Laleilmanino Salurkan Donasi untuk Sekolah Pelestari Tradisi dan Hutan di Kalimantan Barat.jpg

Laleilmanino Salurkan Donasi untuk Sekolah Pelestari Tradisi

oleh: rachli Entertainment Wednesday, 2 November 2022 22:00 p.m.


Mancode - Trio Laleilmanino kembali mengajak generasi muda bergerak bersama untuk menjaga hutan demi mencegah dampak perubahan iklim yang semakin parah. Aksi tersebut dilakukan setelah menyusul kesuksesan membuat lagu Dengar Alam Bernyanyi sebagai theme song program Y20 2022.

Kali ini Anindyo Baskoro (vokalis RAN), serta Arya Aditya Ramadhya dan Ilman Ibrahim (gitaris dan keyboardist Maliq & D’Essentials) melakukan penyaluran donasi kampanye #DengarAlamBernyanyi.

Hasil penjualan merchandise, donasi dari publik dan royalti dari lagu yang digarap bersama Chicco Jerikho, Sheila Dara, dan HIVI! untuk memperingati Hari Bumi Sedunia (Earth Day) ini telah terkumpul sebesar Rp 25 Juta.


“Terima kasih untuk semua pihak yang mendukung berjalannya karya ini, dan juga untuk Hutan itu Indonesia (HII) yang sejak awal kami membuat lagu ini sudah sangat membantu sekali untuk memberi insights supaya lagu ini benar-benar bernyawa,” kata Nino.

Manager Program - Hutan Itu Indonesia, Christian Natalie mengatakan, selain catchy, lagu ini juga memiliki makna yang dalam. Polusi yang menyelimuti Bumi dengan polutan membuat planet tempat tinggal semakin panas.

“Pesan tentang selimut polusi yang harus dihajar berhasil disampaikan dengan keren oleh Laleilmanino,” ujar Christian.

Seperti selimut yang menutupi tubuh yang sedang gerah, sambungnya, maka tubuh akan semakin tidak nyaman. Bumi yang kepanasan menyebabkan perubahan iklim, yang dampaknya akan semakin parah, jika tidak segera diatasi.

Sejalan dengan pesan dalam lagu ini, HII merekomendasikan Laleilmanino untuk mendonasikan hasil kampanye ini kepada Sekolah Adat Arus Kualan yang memiliki empat sekolah informal gratis di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.

F Deliana Winki, penggerak Sekolah Adat Arus Kualan Deliana mengungkapkan rasa bahagianya. Dirinya berharap dukungan ini bisa bermanfaat bagi anak-anak dan orang-orang muda yang ingin mengembangkan adat, budaya serta menjaga hutan.

“Saya berharap bisa bermanfaat bagi anak-anak dan orang-orang muda yang ingin mengembangkan adat, budaya serta menjaga hutan,” katanya.

Gerakan akar rumput di Arus Kualan

Martison Siritoitet, salah satu penggerak Sekolah Adat Arus Kualan menyampaikan, bahwa sekolah alam merupakan bentuk “perjuangan akar rumput” dalam mengajarkan kearifan lokal bagi generasi muda. Beberapa program utamanya seperti pembelajaran tarian tradisional, hingga pengenalan tentang obat tradisional.

“Para murid belajar langsung ke hutan, mengenali serta melihat secara langsung bagaimana bentuk tanaman obat, lalu mereka foto dan dokumentasikan. Kemudian mereka belajar kegunaan setiap tanaman yang penting bagi masyarakat, khususnya di kawasan Arus Kualan,” beber Martison.

Dirinya menambahkan, murid di Sekolah Adat Arus Kualan juga belajar tentang cerita rakyat, kerajinan tangan, termasuk tentang suvenir-suvenir atau cenderamata.

Baca Juga: Gandeng Sunlotus, Band Self-Proclaimed Milledenials Rilis Split

Baca Juga: Hindia dengan "Evaluasi" Puncaki Tangga Lagu Terpopuler di Spotify

Baca Juga: Musisi Kebanggaan Lokal Siap Meriahkan Ajang M20 (Music20)




Share To


rachli

rachli

Nov. 2, 2022, 10 p.m.


tags : Laleilmanino Hutan Donasi Sekolah Pelestari Tradisi Kalimantan Barat


Average: 0
Rating Count: 0
You Rated: Not rated

Please log in to rate.



Comments


Please Login to leave a comment.

ARTIKEL TERKAIT LAINNYA