McAfee.jpg

Cara Pastikan Kelangsungan Bisnis di Era New Normal ala McAfee

oleh: galih Life Style Thursday, 25 June 2020 13:00 p.m.


Mancode - Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam menjalankan proses kerja jarak jauh di masa pandemi Covid-19. Cybersecurity adalah salah satunya. Praktik bekerja jarak jauh dapat dimanfaatkan oleh para peretas untuk mencuri data, karena mereka secara konsisten selalu mencari cara untuk mengambil keuntungan dari interkonektivitas perangkat pengguna.

Dalam studi McAfee berjudul Cloud Adoption & Risk Report – Work-from-Home Edition, ditemukan adanya peningkatan 50 persen dalam penggunaan komputasi awan di seluruh dunia bersamaan dengan peningkatan dua kali lipat di lalu lintas komputasi awan dari perangkat yang tidak dikelola oleh perusahaan, sehingga rentan terhadap potensi kehilangan data.

Lebih mengkhawatirkan lagi adalah ancaman komputasi awan dari aktor eksternal meningkat 630 persen yang sebagian besar menargetkan layanan platform seperti Microsoft 365.

Bagi perusahaan besar yang telah memiliki investasi cybersecurity, mungkin hal ini tidak menjadi ancaman substansial. Namun, bagi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia yang belum berinvestasi secara memadai dalam proses transformasi digital, ini menjadi suatu kekhawatiran tersendiri dalam menjamin keberlangsungan bisnis mereka.

Sebelum pandemi, Kementerian Komunikasi dan Informasi Indonesia telah membantu mempercepat proses transformasi digital dengan terus meningkatkan infrastruktur jaringan dan satelit untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Tetapi, investasi ini tidak bisa membantu bisnis yang belum menjalankan transformasi digital.

“Berdasarkan hasil survei IDC terhadap perusahaan Indonesia pada 2019, 45 persen perusahaan mengakui pentingnya mengukur keberhasilan transformasi digital dalam menentukan langkah perusahaan selanjutnya,” kata Jonathan Tan, Managing Director Asia McAfee baru-baru ini.

Namun, lanjutnya, transformasi digital adalah proses yang berkelanjutan, dan masih banyak yang harus dilakukan. “Bagaimana bisnis-bisnis dapat memastikan bahwa mereka dapat mengatasi ancaman serangan siber saat dan setelah pandemi, dalam kondisi lingkungan bisnis yang berubah sangat cepat?" tambahnya.

Lalu, bagaimana cara agar dapat membantu kelangsungan bisnis? Jonathan menjelaskan, tiga cara yang bisa dilakukan. Pertama, gunakan referensi. Menurutnya, saat ini ada banyak saran dari pelaku bisnis tentang langkah-langkah yang dapat diambil terkait kelangsungan bisnis, dan beberapa bahkan berbagi kerangka kerja mereka.

“Bahan-bahan ini baik untuk digunakan sebagai referensi ketika mengembangkan suatu kerangka kerja, dan harus dilakukan dengan tujuan memaksimalkan efektivitas,” jelasnya.

Kedua, lanjut Jonathan, bekerja erat dengan karyawan. Membuat sebuah kerangka kerja membutuhkan keterlibatan karyawan, dan sangat penting mengomunikasikan perilaku dan dampak yang diharapkan untuk memastikan karyawan dapat memanfaatkan praktik kerja jarak jauh secara maksimal.

Kemudian yang ketiga, kata Jonathan, jangan takut mencoba hal baru. Sangat mungkin bahwa tolak ukur keberhasilan akan ditentukan secara terburu-buru dan kerangka kerja akan terus berubah seiring dengan berbagai masukan penting terhadap pengembangan perangkat dan potensi ancaman.

Namun, pada akhirnya proses ini penting karena bisnis yang berada di tengah-tengah transformasi harus memiliki kerangka kerja yang efektif berdasarkan pengalaman yang ada dengan tujuan kelangsungan bisnis.

“Ketika bicara tentang cybersecurity, bisnis yang berubah secara digital harus memahami bagaimana penyimpangan dalam fitur perlindungan dapat menimbulkan kerugian, sehingga terjadi kepatuhan terhadap konsep keamanan, di mana lapisan cybersecurity dimanfaatkan untuk memastikan solusi digital yang baru dapat diimplementasikan dengan aman,” ungkap Jonathan.

Ketika tatanan “normal baru” ditetapkan, bisnis-bisnis pada akhirnya akan beradaptasi dan dapat memperkuat langkah mereka dengan mematuhi aturan, serta tolak ukur keamanan yang telah dibuat. Seluruh aplikasi dan teknologi yang ada harus dalam keadaan aman sehingga mampu memberikan nilai tambah saat menggunakan solusi cybersecurity yang mencakup semua landasan untuk saat ini dan di tahun mendatang.

Sekadar informasi, McAfee adalah perusahaan cybersecurity perangkat ke komputasi awan (cloud). Terinspirasi oleh kekuatan bekerja bersama, McAfee menciptakan solusi bisnis dan konsumen yang menjadikan dunia kita tempat yang lebih aman.

Baca Juga: TOSKA Jadi Inovasi Teknologi Penerimaan Pajak

Baca Juga: Bersama CredoLab, GBG Perkuat Layanan Penilaian Kredit untuk Bank

Baca Juga: Proteksi Keamanan Data untuk Pertumbuhan Bisnis


Share To


galih

galih

June 25, 2020, 1 p.m.


tags : Technology New Normal Cybersecurity Pandemi McAfee Tips Bisnis di New Normal


Average: 0
Rating Count: 0
You Rated: Not rated

Please log in to rate.


Comments


Please Login to leave a comment.

ARTIKEL TERKAIT LAINNYA

you may also like

History 14 August 2020 12:00 p.m.

Sejarah Lahirnya Hari Pramuka di Indonesia

Entertainment 14 August 2020 16:00 p.m.

Lebih Eksploratif, Alir Rilis Single Daun

Entertainment 14 August 2020 15:00 p.m.

Curhat Asmara Bagas RAN di Single 'Lelah Menanti'