Kebiasaan Berkendara Mobil Bertransmisi Manual Yang Baik (3).jpg

Kebiasaan yang Wajib Dilakukan Pengemudi Mobil Transmisi Manual

oleh: galih Life Style Monday, 2 January 2023 12:00 p.m.


Mancode - Perkembangan teknologi yang diterapkan pada transmisi kendaraan mobil, saat ini semakin berkembang guna berikan pengalaman berkendara yang lebih nyaman dan aman. Namun, masih banyak pula pengendara mobil di Indonesia yang membutuhkan dan menggunakan transmisi manual karena diklaim lebih andal dan tangguh saat digunakan.

Hariadi, Asst. to Service Dept. Head PT SIS mengatakan, pengendara mobil bertransmisi manual tentu harus memahami berbagai informasi mengenai kebiasaan berkendara yang dapat memengaruhi performa. Kebiasaan berkendara tersebut dapat dilakukan agar komponen lebih awet, aman dan berkendara jadi lebih efisien.

Masih tingginya pengguna mobil bertransmisi manual sering kami jumpai diberbagai wilayah di Indonesia. Kebiasaan mereka saat mengoperasikannya pun ternyata beragam. Maka dari itu, kami merasa perlu membagikan saran agar mengemudi mobil bertransmisi manual bisa terasa lebih nyaman, aman dan awet,” ujar Hariadi dalam siaran pers yang diterima Mancode.id baru-baru ini.


Lalu, apa saja kebiasaan yang wajib dilakukan atau terapkan bagi pengemudi mobil manual selama perjalanan? Simak ulasannya di bawah ini:

1. Memindahkan tuas transmisi dalam keadaan netral saat berhenti di lampu lalu lintas

Beberapa pengendara ada yang memiliki kebiasaan seperti tidak memindahkan tuas transmisi ke posisi netral (N) saat berhenti menunggu lampu lalu lintas yang sedang menyala merah, bahkan posisi kaki masih menginjak pedal kopling dan rem.

Kebiasaan ini tentunya akan membuat otot kaki pengendara menjadi lebih cepat lelah. Guna faktor keselamatan, menghindari kelelahan sekaligus menjaga komponen kopling agar lebih awet, Suzuki menghimbau pengendara untuk memindahkan tuas transmisi ke posisi netral dan menggunakan rem tangan saat posisi mobil dalam keadaan diam

2. Hindari kebiasaan memegang tuas transmisi secara terus menerus

Beberapa pengendara memiliki kebiasaan seperti meletakkan tangannya di bagian tuas transmisi ketika mengemudi, kebiasaan tersebut sebaiknya dihindari karena akan berpengaruh kepada kesigapan pengendara.

Untuk itu, diajurkan kepada pengendara untuk melepaskan tangan setelah memindahkan tuas transmisi dan kembalikan posisi tangan di lingkar kemudi. Pentingnya posisi tangan selalu di lingkar kemudi adalah untuk memberikan keamanan, keselamatan dan kecepatan reaksi saat berkendara.

3. Menginjak pedal kopling setengah dapat mengurangi keawetan kopling

Saat mobil berhenti di tanjakan, banyak pengemudi menginjak pedal kopling setengah untuk menghindari posisi mobil tidak mundur ke belakang. Padahal kebiasaan ini justru merugikan karena akan membuat gesekan berlebih pada kanvas/cakram kopling.

Jika pengendara dalam kondisi yang mengharuskan berhenti di tanjakan, lebih aman untuk menggunakan rem tangan agar mobil tidak bergerak mundur. Dengan meninggalkan kebiasaan menginjak pedal kopling setengah dan menggantinya dengan penggunaan rem tangan, berkendara pun jadi lebih aman dan kopling pun lebih awet.

4. Injak pedal akselerator secara perlahan ketika putaran mesin masih rendah

Saat melaju dengan kecepatan rendah pada gigi percepatan yang lebih tinggi, hindari prilaku menginjak pedal akselerator secara dalam dan mendadak, karena hal ini sama saja memaksa mesin untuk bekerja sangat keras.

Perilaku tersebut dapat menyebabkan tekanan dan beban yang tidak semestinya terjadi pada mesin, yang pada akhirnya akan berdampak pada performa dan keawetan mesin. Jika pengendara memerlukan penambahan kecepatan, lebih baik pengendara menginjak pedal akselerator dengan perlahan atau dengan menurunkan gigi percepatan transmisi terlebih dahulu sebelum berakselerasi.

5. Gunakan engine brake saat deselerasi dengan halus

Pada kondisi tertentu yang masih aman, penurunan kecepatan atau deselerasi dapat saja terjadi secara efisien tanpa banyak menginjak pedal rem secara dalam, asalkan urutannya sudah benar. Yang dimaksudkan dengan urutan adalah perpindahan dari gigi percepatan tinggi ke gigi percepatan yang lebih rendah harus dilakukan.

Misalnya saja pengemudi sedang berkendara pada gigi 4, maka tidak boleh langsung pindah ke gigi 2 apalagi gigi 1. Perpindahan harus melalui gigi 3 terlebih dahulu sehingga perpindahan juga terjadi dengan lebih halus dan menjaga kualitas mesin, kecuali dalam kondisi emergency atau darurat untuk menurunkan percepatan kendaraan.

Saat terjadi engine brake maka konsumsi bahan bakar akan berkurang dan kendaraan akan melambat. Jika dilakukan, maka penggunaan rem juga dapat diminimalisir sehingga kanvas rem lebih awet. Putaran yang terjadi pada mesin akan menahan kecepatan mobil dan jika sudah diperlukan pengendara bisa kembali menginjak pedal akselerator. Teknik ini digunakan agar mobil lebih mudah dikendalikan, baik pada kondisi jalanan menurun, pada saat hujan dan saat melaju di jalan raya.

6. Lepas pedal kopling secara perlahan

Melepas pedal kopling secara cepat akan membuat kendaraan tersentak sekaligus memberikan tekanan lebih pada mesin dan transmisi. Hal ini akan berpengaruh karena akan menyebabkan kopling menjadi panas dan jika hal ini diteruskan atau menjadi kebiasaan akan menyebabkan umur pakai komponen kopling lebih cepat. Maka dari itu, pengendara harus memperhatikan cara melepaskan kopling secara perlahan agar mobil tidak berjalan dengan menyentak.




Share To


galih

galih

Jan. 2, 2023, noon


tags : Tips berkendara mobil manual Mobil transmisi manual Otomotif Life Style


Average: 0
Rating Count: 0
You Rated: Not rated

Please log in to rate.



Comments


Please Login to leave a comment.

ARTIKEL TERKAIT LAINNYA