Joker-Fake-Smile.jpg

Hikmah di Balik Jentakanya 2020

oleh: inggil Life Style Thursday, 24 December 2020 8:00 a.m.


Mancode - Hallo! Bagaimana kehidupan kalian di tahun 2020 ini? Bahagia, sedih, menyenangkan, menyeramkan, atau biasa-biasa saja. Ya, di tahun ini yang saya rasakan memang begitu cepat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Entah memang karena faktor usia ataupun mulai banyaknya kesibukan yang ada, tetap saja tahun ini tidak seperti yang saya harapkan.

Masih teringat jelas dalam sebuah tulisan di buku diary bagaimana resolusi yang ingin dicapai di tahun 2020 ini. Namun, semesta tampaknya belum menunjukkan dewi fortuna-nya. Entah kita punya salah apa terhadap bumi yang indah ini, pada awal tahun sudah banyak bencana yang menimpa.

Awal tahun tinggal di Jakarta sebagai salah satu kota terpadat Tanah Air yang seharusnya merayakan tahun baru dengan meriah, malah terjadi hujan deras dan banjir. Satu bulan setelahnya di belahan pulau lain tepatnya Riau dan Aceh terjadi kebakaran besar. Tak ayal, asap bahaya pun mulai menyebar di berbagai daerah.


Jokowi-Riau-Kebakaran.jpg

Melangkah ke Bulan Maret, berita virus corona yang menerpa kota Wuhan di negara Tiongkok sana membuat semua waspada. Indonesia yang kala itu masih percaya diri bahwa tak akan terkena virus ini pun terkena karmanya sendiri. Tadinya yang menjadikan virus corona sebagai bahan candaan, kini Tanah Air malah menjadi salah satu negara di Asia yang paling banyak terjangkit virus.

Seakan semua berjalan begitu cepat setelah datangnya virus corona di Indonesia, Pemerintah langsung menerapkan sistem Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di berbagai daerah. Membuat semua pekerjaan hanya boleh dilakukan di rumah saja. Kegiatan seperti bekerja dan sekolah pun langsung dilakukan secara online.

Anak-Kecil-Corona.jpg

Tidak berhenti di situ saja, tahun 2020 tampaknya memang membuat banyak orang kehilangan. Banyak dari mereka yang kehilangan orang tersayang, momen, waktu, pekerjaan, bahkan rasa percaya diri. Segala konspirasi yang ada pun mulai bertebaran tapi tetap saja hal itu tidak merubah situasi apapun terhadap semesta saat ini.

Tanah Air seakan masih merasa kuat daripada memikirkan penanggulangan corona, pejabat di atas sana malah sibuk membahas Omnibus Law. Masyarakat yang sudah diterpa banyak kehilangan pun merasa emosi dan tidak tahan lagi. Bergabungnya mahasiswa dan masyrakat di berbagai daerah pun berdemo ria ke jalanan.

Demo-Omnibus-Law.jpg

Bantuan Sosial (Bansos) yang diberikan pemerintah ke masyarakat seakan menjadi pelipur lara masyarakat. Namun, Bansos yang harusnya menjadi pelepas dahaga menjadi boomerang bagi pemerintah sendiri. Rasa kekecewaan masyarakat terhadap bantuan yang berujar jika bantuan tak seperti yang diharapkan. Beras hitam, sarden kadaluarsa, ataupun nominal uang yang kecil.

Kecewanya masyarakat terhadap Bansos pun bertambah setelah mengetahui jika pejabat yang diberi tanggung jawab tersebut melakukan korupsi. Hati nurani yang dipertanyakan bagaimana bisa ada orang yang se-egois itu memanfaatkan bencana untuk kantong pribadinya sendiri.

Mensos-Juliari-Batubara.jpg

Kini tahun 2020 pun segera berakhir, 12 bulan yang telah dijalankan seoalah tidak ada rasanya. Berjalan begitu cepat dan tidak ingin mengulangnya kembali. Setiap kejadian buruk yang ada selalu ada hikmah di baliknya. Pertanyaanya bagaimana cara kita merasakan hikmah tersebut? Hanya diri kita sendiri lah yang bisa menjawabnya.

Baca Juga: Ramalan yang Menakutkan di Sepanjang 2020

Baca Juga: Banjir Jakarta 2020: Salah Satu yang Terburuk!

Baca Juga: Jadi Kontroversi, Apa Itu Omnibus Law?




Share To


inggil

inggil

Dec. 24, 2020, 8 a.m.


tags : Virus Corona Omnibus Law Mensos Korupsi Hikmah 2020 Bencana Tahun 2020 Resolusi 2020 Tahun 2020 Kejadian tahun 2020


Average: 0
Rating Count: 0
You Rated: Not rated

Please log in to rate.



Comments


Please Login to leave a comment.

ARTIKEL TERKAIT LAINNYA