Kemenparekraf Dukung Batik Lasem Jadi Suvenir di TWG G20.jpg

Kemenparekraf Dukung Batik Lasem Jadi Suvenir di TWG G20

oleh: rachli Travel Wednesday, 21 September 2022 10:00 a.m.


Mancode - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mendukung batik Lasem sebagai suvenir bagi pendamping para peserta Tourism Working Group (TWG) G20. Hal ini seperti yang disampaikan oleh Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno saat Weekly Brief with Sandi Uno.

Menurutnya, salah satu pilar yang diusung dalam kegiatan KTT G20, khususnya TWG adalah keberlanjutan lingkungan dan batik Lasem yang berasal dari Rembang, Jawa Tengah, ini menggunakan bahan-bahan alami dalam proses pembuatannya.

Sehingga, pemilihan batik tulis hasil kolaborasi Asia Pacific Rayon (APR) dengan Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Universitas Kristen Maranatha Bandung ini sebagai suvenir TWG G20 disebutnya merupakan pilihan yang tepat.


"Salah satu pilar G20 ini adalah keberlanjutan dan menuju transformasi menuju ekonomi hijau. Scarf-nya (batik lasem) buat para istri Menteri Pariwisata dari berbagai negara yang hadir," kata Sandiaga di Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat, Senin (19/9/2022).

Sandiaga juga menuturkan, ada 50 scarf yang sudah disiapkan untuk dibagikan kepada para pendamping menteri pariwisata negara-negara anggota G20 yang hadir dalam kegiatan tersebut. Berharap, lewat kegiatan ini juga bisa membangkitkan ekonomi dan membuka lapangan kerja.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Industri Kreatif Fesyen, Desain, dan Kuliner Kemenparekraf, Yuke Sri Rahayu mengatakan, pemilihan scarf batik Lasem sebagai suvenir TWG ini sangat sesuai dengan tema yang diusung TWG dalam hal penguatan komunitas dan UMKM.

"Ini luar biasa karena sesuai dengan tema ‘Tourism Working Group’ ini yaitu penguatan komunitas dan UMKM melalui transformasi melalui pariwisata dan kebudayaan dengan penguatan ekonomi rakyat," kata Yuke.

Sementara itu, Ketua Bidang Promosi dan Humas Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Nur Asia Uno menambahkan, batik Lasem adalah batik tulis yang pengerjaannya tidak mudah dan memakan waktu. Sehingga, batik yang memadukan motif Jawa dan Tionghoa ini bernilai ekonomis dan seni yang tinggi.

"Harapan saya, supaya batik Lasem ini bisa lebih familiar. Saya sangat mendukung scarf batik Lasem ini diberikan sebagai suvenir pada para istri dan suami para menteri pariwisata (peserta TWG) G20. Mudah-mudahan mereka suka dan ikut mempromosikan batik Lasem supaya bisa mendunia," ujar Nur Asia.

Kegiatan Weekly Brief with Sandi Uno saat itu juga dihadiri oleh seluruh pejabat eselon I dan II di lingkungan Kemenparekraf/Baparekraf baik secara daring maupun luring. Turut hadir pula Direktur APR, Basri Kamba; dan Wakil Dekan FSRD Universitas Kristen Maranatha, Seriwati Ginting.

Baca Juga: Menparekraf Dorong Pengembangan Subsektor Kuliner dan Kriya di Dumai Riau

Baca Juga: Menparekraf Sandiaga Uno Apresiasi Agrowisata Tanjung Sakti Palembang

Baca Juga: Kemenparekraf Bersama BEI Ajak Pelaku Parekraf Tangsel Go Public




Share To


rachli

rachli

Sept. 21, 2022, 10 a.m.


tags : Suvenir Kemenparekraf Batik Lasem TWG G20 KTT G20


Average: 0
Rating Count: 0
You Rated: Not rated

Please log in to rate.



Comments


Please Login to leave a comment.

ARTIKEL TERKAIT LAINNYA

YOU MAY ALSO LIKE