BAB.jpg

Pakai Toilet di Kampus Ini Malah Dibayar dengan Uang Digital

oleh: galih Technology Wednesday, 21 July 2021 11:00 a.m.


Mancode – Di Indonesia, khususnya Jakarta tidak ada toilet gratis. Buang air kecil ataupun besar pasti dikenakan biaya alias bayar. Lain halnya di Korea Selatan, justru orang yang ingin BAB malah dibayar.

Adalah Cho Jae-weon, seorang profesor teknik perkotaan dan lingkungan di Institut Sains dan Teknologi Nasional Ulsan (UNIST). Dia justru membayar bagi mahasiswa ataupun siapapun yang melakukan BAB di dalam toilet ramah lingkungan rancangannya. Nama toiletnya adalah Beevi, gabungan dari kata lebah dan penglihatan.

Prof Cho merancang toilet ramah lingkungan tersebut yang terhubung ke laboratorium. Di mana air seni dan tinja yang hasilkan dari toilet ‘diolah’ untuk menghasilkan biogas dan pupuk kandang.


Toilet Beevi menggunakan pompa vakum untuk mengirim kotoran ke tangki bawah tanah, sehingga mengurangi penggunaan air.

Toilet Dibayar.jpg

Di tangki tersebut, mikroorganisme memecah limbah menjadi metana, yang menjadi sumber energi untuk bangunan, menyalakan kompor gas, ketel air panas, dan sel bahan bakar oksida padat.

"Jika kita berpikir out of the box, kotoran sangat berharga untuk dijadikan energi dan pupuk. Saya memasukan nilai kotoran manusia ke dalam sirkulasi ekologis," kata Prof Cho seperti dikutip dari koreabizwire.com.

Seperti diketahui, rata-rata orang buang air besar sekitar 500 gram sehari. Itu dapat diubah menjadi 50 liter gas metana. Dari 5 liter metana itu dapat menghasilkan listrik 0,5kWh atau setara untuk bisa menggerakkan mobil sejauh sekitar 1,2 km.

Dibayar Uang Vitual

Sementara, untuk memberikan ‘jatah’ uang kepada yang melakukan BAB di toilet Beevi, Prof Cho merancang mata uang virtual yang disebut Ggool. Jadi, setiap orang yang menggunakan toilet ramah linkungan tersebut dibayar 10 Ggool sehari.

Mahasiswa dapat menggunakan mata uang tersebut untuk membeli barang-barang di kampus, mulai dari kopi panas, mie instan, buah-buahan, dan buku. Mereka juga dapat mengambil produk yang mereka inginkan di toko, dan memindai kode QR untuk membayar dengan Ggool.

Baca Juga: Ada Toilet Umum Tembus Pandang di Jepang, Berani Coba?

Baca Juga: Cara Bikin Konten di YouTube Shorts, Pesaing TikTok dan Reels

Baca Juga: Aplikasi Alecto AI Membantu Para Wanita Korban Pornografi




Share To


galih

galih

July 21, 2021, 11 a.m.


tags : Technology Institut Sains dan Teknologi Nasional Ulsan Toilet Ramah Lingkungan Toilet di Korea Selatan Toilet Beevi BAB Dibayar


Average: 0
Rating Count: 0
You Rated: Not rated

Please log in to rate.


Comments


Please Login to leave a comment.

ARTIKEL TERKAIT LAINNYA