Komunitas Handal Tuli.jpg

Komunitas Handal Tuli: Ketika Perbedaan Saling Mendengarkan

oleh: inggil Mancave Tuesday, 20 August 2019 14:00 p.m.


Kehidupan yang damai ialah hidup yang penuh toleransi. Indahnya kehidupan ketika perbedaan saling menyatukan untuk terciptanya sebuah persatuan. Dengan begitu, rasa untuk saling memahami satu sama lain akan begitu terasa. Hal tersebutlah yang menjadi dasar bagi Rully Anjar, selaku pembuat komunitas Handal Tuli.

Sebuah wadah yang menyatukan mereka yang mampu mendengar dengan mereka yang tak bisa mendengar. Saling adanya toleransi tersebutlah tercipta di komunitas ini. Dengan beragam kegiatan yang humanis dan edukatif, komunitas Handal Tuli mampu menjadi jawaban tak adanya sekat dalam sebuah perbedaan.

Baca Juga: Mengenal Komunitas Serbuk Kayu Surabaya

Awalnya, komunitas Handal Tuli dibentuk saat Rully yang mampu mendengar merangkul tiga rekannya yang tuli, yakni Surya Sahetapy, Ricendy Januardo, dan Adhi Kusumo Bharoto untuk saling bergandeng tangan membawa kesetaraan. Hal itu pula yang menjadi motto bagi komunitas ini “Saling Berbagi & Saling Memahami”

“Kami belum memiliki anggota, saat ini hanya merekrut relawan saja. Untuk para relawan ini kami terbuka bagi siapa saja yang ingin berkontribusi. Jadi relawan kami ada yang dengar dan tuli,” ujar Rully seperti dilansri GenPi.

Sejak dibentuk pada 30 Maret 2018, di Jakarta, Handal Tuli telah menerima 10 relawan pada awalnya. Sudah banyak kegiatan menarik yang dilakukan oleh komunitas ini. Tiga utamanya ialah Temu Sapa, Handai Berbagi, dan Handai Berkunjung.

Komunitas Handal Tuli.jpg

Temu Sapa adalah program yang mana pembuka pintu bagi masing-masing relawan. Acara ini dibuat dengan santai dan banyak bermain. Tujuannya sendiri untuk mempertemukan orang tuli dengan yang tidak. Pada program ini juga akan diajarkan bahasa isyarat untuk berkomunikasi.

“Biasanya setelah acara selesai, pertemanan mereka terus berlanjut. Kami membuat suasana sesantai mungkin supaya tidak canggung,” tutur Rully.

Setelah program Temu Sapa berakhir dilanjutkan dengan Handai Berbagi. Lewat program tersebut, mereka ingin menimba berbagai literasi ilmu dari pihak ketiga. Bisa dari museum, perusahaan multi nasional, hingga instansi pemerintahan.

Pada program Handai Berkunjung, komunitas Handal Tuli akan melakukan tur ke museum untuk mempelajari budaya, baik secara nasional maupun internasional bagi teman-teman yang tuli.

Komunitas Handal Tuli.jpg

“Kita perlu untuk mengecek aksebilitas lokasi. Karena sebagian besar tur guide mengaku canggung saat pertama kali dikunjungi oleh teman-teman Tuli. Maka dari itu sebisa mungkin kami akan berkunjung ke tempat-tempat umum lainnya,” tegas Rully.

Untuk berkomunikasi dengan penderita tuna rungu, relawan di komunitas akan mempelajari bahasa isyarat. Merekapun biasanya menggunakan pendekatan interaktif. Satu sama lain relawan dapat melebur. Selain itu, Handal Tuli kini telah melakukan kerja sama degnan tempat-tempat edukasi di Indonesia yang belum ramah difabel, untuk menawarkan fasilitas materi edukasi.

Baca Juga: Saber, Komunitas Pemburu Ranjau Paku di Ibu Kota

“Harapannya agar teman-teman tuli dapat mengakses ilmu lebih banyak lagi,” tutup Rully.


Share To


inggil

inggil

Aug. 20, 2019, 2 p.m.


tags : Komunitas Handal Tuli Berita Komunitas Komunitas Sosial Jakarta Tuli Difabel Kebutuhan Khusus Buta Komunitas Jakarta Profil Komunitas


Average: 0
Rating Count: 0
You Rated: Not rated

Please log in to rate.


Comments


Please Login to leave a comment.


ARTIKEL TERKAIT LAINNYA

you may also like

Life Style 19 November 2019 17:00 p.m.

Cara Menenangkan Wanita yang Emosi

Entertainment 19 November 2019 17:00 p.m.

Hal Terserah Jadi Single Terbaru Primela Anjar

Entertainment 19 November 2019 16:00 p.m.

LANGIT Rilis Single Debut 'Tentukan Arah'

Entertainment 19 November 2019 15:00 p.m.

‘Mengalah’ Menjadi Single Perdana Tival