Cyberpunk.jpg

Menjajal Cyberpunk 2077 Versi PS4 Usai Update Terbaru

oleh: emil Technology Tuesday, 18 May 2021 10:00 a.m.


Mancode - Pada pertengahan 2019 ada satu momen yang membuat para gamer dunia antusias dan membuat banyak meme untuk menunjukkan ketidaksabaran mereka dalam menanti game teranyar karya CD Projekt Red. Di mana dalam momen itu, pengembang game asal Polandia menunjukkan trailer Keanu Reeves sebagai Johny Silverhand yang mengatakan, “Wake the f up Samurai, we have a city to burn!”.

Kalimat tersebut pun sontak semakin mengobarkan semangat gamer yang tak sabar menanti rilisnya Cyberpunk 2077. Apalagi situasi ini ditambah dengan game ini meraih ratusan penghargaan pada 2018 atau sebelum Cyberpunk 2077 dirilis. Namun butuh hampir lebih dari setahun setelah trailer itu keluar, game ini dirilis dengan hasil yang cukup mengecewakan akibat banyaknya permasalahan teknis, khususnya untuk para gamer konsol. Lantas sekitar lima bulan setelah Cyberpunk 2077 diluncurkan, apakah game ini sudah layak dinikmati?

Kabar mengenai overhype serta pandemi Covid-19 disinyalir menjadi pemicu utama kenapa Cyberpunk 2077 rilis dalam keadaan yang bisa dikatakan sangat membuat kecewa pada gamer konsol, baik konsol Playstation 4 dan Xbox One. Namun sebagai catatan, Playstation 4 Pro atau PS4 Pro dan Xbox One X yang notabene memiliki spesifikasi di atas base console memiliki performa yang cukup baik bila dibandingkan mesin generasi awal dalam memainkan game karya CD Projekt Red ini. Tapi sayangnya, untuk versi PS4 dan Xbox One Fat serta Slim, gamer yang hanya memiliki konsol jenis ini terpaksa “gigit jari” saat memainkan Cyberpunk 2077 versi awal


Keadaan Pasca Update 1.22

Setelah sedikit mengintip realita yang terjadi terhadap Cyberpunk 2077 versi awal, maka saatnya menjawab bagaimana keadaan game ini sekarang. Saat ini Cyberpunk 2077 telah mendapatkan update 1.22 dan bila kamu seperti Mancode yang baru pertama kali meng-install game ini di PS4 maka bersiaplah untuk menunggu. Pasalnya, update yang merupakan bagian dari hotfix yang diberikan CD Projeckt Red ini berakumulasi dengan update sebelumnya dengan ukuran yang tak kira-kira, yakni 43 GB!

Berdasarkan patch notes yang dikeluarkan Cyberpunk 2077, update in memperbaiki banyak bug yang menganggu jalannya gameplay. Dari mulai memperbaiki glitch saat misi Gig: Until Death Do Us Apart hingga optimalisasi memori yang mengurangi potensi terjadinya crash dan masih banyak lagi. Namun untuk konsol base PS4 yang Mancode gunakan untuk menjajal Cyberpunk 2077 terkait performanya bisa dikatakan masih sangat tidak stabil.

Dari mulai framerate yang sering mendadak drop, rendering yang telat dengan mobil yang mendadak muncul di jalanan yang kosong atau karakter NPC yang ketika hampiri bermuka rata dan butuh waktu beberapa detik sampai wajah serta anggota tubuh lainnya muncul dengan lengkap, dan yang paling menganggu adalah kondisi mendadak tak bisa mengubah kamera menjadi sudut pandang orang ketiga ketika sedang berkendara mengingat sudut pandang orang pertama atau first person di Cyberpunk 2077 saat mengendarai mobil dan motor terbilang kurang nyaman untuk dikendalikan. Bahkan bila terlalu cepat membuka inventory untuk mengganti pakaian atau senjata karakter yang digunakan, Mancode terkadang mendapati wajah dan tubuh karakternya agak terpisah karena rendering yang terlambat.

Namun di antara semua bug dan glitch yang dirasakan, hal yang agak membuat sedikit geram adalah bug yang muncul di saat melawan musuh, khususnya saat dalam upaya stealth. Beberapa kali saat mencoba non-lethal takedown, musuh yang seharusnya pingsan malah kembali terbangun dan ini terjadi selama berkali-kali dengan musuh yang sama hingga ia menembaki karakter yang dikendalikan.

Kekuatan Utama Cyberpunk 2077: Jalan Cerita

Menggunakan peribahasa ‘tak ada gading yang tak retak’ sebenarnya tepat untuk menggambarkan Cyberpunk 2077 untuk versi konsol PS4 yang base. Karena di balik bug serta glitch yang masih menghantui game ini namun cerita atau gameplay dari Cyberpunk 2077 sebenarnya terbilang seru dan bisa dinikmati oleh para gamer, khususnya yang menyukai RPG layaknya karya CD Projekt Red sebelumnya, yaitu The Witcher.

Cyberpunk 2077 sendiri berkisah tentang perjalanan V yang bisa kamu kendalikan setiap pilihannya hingga jenis kelaminnya. V sendiri adalah seorang preman bayaran yang memiliki cita-cita menjadi legenda di Kota Night City dan ini dimulai dengan dirinya mengambil beragam pekerjaan “kotor” dari para fixer yang ada di kota ini. Namun cita-cita terkikis usai ia dan temannya terjebak di konspirasi yang membuat temannya terbunuh dan dirinya sekarat akibat biochip yang berisikan kepribadian dari teroris bernama Johny Silverhand. Dari plot awal inilah, V pun berpetualang di Night City dan bertemu beragam karakter serta menjalani berbagai misi yang mayoritasnya tergantung kepada kamu bagaimana cara memainkannya.

Terdapat alasan mengapa jalan cerita menjadi kunci utama dari Cyberpunk 2077, karena seperti The Witcher, game ini menunjukkan bagaimana keseriusan CD Projeckt Red mencipatakan dunia fiksi yang kompleks dengan alur cerita yang memang diperuntukkan para gamer dewasa. Dari mulai cerita konspirasi yang melibatkan percobaan pencurian biochip yang melibatkan preman bayaran, doll alias tunasusila, anak konglomerat teknologi yang berakhir dengan terbunuhnya petinggi perusahaan teknologi tersebut dan ini hanya plot awal dari prolog Cyberpunk 2077! Sehingga tak bisa dipungkiri kompleksnya jalan cerita di misi utama game ini menjadi daya tarik yang seharusnya tak membuat gamer merasa ragu untuk memainkannya hanya karena bug-nya.

Selain misi utama, Cyberpunk 2077 juga penuh dengan misi sampingan alias side mission yang semakin melengkapi lapisan drama yang terjadi di Night City. Salah satu contoh misi sampingan yang dilengkapi bumbu plot twist adalah Sinnerman. Misi ini sebenarnya diawali dengan misi di mana kamu diminta untuk membantu membunuh karakter bernama Joshua Stephenson bersama Bill Jablonsky tapi di tengah-tengah misi Bill tertembak dan kamu diminta untuk memilih apakah menyelesaikan misi dengan membunuh Joshua atau mendengarkan permintaan darinya. Bila kamu memilih untuk mendengarkan dan ikut di mobil bersamanya, maka misi ini pun akan berkembang jalan ceritanya.

Dari mulai kamu mengetahui mengenai Joshua yang menemukan Tuhan ketika dirinya di penjara dan merasakan beban dari kelakuannya dulu ketika masih menjadi pembunuh hingga adanya perusahaan yang memanfaatkan sisi religius Joshua untuk membuat braindance (. Side mission ini menggambarkan sedikit sisi kompleksnya jalan cerita dari Cyberpunk 2077 bahkan kamu diberikan kesempatan untuk langsung mengakhiri cerita misi tambahan ini ketika di awal dengan membunuh Joshua. Namun bila melakukan ini, maka kamu takkan mengetahui lanjutan cerita dari Joshua.

Layaknya pohon CD Projeckt Red benar-benar memberikan kamu kebebasan dalam bagaimana cara menikmati gameplay serta cerita di Cyberpunk 2077 apakah kamu akan menemukan batang baru dari keputusan yang diambil atau mengakhirinya langsung untuk menambah dompet virtual kamu di dalam game.

Baca Juga: Tiga Game Mobile yang Seru Dimainkan di Samsung Galaxy A12

Baca Juga: Nostalgia Bersama Game Harvest Moon: One World

Baca Juga: Game Mafia Definitive Edition Hadir di Indonesia, Berapa Harganya?




Share To


emil

emil

May 18, 2021, 10 a.m.


tags : Game Konsol Cyberpunk 2077 Update Technology Cyberpunk 2077


Average: 0
Rating Count: 0
You Rated: Not rated

Please log in to rate.


Comments


Please Login to leave a comment.

ARTIKEL TERKAIT LAINNYA