Ruqyah.jpg

Membongkar Penipuan Praktik Ruqyah (I)

oleh: fachrul Life Style Tuesday, 3 December 2019 10:00 a.m.


Mancode - Fenomena ruqyah sudah menyebar luas di masyarakat. Kita sering mendengar adanya gelaran ruqyah massal di masjid, rumah, ruko hingga tayangan di TV. Soal ruqyah yang tengah mewabah ini memang menjadi besar seiring dengan gencarnya pemberitaan di media nasional dan media sosial. Lihat saja di YouTube, video pembahasan ruqyah ini ternyata banyak sekali. Kita sendiri bahkan sulit membedakan mana ruqyah yang nyata dan ruqyah yang akting/pura-pura/menipu.

Tetapi, apakah semua praktik ruqyah itu selalu ampuh dan berhasil? Apakah program ruqyah di beberapa TV selalu berhasil dan nyata? Mancode berhasil mewawancarai Kang Said Kusuma, Guru Besar Padepokan Sukma Lanang Sajati yang menjelaskan secara detail tentang seluk beluk ruqyah tersebut.

Apa itu Ruqyah?

Ruqyah adalah metode penyembuhan dengan cara membacakan sesuatu pada orang yang sakit akibat gangguan non medis maupun penyakit medis. Sejatinya, ruqyah adalah pengobatan sesuai anjuran nabi, karena banyak sekali riwayat tentang ruqyah ini. Sang penderita akan dibacakan doa-doa yang mana dengan doa tersebut Allah mengijabah doa sang Raqi (peruqyah), yang berefek pada kesembuhan seseorang yang sakit.

Apakah semua masalah bisa ditangani dengan Ruqyah?

Tentu bisa, karena sejatinya si peruqyah berdoa untuk kesembuhan si pasien, kesembuhan dari penyakit. Penyakitkan banyak, ada psikis, medis, bahkan santet dan pelet hitam juga bagian dari penyakit jika menimbulkan hal mudhorot pada diri seseorang. Namun untuk permasalahan ekonomi, cinta, gagal move on, saya belum menemukan Dalil dari kitab manapun bahwa ruqyah dapat menyembuhkan atau memperbaiki permasalahan itu. Cuman ya bisa saja sih, karena kan ruqyah do'a , kalau si raqi berdoa agar si pasien yang rejekinya seret menjadi lancar, lalu dengan itu kondisi ekonomi si pasien kembali normal. Maka itu, artinya doa dalam ruqyah itu juga bisa digunakan untuk mendoakan seseorang, terlepas masalah orangnya apa.

Apa itu kesurupan?

Kesurupan adalah masuknya bangsa jin ke dalam tubuh seseorang yang sengaja dimasukkan, ataupun masuknya Jin ke dalam tubuh seseorang secara paksaan dalam artian tidak sengaja dimasukkan melainkan Jin tersebut masuk sendiri secara spontan. Namun, kasus daripada kesurupan Jin yang asli ini sangat sedikit mungkin hanya 10% dari total 100% kasus kesurupan. Kenapa demikian? Karena orang yang tengah kerasukan jin maka orang tersebut tidak memiliki kontrol atas apa yang terjadi pada dirinya termasuk kehilangan kontrol panca indranya. Oleh karena itu, seseorang yang kerasukan jin tidak akan merasakan sakit jika kita bakar, kita tusuk ataupun kita pukul, dikarenakan dia sudah kehilangan kesadaran dan kehilangan kontrol terhadap panca inderanya. Sedangkan, 90% lainnya adalah abreaksi atau kesurupan palsu.

Apa itu Abreaksi?

Abreaksi adalah pencetusan emosi dengan mengingat kembali trauma psikis atau transendensi yang tidak terkontrol. Transendensi berarti menonjolkan hal-hal yang bersifat kerohanian sukar dipahami, gaib dan abstrak. Transendensi ini adalah kepercayaan manusia akan hal yang bersifat tabu, rohani, agama dan spiritual. Dalam transendensi pikiran bawah sadar manusia bekerja secara otomatis. Misalkan saat anda susah, kelaparan, miskin, dan banyak masalah, maka secara otomatis anda menganggap itu sebagai godaan dari tuhan atau cobaan dari Tuhan, atau bahkan azab dari Tuhan, oleh karena itu hal tersebut dinamakan transendensi. Tadi, saya sudah katakan bahwa 90% kesurupan di sekitar kita saat ini adalah transendensi dan abreaksi, yang mana keduanya merupakan bagian dari pada alam bawah sadar kita.

Saya berikan contoh, seseorang yang sedang terkena abreaksi misalnya saat sedang kuliah atau masa orientasi ataupun pada saat pendidikan yang sifatnya keras, maka orang-orang yang tidak kuat seringkali mengalami abreaksi atau kesurupan palsu. Contohnya, mungkin kita sering melihat terjadinya banyak kesurupan massal di sekolah yang mana orang-orang yang kesurupan tersebut hanya teriak-teriak tidak jelas, mengerang tidak jelas, menangis tidak jelas tanpa alasan dan sebab yang pasti. Maka itulah yang dinamakan sebagai abreaksi yaitu saat beban mental dan psikis mereka meluap dan membludak keluar, hingga pikiran alam bawah sadar mereka mengontrol alam sadar mereka, mereka sudah tidak sanggup menampung beban pikiran dan mental mereka sehingga terjadilah yang namanya abreaksi. Di saat beban-beban tersebut keluar seluruhnya dengan jeritan, teriakan dan lain sebagainya, maka ini dinamakan abreaksi atau proses pencetusan emosi yang keluar secara spontan tanpa disadari oleh alam sadar. Orang-orang yang sedang mengalami abreaksi tidak akan mempedulikan sekitarnya dia hanya fokus untuk meluapkan dan mencetuskan emosinya seperti misalkan orang yang marah kepada orang lain dan tidak bisa meluapkan amarahnya kemudian kemarahan tersebut sudah tidak bisa tertahan lagi maka orang tersebut akan abreaksi dan dalam proses abreaksinya orang tersebut akan mencaci-maki, marah dan berkata kasar begitupun hal yang lainnya.

Saya berikan contoh lagi, saat anda marah kepada seseorang misalkan kepada atasan anda, namun anda tidak bisa meluapkan amarah anda maka apa yang anda rasakan? rasa dongkol dan kesal di dalam hati, di dalam pikiran yang terasa begitu berat dan ada tidak bisa mengeluarkan itu, anda hanya menyimpannya di dalam pikiran dan alam bawah sadar anda dan saat emosi tersebut sudah tidak tertampung lagi maka emosi tersebut akan meledak dan terjadilah proses abreaksi.

WhatsApp Image 2019-12-02 at 4.34.52 PM.jpeg

Lalu apa hubungannya dengan Transendensi?

Harus saya katakan bahwasanya masyarakat Indonesia ini adalah bodoh, masyarakat Indonesia ini mayoritas adalah orang-orang malas, yang malas dalam berbagai hal, malas dalam segi agama, malas dalam segi belajar, bahkan malas dalam segi bekerja. Saya menggali fenomena ruqyah ini sedalam mungkin dan akhirnya saya menemukan kejanggalan nya. Masyarakat Indonesia kekurangan informasi dan kekurangan ilmu mengenai transendensi dan mengenai ilmu-ilmu yang sifatnya rohani. Di dalam agama Islam ada bagian tasawuf dan tarekat, hal itu adalah cabang kerohanian dalam agama Islam. Namun nyatanya, cabang ilmu kerohanian ini sedikit sekali yang minat dan mempelajarinya. Karena kekeringan informasi ini maka pikiran masyarakat Indonesia mudah terbodohi, tidak mesti dibodohi oleh orang lain bahkan oleh sugesti diri mereka sendiri mereka seringkali dibodohi.

Contohnya saat anda sakit, anda lebih mempercayai pergi ke dukun dan tukang ruqyah yang tidak jelas ilmu rohaninya dari mana (maksudnya si dukun dan tukang ruqyah tersebut belajar ilmu pengobatan dari mana dan apa tolak ukurnya dukun tersebut dapat mengatakan ini sakit A, sakit B atau sakit C). Dukun dan tukang ruqyah pengobatan seperti ini tidak memiliki kemampuan dan tidak memiliki kredibilitas dalam dunia pengobatan. Mereka hanya mengandalkan akal-akalan dan cocoklogi atau mencocok-cocokkan atau bahkan hanya khayalan, menuduh sebuah penyakit dari jin, menuduh ini dari sihir, padahal itu hanya penyakit medis. Nah, saat sudah begini maka akan sangat berbahaya misalkan ada seseorang yang sakit medis lalu tiba-tiba berobat ke dukun atau ke tukang ruqyah, maka saat diobati si pasien tersebut kesurupan. Lalu dalam kesurupannya dia berkata saya yang mengirim sihir, saya Jin kiriman si A, si B atau si C. Maka dengan demikian, si dukun atau tukang ruqyah dengan mudahnya memvonis bahwa penyakit ini adalah sihir, penyakit ini adalah santet, penyakit ini adalah Jin kiriman. Padahal, kenyataannya itu hanya penyakit medis biasa.

Lalu akan muncul pertanyaan, jika itu penyakit medis biasa Lantas kenapa si pasien saat diobati bisa kesurupan dan berkata saya Jin, saya sihir, saya santet? Begini rumusnya, saat seorang manusia pergi ke dukun ataupun tukang ruqyah maka apa yang ada di dalam pikirannya ? Di dalam pikirannya dia membawa sugesti bawa saya terkena sihir! Kenapa saya yakin mereka membawa sugesti demikian? Jelas! Jika mereka tidak memiliki sugesti bahwa mereka terkena sihir ataupun terkena gangguan jin, maka mereka tidak mungkin mendatangi tukang ruqyah ataupun dukun, sudah pasti mereka akan mendatangi klinik, dokter ataupun rumah sakir. Tetapi karena mereka membawa sugesti di dalam pikiran mereka bahwa mereka terkena gangguan jin, maka sudah pasti mereka akan mendatangi tukang ruqyah dan Dukun! Ini point nya!

Saat mereka sudah mensugestikan diri mereka sendiri maka dengan mudahnya saat proses ruqyah mereka akan kesurupan yang mana kesurupan tersebut adalah buah dari pada pikiran mereka sendiri, seperti yang saya sebut di atas sebagai abreaksi. Di dalam pikiran alam bawah sadar mereka, mereka meyakini diri mereka bahwa mereka terkena gangguan jin, oleh karena itu saat diobati maka si tukang ruqyah ataupun dukun akan memberikan repetisi atau penekanan. Seperti contohnya, "WAHAI KAMU JIN YANG ADA DI TUBUH INI, KELUARLAH!" kalimat tersebut adalah repetisi atau penekanan yang dilontarkan oleh si dukun atau si tukang ruqyah, dengan kalimat tersebut maka si pasien semakin meyakini bahwa dirinya terkena gangguan jin dan hanya butuh beberapa menit maka orang tersebut akan terkena abreaksi. Maka itulah, yang terjadi di dunia saat ini ialah banyak peruqyah palsu yang mengatasnamakan agama namun justru mereka membodohi manusia.

Apakah yang datang ke tempat Ruqyah selalu terkena gangguan Jin?

Sebenarnya yang datang ke tempat ruqyah bukan orang yang terkena gangguan jin melainkan orang-orang yang hanya tersugesti oleh diri mereka sendiri. Meski ada juga sebagian yang benar-benar terkena gangguan Jin, namun kenyataannya mereka tidak mempan diruqyah, karena ruqyah tersebut tidak berefek pada mereka. Pada kenyataannya, saya sering kali mendapatkan pasien yang terkena santet namun mereka gagal di ruqyah, penyakitnya tetap ada dan tukang ruqyahnya kewalahan. Dari situ saya paham bahwasanya orang-orang yang mendatangi tempat ruqyah sebagian besar hanya orang-orang yang tertipu oleh sugesti mereka sendiri. Kenapa saya bilang orang yang terkena santet tidak mempan di ruqyah? karena kebanyakan peruqyah saat ini adalah penipuan, mereka melakukan metode-metode ruqyah yang jauh dari pada sunnah nabi, metode-metode seperti kesurupan, bertanya kepada Jin yang sedang ada dalam tubuh seseorang, padahal orang tersebut tidak benar-benar kesurupan dan uniknya mereka (tukang ruqyah) memercayai ucapan dari pasien mereka sendiri yang sedang kesurupan (kesurupan palsu).

Saya minta Anda membuka YouTube dan lihat berapa Konyolnya tukang ruqyah, ada tukang ruqyah yang bilang rokok disukai jin, ada juga yang bilang kecanduan game karena Jin, ada juga yang bilang kecanduan onani adalah karena Jin, mereka semua mengeluarkan statemen tersebut atas dasar ucapan seseorang yang sedang kesurupan, sangat dungu bagi saya Karena Nabi pun tidak pernah melakukan hal (kesurupan dan tanya-tanya orang kesurupan). Meski sudah jelas, mereka dalam metodenya jauh daripada sunnah Nabi, namun mereka tidak malu dan tidak tahu malu. Mereka selalu membawa-bawa label ruqyah syariah berdasarkan sunnah nabi, padahal metode mereka sangat jauh daripada sunnah nabi.

Kenapa pasien yang diruqyah kerap kesakitan?

Karena saya tahu setiap praktek ruqyah mereka seringkali menekan titik syaraf, seperti area punggung, area kaki, paha dan lain sebagainya. Mereka berdalih titik-titik tersebut adalah tempat bersemayamnya Jin, hal ini sangat dungu dan tolol bagi saya, Kenapa? karena saya mempelajari ilmu totok dari Cina dan saya paham betul mana titik syaraf manusia.

Baca Juga: Mistisnya Pentas Ebeg di Banyumas

Baca Juga: Said Kusuma, Sang Pembasmi Dukun Palsu!

Baca Juga: Mistisnya Hutan Alas Purwo Banyuwangi


Share To


fachrul

fachrul

Dec. 3, 2019, 10 a.m.


tags : Mistis Supranatural Dukun Paranormal Ruqyah Metafisik Padepokan Sukma Lanang Sajati Said Kusuma


Average: 0
Rating Count: 0
You Rated: Not rated

Please log in to rate.


Comments


Please Login to leave a comment.

  • Ekosusanto 7 months, 1 week lalu
    EkoSusanto

    Mantab penjelasannya...berarti selama ini salah saya untuk pemahaman ruqyah....gak taunya kalo yg dipencet2 teriak itu karena jin,tp karena emang bener2 sakit😁

  • Muhamad.Nurul.Ikhsan 7 months, 1 week lalu
    Muhamad.Nurul.Ikhsan

    Perlu disimak video ini. Kalau mengatakan Ruqyah sama dengan hypnosis, sudah dibantah sendiri sama saudara Said https://youtu.be/TQaIztXJjnA

ARTIKEL TERKAIT LAINNYA

you may also like

Technology 9 July 2020 13:00 p.m.

Spotify Kenalkan Fitur Barunya 'Lirik'

Entertainment 9 July 2020 12:00 p.m.

Kembali Aktif Berkarya, SMVLL Rilis Single Let's Go

Entertainment 9 July 2020 11:00 a.m.

Debut Istimewa Biagi dengan Single 'In Your Eyes'