Nielsen Catat 7 Persen Peningkatan Belanja Iklan Semester Pertama 2022.jpg

Nielsen Catat 7 Persen Peningkatan Belanja Iklan Semester Pertama 2022

oleh: rachli Technology Tuesday, 16 August 2022 13:00 p.m.


Mancode - Belanja iklan semester pertama 2022 mencatatkan kenaikan tujuh persen dibandingkan periode yang sama sebelumnya dengan total belanja iklan mencapai 135 triliun berdasarkan gross ratecard. Dalam laporan Nielsen Ad Intel mengungkapkan TV masih mendominasi dengan porsi belanja iklan sebesar 79,2 persen.

Angka tersebut tumbuh lebih dari delapan persen dengan total belanja iklan mencapai Rp107.5 triliun. Selanjutnya diikuti digital, meningkat 15,2 persen naik lebih dari enam persen dengan belanja iklan Rp 20.5 triliun, namun kontraksi terjadi pada media cetak (4.8 persen) dan radio (0.3 persen).

Hellen Katherina selaku Direktur Eksekutif Nielsen Indonesia mengatakan, secara umum peningkatan ini cukup menandakan optimisme pengiklan masih cukup tinggi untuk beriklan di tengah transisi ini. Khususnya untuk saluran televisi dan digital masih dipercaya menjadi kanal yang efektif untuk mempromosikan produknya ke publik.


“Hal tersebut terefleksi dari pengiklan yang masih memberikan porsi yang besar terhadap budget belanja iklannya pada kedua kanal tersebut. Terlihat belanja iklan didominasi oleh produk FMCG dan e-commerce, di mana FMCG banyak beriklan di saluran televisi sedangkan e-commerce banyak beriklan di saluran digital,” ucapnya belum lama ini.

Selama semester pertama 2022, kategori layanan online menjadi pembelanja terbesar dengan total belanja iklan hingga 69 persen atau sebesar Rp 28.5 triliun. Kategori hair care berada di peringkat kedua dengan pertumbuhan 20 persen dan total belanja iklan sebesar Rp 6,9 Triliun.

Namun secara umum, layanan online, hair care, facial care, seasoning and condiments, dan government and political organization mengambil porsi sebesar 35 persen dari total angka belanja iklan.

Dalam periode tersebut, Nielsen juga mencatat beberapa kategori juga memiliki penurunan belanja iklan. Dua kategori dengan penurunan tertinggi adalah communication equipment dan health drink, keduanya turun masing-masing 28 dan 20 persen.

Laporan Nielsen Digital Ad Intel semester pertama 2022 ini juga mencatat peningkatan jumlah kreatif iklan sebesar 40 persen yang didominasi oleh iklan-iklan digital dengan masa tayang pendek. Namun yang menjadi perhatian dari laporan Nielsen adalah terkait jumlah produk baru yang muncul.

Jika dibandingkan dengan tahun 2019, jumlah produk baru pada semester pertama 2022 justru lebih kecil, yaitu sebesar 4,334 dari total 13,704 produk yang beriklan. Kategori leisure dan facial product mendominasi untuk meluncurkan iklan produk baru.

Angka belanja iklan setiap semester, menurut Helen, memang cenderung mengalami kenaikan, seiring dengan kenaikan angka ratecard. Untuk semester pertama 2022 ini, bisa dikatakan bahwa pengiklan sudah mulai menunjukkan rasa percaya diri untuk kembali beriklan.

“Hal ini menunjukkan bahwa industri mulai pulih pasca pandemi. Namun, masih ada kehati-hatian untuk meluncurkan produk baru dan juga para pengiklan mulai menggunakan strategi campaign yang lebih pendek untuk tema-tema tertentu,” tutup Helen.

Baca Juga: Nielsen Ekspansi Pengukuran Kepermisaan TV di Indonesia

Baca Juga: Riset Nielsen Mengungkapkan Influencer Bantu Brand Bangun Koneksi

Baca Juga: ESL Gaming dan Nielsen Perpanjang Masa Kerjasama Pengukuran Esport Komprehensif




Share To


rachli

rachli

Aug. 16, 2022, 1 p.m.


tags : Belanja Iklan Nielsen


Average: 0
Rating Count: 0
You Rated: Not rated

Please log in to rate.



Comments


Please Login to leave a comment.

ARTIKEL TERKAIT LAINNYA