Templet_Mancode_ (3).jpg

Faktor yang Membuat Orang Kecanduan Ponsel

oleh: fachrul Life Style Thursday, 26 November 2020 7:00 a.m.


Mancode - Kecanduan ponsel cerdas tidak hanya disebabkan oleh pemberitahuan (notifications) saja, jelas sebuah studi dari London School of Economics and Political Science (LSE).

Terungkap, 89% interaksi dalam ponsel tidak dipicu notifications dan hanya 11% yang menanggapi peringatan dalam ponsel. Obrolan grup juga dianggap sebagai "sumber kesusahan" bagi peserta dalam penelitian ini. Fitur scrolling di Instagram dan Facebook menyebabkan interaksi terlama.

Sebagian besar orang memeriksa ponsel cerdas disebabkan oleh dorongan pengguna untuk berinteraksi dengan ponsel mereka yang tampaknya terjadi hampir secara otomatis, seperti perokok yang akan menyalakan rokoknya terus menerus. Eksperimen tersebut menganalisis penggunaan ponsel cerdas dari 37 orang dengan usia rata-rata 25 tahun di Inggris, Jerman, dan Prancis.


Peserta dilengkapi dengan kamera yang memungkinkan pengguna merekam kehidupan sehari-hari mereka dari sudut pandang orang pertama. Secara total, 1.130 interaksi direkam untuk penelitian tersebut.

Mengapa orang menggunakan ponsel mereka:

  • WhatsApp - 22%
  • Pemeriksaan layar kunci (untuk melihat apakah ada notifications) - 17%
  • Instagram - 16%
  • Facebook - 13%
  • Email - 6%
  • Panggilan - 1%

Meskipun obrolan grup dianggap sebagai "sumber kesusahan", pengguna mengatakan pesan yang terkandung di dalamnya sebagian besar tidak penting. Email diberi peringkat atas sebagai pemberitahuan terpenting bagi peserta dalam penelitian ini.

Pengguna juga menghabiskan lebih sedikit waktu di ponsel mereka saat bersama orang lain, dan interaksi terlama terjadi di transportasi umum atau di rumah. Beberapa peserta tampak terkejut dengan sifat otomatis interaksi mereka.

"Aku tidak akan menganggap diriku sebagai seseorang yang tidak terlalu terikat dengan ponselnya. Tapi penelitian ini membuatku sadar bahwa aku bahkan tidak ingat ternyata aku sering memeriksa ponselku tanpa kusadari," jelas salah satu peserta.

"Aku tidak ingat saat mengeluarkan ponselku. Saat aku mengingat momen itu, aku tidak ingat pernah melakukannya dan aku terkejut karena aku terus memeriksa ponselku," tambah peserta lainnya.

"Tindakan memeriksa telepon telah menjadi kebutuhan banyak pengguna, daripada menggunakan perangkat sebagai alat komunikasi," ungkap Prof Saadi Lahlou, salah satu penulis studi dan ketua psikologi sosial di LSE.

"Ini adalah masalah serius, terutama untuk anak-anak, dan kami berjalan menuju kegelapan tanpa sepenuhnya memahami bagaimana perangkat ini mengubah cara hidup kami. Kita harus belajar trik agar terhindar dari godaan saat kita ingin konsentrasi atau memiliki relasi sosial yang baik. Untuk melakukan seperti yang dilakukan para koboi dengan senjata mereka ketika mereka memasuki sebuah bar, "tinggalkan di luar! Atau setidaknya matikan. Hal-hal yang sangat penting dan mendesak jarang terjadi. Kebanyakan hal dapat menunggu beberapa jam, bagaimanapun juga kalian tidak akan ketinggalan banyak informasi," tambah Prof Saadi Lahlou.

Linda Kaye, dari Departemen Psikologi di Edge Hill University, mengatakan lebih banyak penelitian harus dilakukan untuk memahami bagaimana interaksi dengan ponsel cerdas terkait dengan menjalankan fungsi tertentu atau sekadar memenuhi kebiasaan.

Baca Juga: Cara Mengetahui Ponsel BM atau Tidak

Baca Juga: Intelijen Israel akan Lacak Ponsel Pasien Virus Corona

Baca Juga: Virus Corona Ancam Generasi Ponsel Berikutnya




Share To


fachrul

fachrul

Nov. 26, 2020, 7 a.m.


tags : Ponsel seluler Riset


Average: 0
Rating Count: 0
You Rated: Not rated

Please log in to rate.



Comments


Please Login to leave a comment.

ARTIKEL TERKAIT LAINNYA

YOU MAY ALSO LIKE

Technology 15 September 2021 14:00 p.m.

Xiaomi Smart Glasses Lebih Baik dari Google Glass?

Entertainment 8 September 2021 8:00 a.m.

Vidie Yall Kisahkan Perjuangan Pekerja Kantoran dalam "9 To 5"

Entertainment 7 September 2021 8:00 a.m.

Saatnya Musisi Indonesia Tampil di Mola Chill Festival London