Mobil Listrik.jpg

Kemenperin Kebut Pengembangan Kendaraan Listrik

oleh: galih Life Style Tuesday, 10 November 2020 10:00 a.m.


Mancode – Pemerintah terus menggenjot pengembangan kendaraan berbasis listrik. Ini sangat penting, karena keberadaan kendaraan listrik akan berdampak positif pada pengurangan emisi. Di sisi lain, kendaraan listrik juga memberikan banyak peluang. Terutama pada bidang ekonomi, dan penguatan teknologi artificial intelligent (AI), serta robotik dalam menopang produktivitas industri nasional di masa depan.

Seperti dikatakan Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi,dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin, Taufiek Bawazier, pemerintah terus memacu penerapan teknologi dan peningkatan investasi di sektor otomotif nasional, termasuk mengakselerasi pengembangan kendaraan listrik roda dua, tiga, serta roda empat atau lebih yang berbasis baterai listrik maupun mild hybrid dan strong hybrid.

“Saat ini, kami telah merampungkan regulasi terkait peta jalan kendaraan listrik berbasis baterai listrik yang merupakan turunan Perpres 55/2019,” ujar Taufiek beberapa waktu lalu.


Dia menjelaskan, potensi pengembangan kendaraan listrik juga membuka prospek bisnis baru, seperti pengembangan kendaraan jenis Internal Combustion Engine (ICE) yang saat ini masih memberikan kontribusi hingga 99 persen terhadap PDB industri otomotif nasional.

“Pada tahun 2025 nanti, ditargetkan sebesar 20 persen produksi otomotif nasional adalah kendaraan listrik seperti hybrid, plug in hybrid, dan mobil EV berbasis baterai,” katanya..

Menurut Taufiek, pengembangan kendaraan listrik berbasis baterai sejalan dengan animo investasi baterai listrik dan kendaraan listrik yang semakin meningkat di Indonesia. Hal ini mengingat bahan baku nikel, cobalt dan mangan cukup melimpah di tanah air yang bisa menjadi tulang punggung dalam upaya pengembangan kendaraan listrik.

Selain itu, pendalaman struktur industri kendaraan listrik telah dipersyaratkan nilai tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) hingga tahun 2030 dengan program Incompletely Knock Down (IKD) atau Completely Knock Down (CKD) yang dipacu untuk mendapatkan nilai tambah yang maksimal di dalam negeri. “Secara bertahap kita memguasai baterai listrik, dan produksi kendaraan listrik di dalam negeri,” imbuhnya.

Sementara itu, Plt. Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan (IMATAP) Ditjen ILMATE Kemenperin Restu Yuni Widayati mengatakan, industri kendaraan bermotor listrik berbasis baterai dapat dimulai dari industri sepeda motor listrik.

Hingga saat ini telah terdapat 15 industri perakitan sepeda motor listrik yang telah mendapatkan Nomor Identifikasi Kendaraan (NIK) dari Kemenperin, sebagai salah satu syarat suatu perusahaan dapat memproduksi kendaraan bermotor, dengan kapasitas produksi sepeda motor listrik sebesar 877 ribu unit per tahun dan menyerap tenaga kerja sebanyak 1.429 orang.

“Pengembangan kendaraan listrik di Indonesia selain bertujuan untuk mendukung pencapaian target pemerintah dalam menurunkan emisi gas rumah kaca (GRK) sebesar 29 persen pada 2030, juga akan mampu menarik investasi di sektor industri komponen dan lainnya,” ungkapnya.

Baca Juga: Lamborghini Kenalkan Model Terbaru Huracan Evo, Apa Spesialnya?

Baca Juga: Melihat Ubahan dan Harga Mitsubishi Xpander Black Edition

Baca Juga: Ketika Rolls-Royce Cullinan ‘Menari’ di Gurun Pasir Arab




Share To


galih

galih

Nov. 10, 2020, 10 a.m.


tags : Mobil Listrik Kemenperin Otomotif Kendaraan Listrik Life Style


Average: 0
Rating Count: 0
You Rated: Not rated

Please log in to rate.



Comments


Please Login to leave a comment.

ARTIKEL TERKAIT LAINNYA