Kejahatan Siber.jpg

McAfee Temukan Kejahatan Siber yang Manfaatkan Topik Covid-19

oleh: galih Technology Tuesday, 28 July 2020 10:00 a.m.


Mancode - Perusahaan keamanan siber, McAfee menerbitkan hasil studi penelitian terbaru berjudul McAfee Covid-19 Threat Report: July 2020. Studi ini membahas aktivitas kejahatan siber terkait masa pandemi Covid-19 dan evolusi dari ancaman siber pada kuartal pertama 2020.

Dikatakan Raj Samani, McAfee Fellow and Chief Scientist, tema kejahatan yang terjadi pada 2020 didominasi oleh topik adaptasi cepat para penjahat siber dalam mengeksploitasi pandemi Covid-19. Menurutnya, dampak dari serangan siber ini cukup besar.

“Dimulai dari serangkaian kejahatan phishing dan aplikasi ‘jahat’ secara cepat telah berevolusi menjadi URL-URL berbahaya yang memenuhi dunia maya. Para penjahat siber juga menggunakan rasa ingin tahu netizen tentang berita Covid-19 sebagai jalan masuk ke sistem-sistem operasi di seluruh dunia,” kata Raj.

Menurut hasil studi McAfee, ada 375 ancaman baru per-menit dan melesatnya jumlah penjahat siber yang membuat aplikasi ‘jahat’, kejahatan phishing, menanam malware bertemakan Covid-19 dan masih banyak lagi.

Dalam temuan tersebut terungkap Powershell menjadi malware baru yang jumlahnya makin menanjak hingga 688 persen selama periode kuartal ini mencapai 1,902 persen selama empat kuartal.

Insiden yang mengancam sektor publik, individu, pendidikan dan manufaktur juga mengalami peningkatan dengan hampir 47 persen dari kasus tersebut dilaporkan terjadi di Amerika Serikat.

Peneliti dari McAfee menemukan bahwa ancaman seputar tema pandemi Covid-19, seperti tes, perawatan, pengobatan, dan topik kerja dari rumah, merupakan hal yang lumrah digunakan oleh penjahat siber untuk menjebak netizen agar mengklik tautan, mengunduh dokumen, atau membuka file PDF yang berpotensi berbahaya.

Untuk melacak jejak dari aktivitas tersebut, McAfee Advanced Programs Group (APG) telah menerbitkan Covid-19 Threat Dashboard yang berisikan daftar ancaman siber teratas yang berkedok tema pandemi, bisnis dan negara yang menjadi target utama, serta jenis dan volume ancaman yang paling sering digunakan dari waktu ke waktu.

“Keamanan siber tidak memiliki pemecahan masalah yang sama untuk setiap kasus, masing masing organisasi memiliki persyaratan dan tujuan yang unik dan spesifik dalam menyelesaikan masalah,” ujar Patrick Flynn, Head of McAfee APG.

Sementara sepanjang periode kuartal pertama 2020, McAfee Advanced Threat Research (ATR) juga mengamati bahwa pelaku kejahatan siber lebih fokus pada sektor di mana komitmen waktu dan integritas pekerja merupakan hal yang sangat penting, seperti di perusahaan manufaktur, hukum, dan konstruksi.

Angka kasus ransomware baru menurun 12 persen pada kuartal pertama tapi total kasus ransomware meningkat sebesar 32 persen selama empat kuartal terakhir.

Baca Juga: 10 Judul Film Streaming Berpotensi Jadi Target Kejahatan Siber

Baca Juga: Upaya Perlindungan Trend Micro Terhadap Ancaman Siber

Baca Juga: Trend Micro: Peningkatan Ancaman Siber di Tengah Pandemi


Share To


galih

galih

July 28, 2020, 10 a.m.


tags : Technology Pandemi Covid-19 Kejahatan Siber Kejahatan Siber Topik Covid-19 Siber McAfee


Average: 0
Rating Count: 0
You Rated: Not rated

Please log in to rate.


Comments


Please Login to leave a comment.

ARTIKEL TERKAIT LAINNYA

you may also like

Life Style 30 November 2020 11:00 a.m.

Ritel Topshop Diambang Penutupan

Life Style 30 November 2020 9:00 a.m.

Wacana Batasan Usia Pemilik Akun Media Sosial

Entertainment 30 November 2020 7:00 a.m.

Kisah Kolaborasi Marcell Siahaan dengan Musisi Jazz Dunia