Ganja.jpg

PBB Legalkan Ganja untuk Keperluan Medis

oleh: galih Life Style Friday, 4 December 2020 10:00 a.m.


Mancode – Selama 59 tahun, ganja masuk daftar obat terlarang dan berbahaya. Kini, statusnya berubah menjadi legal, ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) merestui rekomendasi Badan Kesehatan (WHO) yang menjadikan tanaman ganja untuk keperluan medis.

Keputusan tersebut berdasarkan hasil voting mengenai pencabutan tanaman ganja dari daftar tanaman obat yang dikontrol ketat sejak 1961 silam. Voting dilakukan Komisi Narkotika PBB (CND) yang melibatkan 53 negara sebagai anggotanya. Hasilnya, 27 negara Eropa dan Amerika setuju, sisanya 25 negara lainnya, seperti Pakistan, Rusia, dan Cina, menentangnya.

Dengan hasil ini, CND membuka pelang untuk mempelajari potensi ganja sebagai obat medis dan terapi, namun tetap melarang penggunaannya untuk tujuan rekreasi. Keputusan ini juga dapat mendorong penelitian lebih lanjut terkait khasiat tanaman ganja.


Kemudian, setiap negara bisa melegalkan ganja untuk keperluan pengobatan medis, serta mempertimbangkannya kembali undang-undang tentang penggunaannya dengan tujuan rekreasi.

Saat ini, tercatat ada sebanyak 50 negara yang telah mengadopsi aturan ganja sebagai tanaman obat. Sementara Kanada, Uruguay, dan 15 negara bagian Amerika Serikat telah melegalkan ganja untuk tujuan rekreasi. Meksiko dan Luxemburg sedang berupaya ke tahap yang serupa. Lalu, bagaimana dengan Indonesia?

Menanggapi keputusan PBB yang merestui rekomendasi WHO terkait dengan ganja, Koalisi Advokasi Narkotika mendorong Pemerintah Indonesia mulai mempertimbangkan penggunaan ganja untuk keperluan medis.

“Koalisi Advokasi Narkotika untuk Kesehatan menyerukan agar pemerintah Indonesia mulai terbuka dengan potensi pemanfaatan ganja medis di dalam negeri,” ungkap Koalisi Advokasi Narkotika untuk Kesehatan seperti dilansir CNN, Jumat (4/12/2020).

Pemerintah diharapkan segera menerbitkan regulasi yang memungkinkan ganja digunakan untuk kepentingan medis. Keputusan PBB tersebut bisa menjadi legitimasi medis dan konsensus politik untuk ditindak negara-negara pengikutnya, termasuk pemerintah Indonesia.

“Kesempatan ini harus menjadi momentum bagi pemerintah untuk merombak narkotika yang berbasiskan bukti,” tutup Koalisi Advokasi Narkotika.

Baca Juga: Mengenal Aplikasi Pemesanan Obat, GoApotik

Baca Juga: YouTube Tangguhkan Video Pengobatan Covid yang Menyesatkan

Baca Juga: Pengidap HIV Berpotensi Sembuh dengan Kombinasi Obat




Share To


galih

galih

Dec. 4, 2020, 10 a.m.


tags : Ganja Keperluan Medis Ganja Dilegalkan Ganja Obat PBB Kesehatan Life Style


Average: 0
Rating Count: 0
You Rated: Not rated

Please log in to rate.



Comments


Please Login to leave a comment.

ARTIKEL TERKAIT LAINNYA

YOU MAY ALSO LIKE

Travel 1 October 2021 6:00 a.m.

Jakarta Kota Paling Banyak Ditonton di TikTok

Technology 25 September 2021 8:00 a.m.

Razer Rilis Sarung Jempol untuk Gaming