Github.jpg

GitHub Minta Maaf Memecat Karyawan Yahudi, Ada Apa?

oleh: galih Technology Thursday, 21 January 2021 7:00 a.m.


Mancode – Perusahaan teknologi ternama, GitHub meminta maaf karena telah memecat seorang karyawan Yahudi. Dia diketahui memperingatkan rekan kerjanya untuk berhati-hati tentang keberadaan Nazi dalam penyerangan Capitol, Amerika Serikat, pada 6 Januari 2021 lalu.

Karyawan yang tak ingin disebutkan namanya itu, menyerukan peringatan tersebut dengan mempostingnya ke Slack dengan mengatakan,” "Tetap aman, homies, Nazi ada". Peringatan tersebut diserukan sebagai bentuk keprihatinannya terhadap rekan kerjanya, baik yang Yahudi maupun selain Yahudi yang berada di daerah tersebut (Capitol), Washington.

Sayangnya, komentar tersebut memicu kritik dari rekan kerja tentang penggunaan kata "Nazi" untuk menggambarkan para perusuh dan menyebutnya sebagai perilaku tidak menyenangkan di tempat kerja.


Selang dua hari setelah mengunggah peringatan tersebut, GitHub mengambil tindakan dengan memecatnya. Tetapi, pemecatan itu juga memicu protes dari lebih banyak rekan kerja, dengan ratusan orang menandatangani surat internal yang meminta GitHub untuk menjelaskan keputusan tersebut dan secara terbuka mengecam Nazi.

Penyelidikan Internal GitHub

GitHub pun akhirnya melakukan penyeledikan eksternal. Hasilnya menemukan kesalahan dalam penilaian dan prosedur atas pemutusan hubungan kerja karyawan. "Penyelidikan mengungkapkan kesalahan signifikan dalam penilaian dan prosedur," tulis kepala eksekutif GitHub Erica Brescia dalam sebuah posting blog.

Konsekuensi dari kesalahan tersebut, kepala bagian Sumber Daya Manusia (SDM) GitHub telah mengundurkan diri atas peristiwa tersebut. “Kepala SDM kami telah mengambil tanggung jawab pribadi dan mengundurkan diri dari GitHub," tambah Erica.

GitHub telah menawarkan karyawan yang dipecat pekerjaannya kembali, dan mengklarifikasi bahwa karyawan bebas untuk mengungkapkan kekhawatiran tentang Nazi.

“Kami telah membalikkan keputusan untuk berpisah dengan karyawan, dan telah menghubunginya, tetapi tidak jelas apakah karyawan tersebut ingin kembali setelah perlakuan yang diterimanya,” ungkap Erica.

Seperti diketahui, GitHub milik Microsoft adalah salah satu alat pengembangan perangkat lunak paling populer di dunia, dengan lebih dari 50 juta pengguna. Mereka memberikan layanan hos web bersama untuk proyek pengembangan perangkat lunak yang menggunakan sistem kendali versi Git dan layanan hosting internet.

Baca Juga: Twitter Tutup 70.000 akun yang Berhubungan dengan QAnon

Baca Juga: Google Luncurkan Dana Rp42 Miliar untuk Melawan Misinformasi Vaksin Covid

Baca Juga: Facebook Tutup Akun yang Terkait dengan Pemerintah Uganda




Share To


galih

galih

Jan. 21, 2021, 7 a.m.


tags : Karyawan Yahudi Nazi Github Technology


Average: 0
Rating Count: 0
You Rated: Not rated

Please log in to rate.



Comments


Please Login to leave a comment.

ARTIKEL TERKAIT LAINNYA