Kemenparekraf Bersama BEI Ajak Pelaku Parekraf Tangsel Go Public.jpg

Kemenparekraf Bersama BEI Ajak Pelaku Parekraf Tangsel Go Public

oleh: rachli Travel Friday, 2 September 2022 13:00 p.m.


Mancode - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) mendorong pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif di Kota Tangerang, Banten untuk go public dengan mencatatkan sahamnya di bursa efek agar mendapatkan pembiayaan melalui skema Initial Public Offering (IPO).

Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemneparekraf, Henky Manurung menjelaskan, saat ini pasar modal dibanjiri jutaan investor ritel. Menurut Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) jumlah investor ritel pasar modal telah menembus 8,62 juta investor per April 2022.

Selain itu, saat dirinya menghadiri acara “Coaching Clinic KreatIPO” di She La Vie di Alam Sutera, Tangerang, Banten (1/9/2022) ini melanjutkan, jumlah tersebut naik 15,11 persen dibandingkan akhir Desember 2021 (year-to-date) atau sebanyak 7,48 juta investor.


“Potensi dan peluang yang begitu besar dari pasar modal ini diharapkan dapat mendorong dan mengakselerasi para pelaku usaha parekraf untuk dapat melantai di Bursa Efek Indonesia melakukan penawaran umum perdana saham atau yang lebih dikenal Initial Public Offering (IPO),” ujarnya.

Oleh karenanya, Kemenparekraf bekerja sama BEI/IDX melalui program KreatIPO menyelenggarakan kegiatan dalam bentuk Coaching Clinic yang bertujuan mengukur dan mengidentifikasi kesiapan pelaku usaha atau perusahaan pariwisata dan ekonomi kreatif untuk Go Public atau melakukan IPO.

“Kegiatan ini berfokus pada pemberian materi tentang prasyarat keadaan perusahaan saat ini jika ingin Go Public. Keadaan perusahaan itu akan dinilai berdasarkan 4 topik atau aspek utama yaitu Aspek Hukum dan Legalitas Usaha, Aspek Keuangan Perusahaan, Underwriter, dan Regulasi untuk IPO,” tambahnya.

Kegiatan Coaching Clinic KreatIPO di Kota Tangerang Selatan dihadiri oleh 60 peserta yang hadir secara offline yang terdiri dari binaan Kemenparekraf dan binaan BEI.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Akses Pembiayaan Kemneparekraf Hanifah Makarim mengatakan, pemerintah dalam hal ini Kemenparekraf bersama BEI berinisiatif untuk membuat suatu rangkaian yang mendorong dan mengakselerasi pelaku usaha parekraf untuk masuk ke pasar modal.

Diawali dengan meningkatkan awareness pasar modal melalui kegiatan Bincang Pasar Modal yang di tahun 2022 telah dilaksanakan di empat kota, yaitu Bogor, Tangerang, Malang, dan Balikpapan.

“Harapannya dengan mengikuti kegiatan ini pelaku usaha yang baru dan masih berkembang setelah kegiatan ini memiliki point of view yang baru tentang bagaimana mengelola usaha yang baik sesuai dengan standar perusahaan yang sudah Go Public,” ujarnya.

Untuk pelaku usaha yang sudah memiliki dasar-dasar yang baik ke dalam empat aspek tersebut, hal ini dapat menjadi peluang dan kesempatan awal yang baik untuk menuju langkah Go Public sehingga nantinya dapat meningkatkan kapasitas dan skala usahanya dengan menghimpun dana dari pasar modal.

“Beberapa tahun terakhir sudah banyak pelaku parekraf yang masuk pasar modal. Terakhir yang cukup ramai yaitu Kebab Baba Rafi. Silakan bapak ibu bertanya kepada narasumber untuk mengembangkan usahanya agar bisa IPO dan mudah-mudahan tahun depan juga sudah bisa IPO,” katanya.

Baca Juga: Kemenparekraf dan Surplus Indonesia Luncurkan Program ‘Sustainable Food Tourism’

Baca Juga: Perayaan World Tourism Day ke-42 Resmi Berlangsung di Bali

Baca Juga: Menparekraf Dorong Pelaku Ekraf Aceh Besar Maksimalkan Strategi Pemasaran Digital




Share To


rachli

rachli

Sept. 2, 2022, 1 p.m.


tags : Go Public Tangsel Bursa Efek Indonesia BEI Kemenparekraf Parekraf


Average: 0
Rating Count: 0
You Rated: Not rated

Please log in to rate.



Comments


Please Login to leave a comment.

ARTIKEL TERKAIT LAINNYA

YOU MAY ALSO LIKE