East Venture Melalui “Women with Impact”, Bantu Pahami dan Kelola Tekanan Kerja.jpg

East Venture Melalui “Women with Impact”, Bantu Pahami dan Kelola Tekanan Kerja

oleh: rachli Life Style Friday, 2 December 2022 9:00 a.m.


Mancode - Berdasarkan temuan bahwa perempuan lebih rentan terhadap burnout, East Ventures, perusahaan modal ventura terkemuka yang terbuka pada seluruh sektor (sector-agnostic) di Indonesia dan Asia Tenggara, memfasilitasi sesi diskusi dan networking melalui program pemberdayaan wanita, Women with Impact.

East Venture melalui kegiatan sesi diskusi ini membantu para audiens memahami, mengidentifikasi, dan mengelola tekanan kerja yang mungkin muncul dalam kehidupan sehari-hari, terutama dari pengalaman beberapa perwakilan perempuan dari ekosistem startup dan teknologi.

Nelly Nurmalasari selaku Co-Founder dan Chief Executive Officer Pintarnya, mengilustrasikan burnout dengan karet yang elastis. Meregangkan dan menarik karet merupakan suatu hal yang baik untuk dilakukan, tetapi hal yang perlu diperhatikan adalah untuk berhati-hati agar tidak merusak karetnya.


“Ketika karet tersebut rusak, maka karet tersebut kehilangan fungsinya. Penting untuk menangkap sinyal burnout dalam aktivitas kita sehari-hari, terutama tidak ada kesamaan gejala yang dimiliki setiap orang,” katanya lewat keterangan resmi yang belum lama ini diterima.

Berbagai posisi atau peran yang berbeda dalam lingkungan kerja memiliki fungsi yang berbeda dalam mengelola burnout. Sebagai pemimpin yang pada umumnya memutuskan sebuah kebijakan, merupakan hal penting untuk mendorong keterbukaan dan mempertimbangkan kebutuhan karyawan.

Beberapa ketentuan dapat dibuat untuk mendukung hal ini, seperti melalui pertemuan one-on-one secara reguler untuk memahami keadaan dan kondisi karyawan.

Tidak semua perusahaan dan atasan juga memberikan kesempatan bagi karyawan untuk angkat bicara. Terlebih dengan iklim pekerjaan saat ini, di mana pekerjaan merupakan hal yang penting karena sebagian orang hidup dari gaji ke gaji, sehingga meninggalkan pekerjaan bukanlah pilihan.

Oleh karena itu, menurut Experimenter Xendit, Hillary Buntara, secara tidak langsung lingkungan kerja membentuk laki-laki dan perempuan yang selalu berkata “ya” dan takut untuk mengatakan tidak pada pekerjaan yang ditugaskan, meskipun berada posisi yang telah memiliki banyak pekerjaan.

“Di sinilah peran rekan kerja masuk, memastikan kabar serta ide untuk berbagi beban kerja sangat membantu untuk menciptakan sistem pendukung dalam mencegah satu sama lain dari burnout,” ucapnya.

Dari sudut pandang investor, Melisa Irene selaku Partner East Ventures menyebutkan, berbagi tentang pentingnya melakukan double clicking atau menyelam lebih dalam tentang bagaimana perasaan dan pikiran mengenai suatu masalah dalam mengelola kejenuhan.

“Aspek yang dapat menyebabkan burnout, bahkan terkadang terkait dengan hal-hal yang tidak terkait pekerjaan. Dengan melakukan double clicking, kita dapat memahami penyebab kejenuhan dan bagaimana sebagai pemimpin di perusahaan atau sebagai investor dapat membantu mengatasinya,” katanya.

Baca Juga: East Ventures Luncurkan IDPB MTPM, Dukung Ekosistem Digital Indonesia

Baca Juga: East Ventures Jalin Kerja Sama KADIN Net Zero Hub dan WRI Indonesia

Baca Juga: East Ventures Donasikan 53 Oxygen Concentrator ke Yayasan BUMN




Share To


rachli

rachli

Dec. 2, 2022, 9 a.m.


tags : Burnout Tekanan Kerja Women with Impact East Ventures


Average: 0
Rating Count: 0
You Rated: Not rated

Please log in to rate.



Comments


Please Login to leave a comment.

ARTIKEL TERKAIT LAINNYA

YOU MAY ALSO LIKE