Komunitas Salihara Sukses Gelar Pameran Universal Iteration Bertajuk ‘Intermissions’.jpg

Komunitas Salihara Sukses Gelar Pameran Universal Iteration Bertajuk ‘Intermissions’

oleh: rachli Mancave Thursday, 2 June 2022 9:00 a.m.


Mancode - Komunitas Salihara Arts Center sukses menggelar pameran Universal Iteration (UNIT) 2, yang berakhir pada Mei 2022. Berbeda dengan penyelenggaraan pertama, Universal Iteration kali ini mengambil tema khusus, yakni Intermissions, untuk merespons sebab-akibat budaya internet.

Manajer Galeri Komunitas Salihara Ibrahim Soetomo mengatakan, Universal Iteration digagas pada 2021 sebagai upaya menggunakan ruang digital sebagai ruang pameran. Alih-alih memamerkan pameran virtual dengan memindahkan pameran-pameran dalam galeri luring ke ruang virtual.

“Universal Iteration menampilkan karya-karya seni digital yang dipersiapkan dengan pola pikir digital, ke dalam pameran yang sepenuhnya digital,” katanya melalui keterangan resmi yang diterima belum lama ini.


Tajuk Intermissions sendiri diambil dari dua makna, yaitu internet dan internet emissions atau emisi internet. Selain berbicara mengenai aktivitas yang terjadi secara daring, pameran ini juga berbicara mengenai dampak fisik yang mungkin terjadi akibat meningkatnya aktivitas di internet.

Tajuk tersebut juga diangkat sebagai pengingat untuk mengambil jeda sejenak dari dunia maya yang tidak disadari menimbulkan isu lingkungan baru, yaitu meningkatnya emisi gas rumah kaca sebesar satu sampai lima persen karena penggunaan internet yang berlebihan.

Bob Edrian selaku kurator pameran melihat fenomena dunia digital dan konsep ruang yang terjadi di dalamnya sebagai tajuk utama dalam pameran Universal Iteration tahun ini. Sekadar informasi, penyelenggaraan sebelumnya tidak bertema dan sifatnya lebih praktis.

“Ragam aktivitas di dunia maya tidak hanya menghasilkan keuntungan berupa kemudahan akses informasi serta terbukanya peluang-peluang baru di berbagai bidang,” ujarnya.

Pada kenyataannya, lanjur Bob Edrian, aktivitas-aktivitas virtual menghasilkan emisi berupa jejak karbon secara perlahan memberi pengaruhnya pada kondisi lingkungan. Gagasan Intermission menjadi tawaran untuk menelusuri kesadaran seniman dalam merespons isu internet dan lingkungan, dan tentunya juga isu manusia dan kemanusiaan.

Selain itu, dalam penentuan seniman UNIT, Bob Edrian menjelaskan, pemilihan seniman didasarkan pada penentuan tema tahun ini yang banyak menyentuh wilayah batas atau terluar dari perkembangan teknologi internet.

Untuk mengakomodasi gagasan-gagasan tersebut, dalam hal ini mencakup manusia dan lingkungan, nama-nama seniman dipilih berdasarkan spektrum kekaryaan mereka. Dari sejumlah seniman yang diajukan, indikator keselarasan karakteristik eksplorasi karya dengan tema pameran merupakan indikator penting.

Tidak hanya pameran, acara ini juga menghadirkan berbagai aktivitas lain, salah satunya Bincang Seniman. Bersama dengan para seniman UNIT, acara ini membahas lebih dalam mengenai karya-karya yang mereka pamerkan secara daring.

Melalui berbagai rangkaian aktivasi, acara ini diharapkan para pengunjung dapat menumbuhkan sikap kritis terhadap isu-isu yang lahir di dalam dunia virtual baik yang berdampak terhadap lingkungan amupun terhadap sesama manusia lainnya.

Baca Juga: Komunitas Salihara Hadirkan Drama Audio ‘Tuhan, Tolong Bunuh Emak!’

Baca Juga: Peringati HPSN 2022, KFC Indonesia dan Divers Clean Action Lakukan Kegiatan Bersih Pantai dan Laut

Baca Juga: Bersama Komunitas Zero Waste Adventure, realme Ajak Generasi Muda Peduli Lingkungan




Share To


rachli

rachli

June 2, 2022, 9 a.m.


tags : Komunitas Salihara Universal Iteration Pameran Intermissions


Average: 0
Rating Count: 0
You Rated: Not rated

Please log in to rate.



Comments


Please Login to leave a comment.

ARTIKEL TERKAIT LAINNYA

YOU MAY ALSO LIKE

Fashion Style 26 September 2022 13:00 p.m.

Berdesain Klasik, New Balance 9060 Resmi Hadir di Indonesia

Entertainment 10 September 2022 8:00 a.m.

The Otherside Hangatkan Gelaran Hardcoustic