Aprilia RS-GP.jpg

Hadir Di MotoGP, Ini Sejarah Peningkatan Teknologi Aprilia (Bagian II)

oleh: rachli History Monday, 21 March 2022 9:00 a.m.


Mancode - Meski di tengah derasnya persaingan industri otomotif roda dua, merek sepeda motor Aprilia tetap memiliki ruang di hati para penggemarnya. Bagaimana tidak, merek asal Noale, Italia ini dikenal sebagai produsen sepeda motor bermesin besar dengan desain sporty.

Namun siapa sangka, sejarah kehadiran Aprilia di industri otomotif kerap kali mengalami perubahan. Hingga pada 30 Desember 2004, Aprilia diakuisisi oleh Piaggio Group, dan seiring dengan berjalannya waktu, Aprilia sukses menghadirkan produk unggulannya.

Peningkatan teknologi pertama kali untuk kendaraan roda dua berlanjut di 2011 dengan pengenalan RSV4. Di dunia olahraga, 2012 adalah tahun kembalinya Aprilia ke MotoGP dengan proyek ART dan kemenangan di SBK Championship dengan gelar The Raider (Massimiliano Biaggi) dan The Manufacturer.


Pada 2013, Coponord 1200 mulai dipasarkan. Di tahun yang sama pula, Aprilia mendapat gelar World SBK Brand. Sedangkan pada 2014, kemenangan ganda di World SBK membawa gelar The Manufacturer ke Noale dan memberikan Sylvain Guintoli pembalap ada Prancis gelar The Raider.

Musim 2015 menandai kembalinya Aprilia ke kelas MotoGP, setahun lebih cepat dari jadwal yang diumumkan sebelumnya. Faktanya, strategi yang ditentukan oleh Piaggio Group sebagai upaya Aprilia dalam premier class ditunjukkan dengan mendukung pertumbuhan yang cepat dari competitive level, serta memusatkan pada upaya teknis dan organisatoris Aprilia Racing pada pengembangan prototipe kategori teratas.

Sejalan dengan upaya yang dilakukan pada MotoGP, RSV4 mengukuhkan statusnya sebagai sepeda motor pemenang di World Superbike Championship, dengan memenangkan tiga balapan dan 10 kali finishing di podium sebagai bukti daya saingnya.

Kemudian, selama musim kejuaraan 2016, debut trek Aprilia RS-GP semakin terlihat. Motor prototipe MotoGP pertama yang dirancang dan dibangun sepenuhnya oleh Noale Racing Departement, dimulai dengan mesin ekslusif V4 yang kemudian menjadi kartu andalan bagi Aprilia.

Pengembangan Aprilia RS-GP berlanjut pada 2017 di kejuaraan dunia utama balap motor. Motor Italia ini menunjukkan kemajuan menggembirakan yang membuatnya secara konsisten menempati posisi 10 besar dengan pembalap asal Spayol Aleix Espargaro.

Pada 2018, Aprilia mengambil bagian dalam kejuaraan dunia MotoGP dengan Aleix Espargaro dan pembalap asal Inggris Scott Redding yang pada 2019 menyerahkan posisinya kepada Andrea Iannone. Aleix Espargaro terus menunjukkan peningkatan kinerja dan rekam jejak yang baik sepanjang musim selama kejuaraan 2021, ia mencetak podium bersejaran pertama Aprilia di MotoGP.

Pencapaiannya di posisi ketiga menjadi tonggak bersejarah bagi Aprilia. Sejak balapan Aragon dan seterusnya, Maverick Vinales mulai bergabung bersama Aleix Espargaro.

Pada 2022 menandai waktu yang penting bagi Aprilia Racing yang terbilang masih baru dalam sejarah perhelatan MotoGP. Faktanya, tim Italia ini memperoleh status sebagai Factory Team, satu lagi langkah maju dalam pertumbuhan yang terlihat jelas selama dua musim terakhir.

Tim Aprilia menantikan kenerja tahun ini, terutama dengan V4 2022 RS-GP yang baru. Pada akhir pekan pertama MotoGP di Qatar, Aleix Espargaro memulai musim dengan awal yang baik dengan finish di posisi keempat, menjadi salah satu pencapaian terbaik dalam sejarah Aprilia di MotoGP.

Baca Juga: Menilik Sejarah Aprilia, Awali Bisnis Sebagai Produsen Skuter (Bagian I)

Baca Juga: Akira Morita dan Kisah Dibalik Kesuksesan Sony

Baca Juga: Kartika Siti Aminah, Pelatih Wanita Pertama dalam Sejarah IBL




Share To


rachli

rachli

March 21, 2022, 9:09 a.m.


tags : MotoGP Aprilia RS-GP Teknologi Aprilia


Average: 0
Rating Count: 0
You Rated: Not rated

Please log in to rate.



Comments


Please Login to leave a comment.

ARTIKEL TERKAIT LAINNYA