McAfee.jpg

McAfee: Pelanggaran Cloud-Native Berbeda dengan Serangan Malwere

oleh: rachli Technology Wednesday, 25 September 2019 15:00 p.m.


Salah satu perusahaan cybersecurity perangkat ke cloud, McAfee kembali merilis Cloud-Native: Infrastruktur-sebagai-Layanan-Adobsi dan Laporan Risiko yang mencakup penelitian baru tentang insiden Infrastruktur-sebagai-Layanan (IaaS) di cloud.

IaaS saat ini adalah area dari cloud yang tumbuh paling cepat karena kecepatan, biaya, dan kehandalan yang bisa diaplikasikan oleh setiap organisasi. Hasil survei menunjukan bahwa 99 persen kesalahan konfigurasi IaaS luput dari pengamatan yang menunjukan bahwa kesadaran terhadap hal yang paling umum terjadi pada Pelanggaran Cloud Native sangat rendah.

Managing Director Asia McAfee, Jonathan Tan mengatakan, dalam kondisi yang serba cepat menuju adopsi IaaS banyak organisasi mengabaikan model tanggung jawab soal cloud dan dianggap bahwa keamanan diurus sepenuhnya oleh penyedia cloud.

“Padahal, keamanan dari data paling sensitif yang pelanggan tempatkan di cloud adalah tanggung jawab mereka juga,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima Mancode (25/9/2019).

Dirinya menambahkan, untuk bisa bertahan melawan era baru pelanggaran cloud-native, setiap organisasi perlu menggunakan alat keamanan cloud-native yang memang sengaja dibuat untuk keamanan cloud dan membantu menangani hal yang menjadi tanggung jawab bersama.

IaaS tidak terlihat seperti serangan malware biasa. Alih-alih memanfaatkan fitur asli insfrastruktur cloud untuk melakukan serangan, memperluas ke instansi cloud yang berdekatan, dan mengekstrak data sensitif.

Dalam kebanyakan kasus, mereka menyerang dengan mengeksloitasi kesalahan konfigurasi di dalam lingkungan cloud saat awal dibuat. Penelitian ini menyoroti perlunya alat keamanan untuk tetap terdepan dalam isu IaaS-Native.

Cloud-Native: Laporan adopsi IaaS juga mengungkapkan hal-hal seperti hubungan terputus antara praktisi dan pimpinan perusahaan, meningkatnya data cloud yang hilang di IaaS, dan IaaS adalah New Shadow IT.

Untuk laporan ini, McAfee telah mensurvei 1.000 organisasi perusahaan di seluruh dunia tentang masalah keamanan di IaaS, dengan fokus pada kesalahan konfigurasi yang dalam beberapa kasus menyebabkan jutaan catatan pelanggan dan kekayaan intelektual terbuka untuk pencurian.

McAfee turut menganalisis penggunakan IaaS oleh pelanggannya sendiri melalui data acara teragregasi yang dianonimkan pada jutaan pengguna cloud dan milyaran kejadian.

Baca Juga: McAfee Ungkap Ransomware Kuartal Pertama 2019

Baca Juga: Google Cloud Resmi Buka Data Center di Indonesia Awal 2020

Baca Juga: Laptop Gaming Tertipis di Dunia dari ASUS


Share To


rachli

rachli

Sept. 25, 2019, 3 p.m.


tags : Virus Anti Virus IaaS Malwere Cloud Native Cybersecurity McAfee


Average: 0
Rating Count: 0
You Rated: Not rated

Please log in to rate.


Comments


Please Login to leave a comment.


ARTIKEL TERKAIT LAINNYA

you may also like

Travel 10 December 2019 15:00 p.m.

5 Lokasi Wisata Berkonsep Glamping

Life Style 10 December 2019 15:00 p.m.

Apa Benar Orang Malas adalah Orang yang Kreatif?

Travel 10 December 2019 14:00 p.m.

5 Rekomendasi Desa Wisata di Indonesia