Menilik Mitos Founder Startup Teknologi Tak Laku di Bursa Kerja.jpg

Menilik Mitos Founder Startup Teknologi Tak Laku di Bursa Kerja

oleh: rachli Technology Friday, 5 August 2022 11:00 a.m.


Mancode - Sebuah riset bertajuk “Are Former Startup Founders Less Hireable?” dari Yale University melaporkan mantan pendiri startup di sektor teknologi 43 persen lebih kecil berpeluang mendapat panggilan kedua setelah wawancara kerja, dibandingkan mereka yang bukan berlatar belakang pendiri startup.

Menurut pengamat kewirausahaan sosial Universitas Prasetiya Mulya, Dr. Rudy Handoko, berpendapat situasi serupa bisa berpeluang terjadi di Indonesia. Menurutnya, bukan hal aneh seorang founder startup masuk ke bursa kerja setelah bisnisnya gagal, atau pertumbuhan bisnisnya lambat.

Problemnya, ada semacam stigma pada para founder startup, atau mereka yang pernah berstatus sebagai chief executive officer, chief financial officer, chief marketing officer pada sebuah perusahaan startup punya karakter arogan, merasa serba tahu, dan stigma negatif lainnya.


“Padahal perekrut membutuhkan karyawan yang humble, open minded, dan terbuka untuk belajar hal baru,” katanya melansir keterangan resmi yang belum lama ini diterima.

Partner di Living Lab Ventures, Bayu Seto juga menilai, sebetulnya para pendiri startup punya sejumlah kelebihan. Mereka adalah sosok generalis yang berpengetahuan luas, kritis dalam mencermati peluang bisnis, serta peka terhadap red flag yang berpotensi menjadi deal breaker.

“Hal ini mereka miliki berkat pengalaman di sisi manajemen maupun operasional perusahaan. Sehingga pengalaman mereka sebagai founder startup ini memberikan pandangan yang cukup matang dalam melakukan investasi,” ujarnya.

Namun, sejumlah perusahaan masih mengutamakan kompetensi skill calon pekerja, apapun latar belakangnya. Hal ini berlaku di XL Axiata, yang menurutnya dalam menyeleksi kandidat berdasarkan kecocokan skill competency dan kecocokan budaya kerja.

“Pengembangannya juga berlaku sama bagi semua karyawan yang sudah bergabung di XL Axiata,” ujar Group Head People Services XL Axiata, Mochamad Hira Kurnia.

Hira juga menyatakan, ada sejumlah hal yang perlu ditingkatkan dari kelompok tersebut. Terutama dalam hal kemampuan menganalisis inovasi versus risiko dan kemampuan managing people, dan kecepatan proses beradaptasi dengan lingkungan enterprise yang fokus terhadap balance sheet.

Di sisi lain, kelompok ini juga memiliki potensi yang dapat dimaksimalkan perusahaan perekrut. Misalnya mereka memiliki kemampuan networking serta kemampuan dalam mengelola segmen bisnis dalam skala tertentu.

Peran Dunia Pendidikan dalam Pembentukan Karakter

Dengan berbagai pandangan itu, bagaimana kemudian solusi untuk mebangun karakter calon wirausahawan yang kuat, namun juga tetap adaptif dengan dunia kerja. Menurut Rudy Handoko, hal itu, salah satunya, ditentukan oleh proses saat menempuh pendidikan, terutama di tingkat kampus.

“Dunia pendidikan dapat menciptakan karakter pebisnis yang kuat. Di kampus, misalnya, kami menekankan proses dalam membentuk pebisnis atau profesional sukses. Tidak ada yang instan karena semua hasil butuh ketekunan,” ujar Rudy.

Dirinya mencontohkan bagaimana para mahasiswa di Universitas Prasetiya Mulya, sejak semester awal telah mendapatkan eksposur terhadap berbagai macam kompetisi, tekanan yang melatih kesabaran dan konsistensi dalam mencapai tujuan.

Mereka bertukar peran dalam kelompok, sekali waktu menjadi ketua, sekali waktu menjadi anggota. Anggota kelompok sengaja ditukar secara rutin, agar sesama mereka bisa bekerja sama dengan baik, meski mereka memiliki latar belakang berbeda.

Banyaknya kompetisi yang diikuti melatih karakter mereka sebagai sosok yang terbiasa menang maupun kalah, dan tidak mudah menyerah meski harus merangkak lagi dari bawah. Hal semacam ini penting untuk pembentukan karakter calon pebisnis, maupun karyawan.

Baca Juga: Mengenal Startup Hijau dan Cara Mendapat Dana dari Investor

Baca Juga: Startup Dagangan Layani Pemenuhan Kebutuhan Pokok Masyarakat Desa

Baca Juga: Startup Honda Kembangkan Sepatu Navigasi untuk Tunanetra




Share To


rachli

rachli

Aug. 5, 2022, 11 a.m.


tags : Founder Startup Teknologi Bursa Kerja Mitos Teknologi Startup


Average: 0
Rating Count: 0
You Rated: Not rated

Please log in to rate.



Comments


Please Login to leave a comment.

ARTIKEL TERKAIT LAINNYA

YOU MAY ALSO LIKE

Entertainment 4 August 2022 11:00 a.m.

Royal Tea Siap Menggebrak dengan Karya Perdana

Entertainment 8 July 2022 9:00 a.m.

Ardhito Pramono Comeback dengan “Wijayakusuma”