.

Baca Juga: Kementerian dan Lembaga Dukung Percepatan Penggunaan Kendaraan Listrik

Baca Juga: Ajang PEVS 2022 Bisa Menjadi Wadah Edukasi dan Literasi Kendaraan Listrik

Baca Juga: Hyundai Dominasi 87,3 Persen Pasar Kendaraan Listrik Indonesia Pada 2021




Share To


rachli

rachli

Nov. 1, 2022, 11 a.m.


tags : Hyundai KTT G20 Pemerintah Indonesia Hyundai Ioniq 5 Kendaraan Listrik


Average: 0
Rating Count: 0
You Rated: Not rated

Please log in to rate.



Comments


Please Login to leave a comment.

ARTIKEL TERKAIT LAINNYA

YOU MAY ALSO LIKE