Teknologi 5G.jpg

Mengenal Teknologi Telekomunikasi 5G

oleh: rachli Technology Monday, 19 August 2019 17:00 p.m.


Mancode.id, Technology - Geliat teknologi di bidang telekomunikasi terus menunjukan eksistensinya. Seperti halnya sistem jaringan telekomunikasi 5G atau Generasi ke-5 yang saat ini tengah hangat dibicarakan oleh masyarakat luas karena kecepatannya, dibandingkan 4G.

Lalu, apa kemampuan dari 5G? Secara relatif, 5G meningkatkan kecepatan dan latensi data 10 hingga 100 kali serta membidik latensi 20 hingga 40 kali lebih rendah. Dengan demikian, hal itu memperpendek waktu yang dibutuhkan sinyal mencapai satu titik dari titik lain.

Dalam praktik, 5G memungkinkan seseorang mengunduh (secara legal) film ultra high-definition (HD) hanya dalam beberapa detik. Dengan kata lain, hal itu secepat kilat bila dibandingkan dengan waktu yang dibutuhkan oleh 4G.

“Dalam waktu tidak lama, orang dapat menonton film di mobil otonom (yang juga didukung 5G), yang akan mengantarkan ke tempat kerja, dengan segala sesuatu telah sepenuhnya dilakukan secara otomatis oleh robot,” kata Regional TMT Reserch Bank DBS Sachin Mittal dalam siaran pers yang diterima Mancode (19/8/2019).

Baca Juga: Berawal dari Visi Teknologi, Ini Kisah Steve Jobs (I)

Penerapan teknologi 5G memiliki tantangan tersendiri, terutama dalam hal penggunaan teknologi Massive Multiple Input and Multiple Output (mMIMO) yang mensyaratkan pengguna spectrum frekuensi tinggi. Secara analog, meski lebar, sebenarnya panjang efektif jalur operasional 5G sangat pendek.

Pada dasarnya, itu berarti bahwa operator telekomunikasi harus terus menambahkan berbagai struktur pendukung untuk memperpanjang jalur 5G. Struktur pendukung itu disebut base station (perangkat pengirim dan penerima sinyal) dan digunakan untuk memperluas jangkauan nirkabel.

5G tidak hanya membutuhkan lebih banyak base stations, biaya setiap stasiun kemungkinan jauh lebih mahal. Menurut perkiraan konservatif, memerlukan 4,0 hingga 5,0 kali lebih banyak base station untuk mendukung teknologi 5G.

Baca Juga: Berawal dari Visi Teknologi, Ini Kisah Steve Jobs (II)

“Sedangkan untuk biaya, setiap base station 5G mungkin 20 hingga 30 persen lebih tinggi, serta mengkonsumsi daya tiga kali lebih banyak. Dapatkah Anda membayangkan hidup di dunia yang dikelilingi oleh begitu banyak base stations?” ujarnya.

Jangan Lupakan Latensi

Mobil otonom digadang-gadang sebagai bukti penerapan teknologi 5G. Sementara sebagian besar pemain 5G mengklaim bahwa 5G beroperasi pada tingkat latensi kurang dari 30 milidetik. Angka itu masih jauh di atas tingkat yang diperlukan oleh mobil otonom agar berfungsi lebih optimal (satu hingga dua milidetik).

Singkatnya, peluncuran jaringan 5G membutuhkan modal sangat besar. Lebih penting, apakah konsumen bersedia menanggung biaya untuk menikmati segala kenyamanan teknologi 5G. Pihaknya tidak berpendapat demikian, kecuali jika 5G dapat membantu konsumen mengakses kenyamanan baru, atau memangkas biaya di tempat lain.

“Perusahaan, di sisi lain, mungkin akan bersedia merogoh kocek demi 5G jika hal tersebut membantu mereka mendapatkan sumber pendapatan bagi bagi bisnis mereka,” kata Sachin.

Baca Juga: Berawal dari Visi Teknologi, Ini Kisah Steve Jobs (III)


Share To


rachli

rachli

Aug. 19, 2019, 5 p.m.


tags : 5G Massive Multiple Input and Multiple Output Teknologi Telekomunikasi mMIMO


Average: 0
Rating Count: 0
You Rated: Not rated

Please log in to rate.


Comments


Please Login to leave a comment.


ARTIKEL TERKAIT LAINNYA

you may also like

Entertainment 6 December 2019 17:00 p.m.

Opera Gandari Padukan Ragam Unsur Seni

Entertainment 6 December 2019 16:00 p.m.

Pegolf Thailand Bidik Kemenangan BNI Indonesia Masters 2019

Entertainment 5 December 2019 17:00 p.m.

Opera Gandari Suguhkan Pertunjukan Opera Baru

Entertainment 6 December 2019 7:00 a.m.

L’Alphalpha Bangkit dari Tidur Panjangnya