Fallout-76,-Hasil-Karya-Bethesda-yang-Kecewakan-Gamer.jpg

Fallout 76, Hasil Karya Bethesda yang Kecewakan Gamer

oleh: emil Technology Monday, 20 May 2019 11:00 a.m.


Sudah lama gamer penggemar seri Fallout menanti pihak pengembang, yakni Bethesda Game Studios mengeluarkan penerus Fallout 4 yang dirilis pada 2015. Kemudian pada awal 2018, gamer pun antusias ketika mendengar bahwa perusahaan yang bermarkas di Kota Rockville, Amerika Serikat itu tengah mempersiapkan game berjudul Fallout 76. Sayangnya, antusias itu sirna ketika mereka sudah mulai memainkannya.

Secara konsep, Fallout 76 terdengar menarik bagi para gamer, apalagi untuk mereka-mereka yang memang penggemar serial Fallout. Video games yang dirilis untuk PC, PlayStation 4, dan Xbox One ini masih memiliki gameplay yang hampir serupa dengan Fallout 3 serta Fallout 4. Tapi yang membedakan adalah Fallout 76 bersifat multiplayer yang mengharuskan gamer untuk terus online agar bisa berinteraksi dengan para pemain lainnya.

Berbagi-Ilmu,-Komunitas-Ini-Ajak-Anggotanya-Belajar-Bahasa-Asing.jpg

Dari segi latar belakang dan premisnya, Fallout 76 terdengar menarik, di mana setting-nya di tahun 2102 dan berjarak sekira 25 tahun usai perang nuklir yang memporakporandakan bumi. Karakter yang gamer perankan adalah salah satu warga dari Vault 76. Vault 76 itu sendiri adalah nama bungker yang dibangun di West Virginia. Bungker ini ditujukan untuk menjadi rumah bagi orang-orang terbaik yang ada di Amerika Serikat.

Berbagi-Ilmu,-Komunitas-Ini-Ajak-Anggotanya-Belajar-Bahasa-Asing_2.jpg

Kemudian, karakter yang gamer perankan diharuskan keluar dari Vault 76 untuk merekolonialisasi wilayah West Virginia yang hancur akibat perang nuklir. Karena bersifat online, gamer akan bertemu dengan para pemain lainnya yang bisa saja berteman dengan kalian dan sama-sama menjalankan suatu misi. Atau, bisa saja pemain lainnya bertindak sebagai musuh yang akan membunuh saat karakter mancoders bertemu dengan mereka.

Ketika Fallout 76 dirilis, game ini langsung menuai kritikan keras dari berbagai media gaming dan dari para gamer. Mereka kesal dengan konsep multiplayer online-nya yang ternyata membuat kehadiran para NPC (non-playable character) menjadi tidak ada, kecuali robot yang berkeliaran di area The Wasteland. Sedangkan cerita yang biasanya mewarnai serial Fallout, pada umumnya dibumbui oleh kisah dari para NPC yang berupa manusia dan mutan.

Baca Juga: Komunitas Ini Jadi Wadah para Pecinta Video Games

Ketidakhadiran NPC ini juga membuat banyak pihak yang memandang Fallout 76 membosankan. Karena interaksi dengan gamer lainnya, tidak semenarik dengan para NPC yang dulu mewarnai serial Fallout. Lambat laut, gamer pun mulai meninggalkan Fallout 76 yang makin membuat game ini semakin “sepi”, dan memicu mancoders kewalahan dalam melawan musuh-musuh dengan level yang tinggi.

Aspek lain yang membuat karya Bethesda ini semakin mengecewakan para gamer adalah bug dan masalah teknis yang kerap terjadi. Dari mulai permasalahan koneksi online yang acap kali membuat gamer keluar dari sesi permainan, sampai ke bangunan serta tekstur yang mendadak hilang.

Baca Juga: Petualangan Ayah dan Anak Jadi “Game of The Year 2018” (I)

Ini hanya beberapa aspek dan masih ada permasalahan teknis lainnya yang membuat berbagai media gaming memberikan nilai di bawah rata-rata terhadap Fallout 76. Para gamer juga merasa uang yang mereka bayarkan tidak sepadan dengan apa yang mereka bayarkan. Ini juga membuat banyak orang mengutarakan kekecewaan tersebut di sosial media. Sejumlah pihak memandang Bethesda merilis Fallout 76 terlalu cepat dan tidak melakukan pengetesan secara menyeluruh sehingga merusak potensi dari video games ini.


Share To


emil

emil

May 20, 2019, 11:58 a.m.


tags : video games Fallout 76


Average: 0
Rating Count: 0
You Rated: Not rated

Please log in to rate.


Comments


Please Login to leave a comment.


ARTIKEL TERKAIT LAINNYA

you may also like

Entertainment 6 December 2019 17:00 p.m.

Opera Gandari Padukan Ragam Unsur Seni

Entertainment 6 December 2019 16:00 p.m.

Pegolf Thailand Bidik Kemenangan BNI Indonesia Masters 2019

Entertainment 5 December 2019 17:00 p.m.

Opera Gandari Suguhkan Pertunjukan Opera Baru

Entertainment 6 December 2019 7:00 a.m.

L’Alphalpha Bangkit dari Tidur Panjangnya