Sam-Ratulangi-dan-Soekarno.jpg

Panitia Persiapan Kemerdekaan Itu Bernama Sam Ratulangi

oleh: rachli History Tuesday, 5 November 2019 15:00 p.m.


Nama Sam Ratulangi dalam sejarah kemerdekaan Indonesia tentu sudah tidak asing lagi. Ya, Sam Ratulangi termasuk dalam anggota Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia yang menghasilkan Undang-Undang Dasar (UUD) Republik Indonesia dan merupakan Gubernur Sulawesi pertama.

Lahir pada 5 November 1890 di Tondano, Minahasa dari pasangan Jozias Ratulangi dan Augustuna Gerungan, Sam Ratulangi memiliki nama lengkap Dr. Gerungan Saul Samuel Jacob Ratulangi. Sam Ratulangi merupakan seorang politikus, jurnalis, dan guru di Sulawesi Utara.

Sam Ratulangi mengawali pendidikannya di sekolah dasar Belanda (Europeesche Lagere School), dan dilanjutkan di Hoofden School. Pada 1904, Ratulangi berangkat ke Jawa untuk masuk Sekolah Pendidikan Doktor Hindia (STOVIA) setelah menerima beasiswa.

Namun arah pendidikan Ratulangi berubah sesampainya di Batavia (Jakarta). Ratulangi memutuskan untuk belajar di sekolah menengah teknik Koningin Wilhelmina. Lulus pada 1908, Ratulangi mulai bekerja pada konstruksi rel kereta api di daerah Priangan Selatan, Jawa Barat.

Pada 1911, Ratulangi kembali ke Minahasa karena ibunya sakit dan ayahnya sudah meninggal saat ia tinggal di Jawa. Setelah kematian ibunya, Ratulangi dan kedua saudarinya membagi warisan kedua orangtua. Dari hasil itu, Ratulangi berencana untuk melanjutkan pendidikannya di Eropa, tepatnya di Amsterdam.

Baca Juga: Melihat Tokoh di Balik Perumusan Sumpah Pemuda

Baca Juga: Melihat Sejarah Asli Stasiun Gambir

Baca Juga: Kerajaan Sumedang Larang dalam Kenangan

Selama di Amsterdam, Ratulangi sering bertemu dengan Sosro Kartono (saudara RA Kartini) dan tiga pendiri National Insdische Partij, yakni Ernest Douwes Dekker, Tjipto Mangoenkoesoemo, dan Soewardi Soejaningrat. Ratulangi juga aktif di organisasi Perhimpunan Indonesia (Indische Vereeninging).

Ratulangi kemudian terpilih sebagai ketua Perhimpunan Indonesia pada 1914. Di masa kepemimpinannya, Ratulangi mengundang pembicara-pembicara yang bersimpati pada perjuangan Indonesia, seperti Conrad Theodore van Devender dan Jacques Henrij Abendanon.

Tidak hanya itu, Ratulangi juga aktif dalam menulis artikel-artikel, salah satunya berjudul Sarekat Islam. Ratulangi menulis tentang pertumbuhan koperasi pedagang lokal Sarekat Islam dan juga memuji gerakan Boedi Oetomo di Indonesia.

Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia

Pada awal Agustus 1945, Ratulangi diangkat sebagai salah satu anggota Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) mewakili Sulawesi. Saat Soekarno memproklamasikan Kemerdekaan Indonesia, Ratulangi hadir dalam upacara tersebut karena ia baru tiba di Batavia dari wilayah timur untuk mengikuti rapat PPKI.

Pada rapat PPKI hari berikutnya lahirlah Undang-Undang Dasar Republik Indonesia dan pengangkatan secara aklamasi Soekarno dan Moh. Hatta sebagai Presiden dan Wakil Presiden. Rapat itu juga membagi Indonesia ke beberapa wilayah administratif, di mana Ratulangi diangkat menjadi Gubernur Sulawesi.

Setelah perjuangan yang dilakukannya, pada Agustus 1961, Ratulangi secara anumerta dianugrahi gelar Pahlawan Nasional Indonesia oleh Soekarno. Ratulangi juga menerima Anumerta Bintang Griliya pada 1958, Bintang Mahaputra Adipradana pada 1960, dan Bintang Satyalencana pada 1961.

Mengingat atas jasanya, nama Ratulangi diabadikan sebagai nama jalan-jalan besar di semua kota di Minahasa (Bitung, Manado, Tomohon, dan Tondano). Namanya juga dipakai untuk bandar udara internasional Manado, dan universitas negeri di Manado. Tidak hanya itu, pada 2016, Kementerian Keuangan mengeluarkan uang pecahan Rp20.000 yang bergambar Sam Ratulangi.


Share To


rachli

rachli

Nov. 5, 2019, 3 p.m.


tags : Panitian Persiapan Kemerdekaan Indonesia Sejarah Kemerdekaan Indonesia PPKI Sam Ratulangi Undang-Undang Dasar


Average: 0
Rating Count: 0
You Rated: Not rated

Please log in to rate.


Comments


Please Login to leave a comment.


ARTIKEL TERKAIT LAINNYA

you may also like

Life Style 15 November 2019 17:00 p.m.

Jepang Larang Pekerja Wanita Memakai Kacamata

Technology 15 November 2019 16:00 p.m.

Google Diam-diam Bocorkan Data Medis Jutaan Pasien

Life Style 15 November 2019 15:00 p.m.

Riset: Orang Bodoh selalu Emosi

Life Style 15 November 2019 15:00 p.m.

Memaknai Hidup Layaknya Tokoh Nobita