DPR.jpg

Generasi Milenial Jadi Harapan Kemajuan Digitalisasi UMKM di Indonesia

oleh: galih Life Style Saturday, 2 April 2022 8:00 a.m.


Mancode – Pandemi Covid-19 telah memaksa kita untuk berinteraksi dan melakukan aktivitas di ruang digital. Terutama bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Dibatasinya transaksi secara offline jadi pukulan berat bagi mereka. Belum lagi daya beli masyarakat yang semakin berkurang selama pandemi. Untuk tetap bertahan, mereka harus memutar otak memasarkan produknya secara kreatif, salah satunya dengan beradaptasi dan pandai ‘memainkan’ sistem digitalisasi.

Seperti yang diungkapkan Puka Darius, Influencer sekaligus Owner Bicara Senja Kopi, pesatnya perkembangan digital bagi sektor UMKM ini merupakan wujud adaptasi yang telah dilakukan oleh setiap pelaku usaha, terutama di masa pandemi.

“Adaptasi itu muncul atas adanya gelombang pandemi Covid-19 yang sempat meluluhlantakkan negeri ini dua tahun silam,” kata Paku dalam webinar bertajuk “Ngobrol Bareng Legislator : Generasi Muda Digital Peduli UMKM”, Jumat (1/4/2022).


Dia melanjutkan, terciptanya era digital baru membuat kita harus melek teknologi. Salah satu caranya adalah bisa menggunakan media sosial Instagram untuk membuat sesuatu yang kreatif dan influence ke followers. “Sekarang yang sedang hits juga ada platform TikTok karena banyak generasi muda menggunakannya,” ungkap Paku.

Menurutnya, generasi milenial memiliki potensi besar dalam menjadi akselerator pengembangan UMKM dalam rangka pemulihan ekonomi nasional dengan strategi marketing milenial. “Banyak banget strategi marketing yang bisa dilakukan kaum milenial. Ini sebenarnya tidak memerlukan modal yang besar. Kalau sekarang ini butuh smartphone aja, bisa menggunakan media sosial,” ungkapnya.

Selain media sosial, kata Puka, generasi muda juga bisa membuat website, optimalisasi marketing media sosial, membuat blog, live selling di media sosial, dan lainnya. “Kita sebagai generasi digital yang mempunyai peran penting menjadi jembatan antara yang tidak mengerti dunia digital,” ujarnya.

Di kesempatan yang sama, Anggota Komisi 1 DPR RI, Bobby Adhityo Rizaldi, S.E., Ak., M.B.A., C.F.E menyatakan bahwa Indonesia memiliki potensi ekonomi digital yang besar. Ekonomi digital Indonesia diprediksi akan tumbuh 8 kali lipat dari Rp632 triliun rupiah menjadi Rp4.531 triliun pada 2030.

“Selain itu, sektor e-commerce akan mendominasi ekonomi digital di Indonesia sebesar Rp1.900 triliun pada 2030. Persen kenaikan sekitar 34 persen,” ungkap Bobby.

Masih menurutnya, merujuk pada data dari Bank Indonesia saat ini pembayaran digital mencatat transaksi pembayaran digital melalui QRIS sebesar 13,4 juta merchant di seluruh Indonesia. Sebanyak 95 persen di antaranya adalah pelaku UMKM.

“Indonesia diprediksi akan menjadi pasar digital yang besar dan dinamis. Indonesia juga menjadi destinasi investasi yang paling diminati bahkan mengalahkan Singapura,” ungkap Wakil Rakyat yang berasal dari Fraksi Partai Golongan Karya tersebut.

Sementara, Dirjen Aptika Kemenkominfo, Samuel Abrijani Pangerapan, B.Sc menerangkan, Kementerian Kominfo terus beruapaya melakukan percepatan transformasi digital Indonesia. Dalam hal ini, Kemenkominfo memiliki peran sebagai regulator, fasilitator, dan ekselerator di bidang digital Indonesia.

"Berbagai pelatihan literasi digital yang kami berikan berbasis empat pilar utama, yaitu kecakapan digital, budaya digital, etika digital, dan pemahaman digital. Hingga tahun 2021, program literasi digital ini telah berhasil menjangkau lebih dari 12 juta masyarakat Indonesia," pungkasnya.

Baca Juga: Dukung UMKM Lokal, ShopeePay Hadirkan Program Semangat UMKM Lokal di Batam

Baca Juga: Telkomsel X Gojek Tawarkan Paket Mitra UMKM GoFood

Baca Juga: Tips Membuat Konten Kreatif untuk Promosi Digital UKM




Share To


galih

galih

April 2, 2022, 8 a.m.


tags : Digitalisasi UMKM Generasi Milenial UMKM Life Style


Average: 0
Rating Count: 0
You Rated: Not rated

Please log in to rate.



Comments


Please Login to leave a comment.

ARTIKEL TERKAIT LAINNYA