Kapsul Bunuh Diri.jpg

Ngeri! Swiss Ciptakan Teknologi Kapsul Bunuh Diri

oleh: galih Technology Thursday, 16 December 2021 8:00 a.m.


Mancode - Di balik keindahan alam dan kotanya, ternyata Swiss menjadi salah satu negara yang memberi toleransi pada tindakan bunuh diri berbantuan. Terlebih, bantuan untuk bunuh diri, yakni ketika seseorang difasilitasi untuk mengakhiri hidupnya, adalah legal di Swiss. Sebanyak 1.300 orang meninggal di sana dengan cara ini pada 2020.

Cara baru untuk mati dengan bunuh diri berbantuan di sana pun bermunculan. Salah satu yang cukup menyedot perhatian adalah dengan kehadiran kapsul bunuh diri. Kapsul yang diciptakan perusahaan di Swiss tersebut diklaim dapat membantu seseorang melakukan bunuh diri dan alat tersebut bisa digunakan awal 2022.

Melansir BBC, Sarco, nama perusahaan yang membuat kapsul tersebut dengan metode “3D”. Kapsul peti bunuh diri ini bisa ditempatkan di mana pun, menggunakan nitrogen sampai kapsul terisi penuh. Sehingga tingkat oksigen semakin berkurang secara tepat.


Proses ini membuat seseorang yang berada di dalam kapsul tersebut kehilangan kesadaran dan meninggal dalam waktu sekira 10 menit. Peti kapsul ini bisa diaktifkan dari dalam, dan juga memiliki tombol darurat untuk keluar.

Jika kapsul bunuh diri ini dipasarkan di Swiss, kapsul ini tak akan bisa diperoleh melalui penjualan secara konvensional.

Dr Philip Nitschke, pencipta kapsul bunuh diri ini mengatakan, dirinya berencana membuat cetak biru kapsul bunuh diri tersedia untuk khalayak umum. Jadi, siapa pun bisa mengunduh rancangannya dan bisa diambil secara gratis. Ini dilakukannya untuk menekan proses kematian secara medis.

"Kami ingin menghapus segala jenis tinjauan psikiatris dari proses ini, dan memperkenankan individu untuk mengendalikan metode itu sendiri," kata Nitschke. Sejauh ini ada dua prototipe dari kapsul Sarco, sedangkan yang ketiga dicetak di Belanda.

Pro Kontra

Sebelumnya, Dr Nitschke menghadapi kritik atas kapsul tersebut. Di mana beberapa orang menyebut kapsul dengan desain futuristiknya mengglamorkan bunuh diri.

Kritikan datang dari dokter, pengacara, sekaligus profesor di Universitas Zurich, Kerstin Noelle Vkinger. Dia mengatakan kepada surat kabar di Swiss, Neue Zurcher Zeitung, "Perangkat medis itu ada aturannya, karena mereka semestinya lebih aman dari produk lainnya. Bukan karena sebuah produk itu tidak bermanfaat untuk kesehatan, lantas mengabaikan syarat keamanan tambahan ini".

Dia melanjutkan, selama 35 tahun sampai sekarang, melalui dua kelompok Swiss Exit, praktik bunuh diri di Swiss dilakukan secara profesional dengan tenaga terlatih yang bekerja sama dengan dokter.

"Mengingat praktik bunuh diri dengan bantuan selama ini dilakukan secara mapan, aman, dan profesional, serta dilakukan atau didukung secara profesional, kami tidak membayangkan bahwa kapsul berteknologi untuk mengakhiri hidup sendiri, akan mendapat penerimaan atau minat di Swiss," ujarnya.

Sementara, untuk mengetahui legal atau tidaknya penggunaan kapsul bunuh diri dalam aturan medis di Swiss, Sarco menugaskan Daniel Heurlimann, seorang ahli hukum dan asisten profesor di Universitas St Gallen untuk mencari tahu lebih jauh.

Berdasarkan temuannya, Daniel mengatakan, peti kapsul itu "bukan merupakan perangkat medis", sehingga tidak tercakup dalam Undang Undang Produk Terapi Swiss. Dia juga menyakini, peti kapsul ini tidak akan akan melanggar aturan mengenai penggunaan nitrogen, senjata, atau keamanan produk. "Ini artinya, kapsul tersebut tidak diatur dalam aturan hukum yang ada di Swiss," katanya.

Baca Juga: Peringatan Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia

Baca Juga: Populer Tapi Akhirnya Tewas Bunuh Diri

Baca Juga: Tragedi Jonestown 909 Orang Bunuh Diri Massal




Share To


galih

galih

Dec. 16, 2021, 8 a.m.


tags : Bunuh Diri Technology Swiss Kapsul Bunuh Diri


Average: 0
Rating Count: 0
You Rated: Not rated

Please log in to rate.



Comments


Please Login to leave a comment.

ARTIKEL TERKAIT LAINNYA

YOU MAY ALSO LIKE