Rokok-Klobot.jpg

Mengenal Klobot Rokok Legendaris Indonesia

oleh: inggil Life Style Thursday, 3 October 2019 17:00 p.m.


Budaya merokok di Indonesia sejatinya sudah ada sejak dulu. Setiap tanggal 3 Oktober sendiri diperingati sebagai Hari Kretek Nasional. Namun, hal ini tak banyak ada orang yang tahu. Padahal, industri rokok di Indonesia sendiri sangatlah besar. Terhitung kota-kota besar seperti Kudus, Malang, Kediri, dan Minahasa menjadi penghasil rokok terbanyak Tanah Air.

Berbicara soal industri rokok ada nilai sejarah yang tinggi. Indonesia sendiri juga merupakan penghasil tembakau terbesar di dunia, tak heran jika jaman dulu negara ini dijajah untuk mengambil bahan utama rokok ini.

Baca Juga: 5 Tempat Latihan Skateboard Menarik di Jakarta

Salah satu rokok lawas di Indonesia ialah Klobot. Konon, klobot sudah ada sejak era Rara Mendut. Dalam kisahnya Rara Mendut pernah menolak menjadi istri Tumenggung Wiroguno. Ia pun dihukum dengan membayar pajak yang sangat tinggi. Untuk melunasi pajak tersebut, Rara Mendut berdagang tembakau sompok dari Imogiri, daun klobot, serta rempah-rempah lainnya.

Tembakau-Klobot.jpg

Penjualan klobot sendiri pada masanya terbilang sangat besar. Apalagi pada saat itu klobot menjadi satu-satunya media pembungkus rokok. Bahan dasar dari klobot ini ialah daun jagung, teksturnya yang mudah dihaluskan dan tidak mudah robek menjadi alasan kenapa banyak orang menggunakannya sebagai pembungkus tembakau.

Rokok klobot banyak dikonsumsi oleh para nelayan dan orang-orang di daerah pegunungan. Para nelayan menyukai rokok ini dikarenakan tidak mudah mati, meskipun kecipratan air laut. Sementara masyarakat yang tinggal di pegunungan menyukai klobot karena asapnya yang tebal dan diklaim bisa menghangatkan badan.

Baca Juga: KPAI Bantah Terima Dana Asing untuk Perangi Iklan Rokok

Lanjutnya, pada 1953 Gudang Garam yang kala itu muncul pertama kali sebagai salah satu pabrik rokok di Indonesia memproduksi klobot yang diberi nama Inghwie. Kala itu klobot ciptaan Gudang Garam terlihat lebih mewah dari rokok buatan Cap 93.

Klobot-Gudang-Garam.jpg

Penjualan Klobot produksi Gudang Garam ini terbilang laku keras hingga tahun 1979. Namun, karena saat itu banyak konsumen yang beralih ke jenis sigaret kretek, penjualan klobot dari Gudang Garam seakan mati suri karena mengikuti gaya konsumen.

Saat ini, hanya ada segelintir pabrik rokok yang memproduksi klobot, salah satunya ialah pabrik rokok Cengkir Gading yang berada di Nganjuk, Jawa Timur. Pabrik rokok tersebut sudah ada sejak 1990. Dilansir dari Antara, pabrik ini bisa menghasilkan 40-50 batang klobot setiap harinya.

Cengkir-Gading-Klobot.jpg

Pembuatan klobot sendiri membutuhkan ketelitian agar kualitas yang dihasilkan bagus. Pabrik Cengkir Gading sendiri mempunyai standar sendiri dalam pembuatan klobot, seperti dalam pemilihan tembakau yang dipakai. Hanya tembakau pilihan dari berbagai daerah saja yang dipilih, seperti misalnya Bojonegoro dan Nganjuk.

Setelah tembakau didapat, kemudian diramu dan diberi pengharum khusus, cengkih, dan selanjurnya tinggal dilinting kecil-kecil dengan klobot.

Klobot-Rokok.jpg

Distribusi klobot buatan Cengkir Gading sendiri banyak disebarkan di pasar-pasar lokal Jawa karena kemudahannya dalam berjualan. Kendati persaingan dunia rokok semakin ketat, pabrik Cengkir Gading ini masih setia memproduksi klobot. Saat ini, perusahan rokok tersebut telah memilki 100 orang pekerja dari beragam daerah.

Baca Juga: Cegah Korban, YouTube Larang Video Prank dan Tantangan Berbahaya


Share To


inggil

inggil

Oct. 3, 2019, 5 p.m.


tags : Cengkir Gading Hari Kretek Nasional Gudang Garam Rokok Klobot Kretek


Average: 0
Rating Count: 0
You Rated: Not rated

Please log in to rate.


Comments


Please Login to leave a comment.


ARTIKEL TERKAIT LAINNYA

you may also like

Technology 13 November 2019 16:00 p.m.

Disney Plus Resmi Dirilis, Ini Kelebihannya!

Technology 13 November 2019 15:00 p.m.

Irdeto dan Amlogic Luncurkan Netflix Hailstorm Hybrid

Entertainment 13 November 2019 13:00 p.m.

Tampilan Baru Sonic Hedgehog dapat Respon Positif

Entertainment 13 November 2019 9:00 a.m.

Seniman Djaduk Ferianto Meninggal Dunia